Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SITUASI pagebluk covid-19 yang sedang dalam tren menurun seperti saat ini sama sekali bukan pertanda bahwa kita boleh kehilangan kontrol. Waspada tetap harus menjadi kunci. Dari sisi regulator, salah satu bentuk kewaspadaan itu ialah tetap menguatkan tracing, testing, dan treatment alias 3T.
Dalam konteks itu, keputusan pemerintah menurunkan tarif tes antigen layak kita apresiasi. Pada Rabu (1/9), Kementerian Kesehatan menetapkan standar harga terbaru pemeriksaan rapid diagnostic test antigen (RDT-Ag) dari Rp250.000 menjadi Rp99.000 untuk Pulau Jawa dan Bali dan Rp109.000 untuk luar Pulau Jawa dan Bali.
Menurut Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), alasan utama penurunan harga itu karena produksi alat rapid test antigen di dalam negeri dari produsen lokal saat ini meningkat. Selain itu, harga bahan baku yang digunakan dalam pembuatan alat tes antigen di dalam negeri juga turun.
Ini kabar baik kedua setelah setengah bulan sebelumnya, juga melalui surat edaran Kementerian Kesehatan, batas tarif tertinggi tes PCR diturunkan. Kini, harga tes PCR di Jawa dan Bali paling mahal Rp495.000, sedangkan di daerah lain Rp525.000. Penurunan tarif tes PCR saat itu juga dipicu rendahnya harga reagen dan bahan habis pakai.
Terlepas dari alasan kian murahnya bahan baku maupun semakin dominannya produsen lokal dalam perkara tes korona tersebut, penurunan harga tes antigen dan PCR menguarkan pesan menggembirakan. Pada titik ini kita mesti menyambut positif munculnya kesadaran pemerintah bahwa tracing dan testing harus dikuatkan, salah satunya dengan cara menurunkan harga atau tarifnya.
Kita tahu lemahnya tracing akan membuat bias penanganan. Kalau ditambah lagi dengan testing yang seret, hasilnya adalah bencana. Mengapa? Tanpa tracing dan testing yang memadai, kita akan selalu gagal mengidentifikasi jumlah dan siapa saja yang terpapar virus. Kekacauan itu akan memberikan jalan bagi penularan virus, tanpa terdeteksi, tanpa terantisipasi.
Situasi seperti itu sempat kita alami. Penambahan jumlah kasus harian landai bukan karena penularannya terkendali, tetapi karena tracing dan testing-nya sangat minimal. Kiranya kita mesti menjaganya agar tidak kembali ke titik tersebut.
Kini, salah satu variabel yang dulu sempat membuat jumlah testing minim, yakni komponen harga, sudah ditekan. Sepatutnya itu menjadi modal kuat bagi pemerintah untuk melejitkan testing. Pada ujungnya hal tersebut akan membuat penanganan pandemi menjadi lebih baik.
Kian murahnya biaya tes juga akan membuat aktivitas tempat atau transportasi yang mensyaratkan tes antigen/PCR sedikit banyak mulai bergairah. Dari sudut pandang pemulihan ekonomi, hal itu tentu sangat positif dan mesti kita sokong.
Yang patut dijaga ialah pengawasannya. Dalam kasus penurunan harga tes PCR lalu, misalnya, masih ada sejumlah rumah sakit swasta dan klinik yang tidak segera menurunkan harga sesuai aturan dengan beragam dalih. Juga pengawasan terhadap kualitas testing yang tak boleh turun meskipun harga diturunkan.
Perkara apakah harga antigen maupun PCR itu masih kemahalan atau tidak, itu bisa kita debatkan, bisa kita diskusikan dengan pemerintah sebagai pengambil keputusan. Boleh jadi ada komponen-komponen biaya yang masih bisa ditekan lagi, atau barangkali pemerintah mau mengintervensinya dengan subsidi.
Idealnya, semakin murah biaya, kesediaan masyarakat untuk melakukan testing akan semakin besar. Kalau bisa murah, kenapa mesti mahal?
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved