Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Waspada meski Relaksasi

02/9/2021 05:00
Waspada meski Relaksasi
Ilustrasi MI(MI/Duta)

 

 

RELATIF stabilnya penurunan kasus covid-19 di Tanah Air jelas hal bagus. Penurunan kasus membuat pemerintah semakin memperluas relaksasi aturan.

Pada Rabu (31/8), Presiden Jokowi mengumumkan bahwa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 hanya tersisa di 25 kabupaten/kota dari semula 51 kabupaten/kota. Dengan hasil itu, PPKM level 3 dapat diterapkan di 76 kabupaten/kota dari semula 67 kabupaten/kota.

Selain itu, ada 17 kabupaten/kota dengan status PPKM turun ke level 2. Dengan demikian, total kabupaten/kota yang menerapkan PPKM level 2 menjadi 27. Adapun Dogiyai, Papua, menjadi satu-satunya kabupaten/kota dengan PPKM di level 1.

Penentuan level PPKM dikaji berdasarkan tiga level utama, yaitu indikator kasus, sistem kesehatan berdasarkan bantuan WHO, dan sosial ekonomi masyarakat. Jakarta dan aglomerasi Jabodetabek, misalnya, telah berhasil turun ke level 3 sejak 24 Agustus 2021 karena jumlah kasus yang terus menurun. BOR isolasi di Jakarta sudah 22%, yang artinya jauh dari batas aman 60%.

Penurunan level PPKM diharapkan semakin memulihkan geliat ekonomi. Pemerintah pun melonggarkan aturan di berbagai tempat usaha. Jam operasional mal di Jawa-Bali yang semula hingga pukul 20.00 menjadi hingga pukul 21.00. Kapasitas pengunjung untuk makan di tempat (dine-in) pun dinaikkan dari 25% menjadi 50%.

Di sisi lain, risiko relaksasi tidaklah sepele. Penurunan kasus dan relaksasi amat mudah membuat orang terlena.

Kita sendiri juga sudah punya pengalaman pahit akibat terlena dengan penurunan kasus. Pada Maret 2021, angin segar seolah berembus dengan penurunan kasus yang semula di kisaran 6.000 ke kisaran 4.000.

Meski penurunan sesungguhnya belum stabil, kedisiplinan masyarakat justru cepat melonggar. Berbagai anjuran stay at home mulai tidak diacuhkan termasuk mudik Lebaran. Berbagai faktor keteledoran, ditambah masuknya varian baru, akhirnya membuat kita dilanda tsunami covid-19. Bahkan, Indonesia menjadi episentrum baru, melampaui rekor kasus harian di India, pada pertengahan Juli 2021.

Pukulan itu haruslah jadi pelajaran mahal. Tsunami kasus covid-19 amat mudah terjadi akibat kelengahan.

Tsunami covid-19 bahkan di negara dengan tingkat vaksinasi bagus pun bisa terjadi. Amerika Serikat dalam beberapa minggu ini tengah mengalami tsunami itu.

Negara dengan tingkat vaksinasi dosis kedua telah mencapai lebih dari 52% populasi itu kini menderita 152.000 kasus covid-19 per hari sejak minggu lalu. Akibatnya, sistem rumah sakit yang sangat tertata di sana pun saat ini terancam kolaps.

Sebab itu, tidak ada tameng terbaik untuk covid-19 selain kewaspadaan. Virus yang terus bermutasi menjadi varian-varian baru membuat resistensi terhadap vaksin-vaksin yang ada.

WHO kini juga telah mengeluarkan peringatan baru akan munculnya varian Mu asal Kolombia. Jika varian delta memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, varian Mu disebutkan mempunyai sifat potensial untuk lolos dari sistem imun.

Kondisi itu memang bukan membawa apatisme terhadap vaksin yang ada. Target vaksinasi penting untuk terus dikejar sebab vaksinasi sudah menjadi perlindungan minimal di zaman virus mutan ini.

Untuk itu pula, selain terus menegakkan 3M, pemerintah sudah sepatutnya terus memuktahirkan sistem pemantauan dan pengaturan gerak masyarakat melalui aplikasi Peduli Lindungi. Rencana penandaan pasien korona dengan status hitam pada aplikasi adalah hal tepat.

Penandaan itu akan mencegah pasien bandel berpergian, bahkan pergi ke ruang publik. Pembaruan-pembaruan sejenis, termasuk untuk pengawasan kapasitas di berbagai ruang publik, semestinya juga dilakukan. Sudah saatnya teknologi berperan besar dalam menegakkan kewaspadaan di tengah relaksasi.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.