Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Meluruskan Arah Desentralisasi

14/9/2021 05:00
Meluruskan Arah Desentralisasi
(MI/Seno)

 

SEBAGAI salah satu buah manis dari reformasi, otonomi daerah punya tujuan mulia. Lewat otonomi atau desentralisasi, pemerintah daerah diharapkan leluasa merumuskan kebijakan yang diperlukan untuk menyejahterakan rakyatnya.

Namun, meskipun sudah lebih dari dua dekade diberlakukan, otonomi daerah masih jauh dari tujuan mulia itu. Dengan kewenangan yang begitu besar, pemerintah daerah tetap saja kecil kemampuan dan kemauan dalam menggerakkan mesin pembangunan di daerah masing-masing.

Otonomi daerah majal hampir di semua sektor. Pemda masih saja gagap mengoptimalkan segala potensi dan benefit dari perubahan hubungan pusat dengan daerah. Akibatnya jelas, alih-alih melesat maju, roda pembangunan jalan di tempat, bahkan tak jarang beringsut ke belakang.

Fenomena itu sudah lama menjadi sumber kegelisahan kita. Fenomena itu pula yang diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, kemarin.

Sri Mulyani menguraikan secara gamblang seabrek persoalan daerah. Dia, misalnya, menyebut bahwa pemda belum mengoptimalkan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) yang diberikan pusat. Dia juga mengungkapkan, kemampuan daerah dalam mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD) jauh dari optimal sehingga proporsi pendapatan APBD masih didominasi TKDD.

Pengelolaan keuangan daerah setali tiga uang, belum efektif dan efisien. Hal itu tecermin dari belanja yang belum fokus, diecer-ecer hingga 260 ribu lebih kegiatan, tanpa memikirkan apakah pengeluaran tersebut bisa membuahkan output dan outcome.

Belanja mereka belum produktif, dengan belanja birokrasi tetap paling rakus yakni mencapai 59% dari total anggaran daerah. Untuk daya saing, berdasarkan survei Badan Riset dan Inovasi Nasional 2021, 60% daerah berkategori sedang atau rendah. Hal itu serupa dengan penilaian Indeks Inovasi Daerah 2020, yang mana 55 kabupaten dan 3 kota tidak dapat dinilai inovasinya alias disclaimer.

Soal integritas dan transparansi sami mawon alias sama saja. Tata kelola penyelenggaraan pemerintah daerah memiliki nilai reformasi dan birokrasi yang rendah. Belum lagi banyak kepala daerah, tak kurang dari 430 orang sejak 2004, yang menjadi terpidana kasus korupsi.

Berderet-deret persoalan itu jelas bukan perkara sembarangan. Ia tak bisa terus-terusan dibiarkan karena tak hanya berdampak pada rakyat setempat, tetapi juga bisa berimbas pada tujuan bernegara. Sekadar contoh, pemerintah daerah yang tertatih-tatih dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya sebagai amanat desentraliasi akan berakibat buruk pada kualitas sumber daya manusia nasional.

Betul bahwa sudah ada daerah yang mau dan mampu mengelola anggaran pendapatan dan belanja dengan baik. Namun, kemauan dan kemampuan itu belum merata sehingga ketimpangan pembangunan masih saja terasa.

Pada konteks itulah, sudah semestinya pembenahan terus dilakukan dengan meningkatkan pendampingan dan pengawasan. Konsep stick and carrot mesti betul-betul diterapkan. Beri penghargaan kepada daerah yang bagus dalam mengelola anggaran termasuk kucuran dana dari pusat. Sebaliknya, beri sanksi kepada mereka yang masih saja ugal-ugalan.

Sepatutnya pula pemerintah dan DPR secepatnya mengesahkan RUU Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. RUU ini penting karena didesain untuk mendorong upaya pengalokasian sumber daya nasional yang efektif dan efisien. Caranya, lewat hubungan keuangan pusat dan daerah yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan demi mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

Kita tak mungkin kembali ke masa lalu, ke masa sentralisasi. Semangat otonomi bagus, sangat bagus. Yang terpenting kini ialah meluruskan dan memastikan agar pelaksanaannya selaras dengan semangat itu.

Jangan sampai otonomi hanya dinikmati para penguasa dan raja-raja kecil di daerah. Jangan sampai pula desentralisasi terus menjadi desentralisasi korupsi.



Berita Lainnya
  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).