Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Satu Pintu Kebijakan Pangan

31/8/2021 05:00
Satu Pintu Kebijakan Pangan
(MI/Seno)

 

 

PRESIDEN Joko Widodo resmi membentuk badan baru di bidang pertanian. Namanya Badan Pangan Nasional, yang dibentuk dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 pada 29 Juli. Fungsi badan ini ialah melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pangan.

Badan Pangan Nasional dibentuk dan langsung berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden. Badan ini bertugas untuk koordinasi, penetapan kebijakan dan ketersediaan pangan, stabilisasi harga dan pasokan pangan, pelaksanaan pengadaan, pengelolaan dan penyaluran cadangan pangan, pelaksana pengendalian kerawanan pangan, pembenihan, hingga bimbingan teknis dan supervisi atas pangan.

Pembentukan badan ini memang sebuah kebutuhan. Tujuan besarnya untuk membangun kemandirian pangan. Membenahi karut-marut persoalan pangan, dan pemusatan kebijakan pangan juga dapat diimplementasikan. Kebijakan pangan menjadi satu pintu, tidak lagi diurus kementerian teknis seperti selama ini.

Setelah badan ini efektif bekerja diharapkan tidak ada lagi persoalan data pangan, tidak ada lagi saling menyalahkan antarkementerian. Badan ini mesti mampu membangun sinergi dan koordinasi kebijakan terkait pangan sehingga pengelolaan kebutuhan primer bangsa ini akan jauh lebih baik dan terkendali.

Harus diakui bahwa bangsa ini ironis. Bangsa yang dikaruniai kesuburan tanah yang tiada lawan, tapi masih jauh dari urusan kemandirian pangan. Jargon swasembada pangan sekadar janji politik. Faktanya bangsa ini masih terbelenggu impor pangan.

Badan Pangan Nasional diharapkan menjadi titik awal menuju bangsa yang mampu mandiri dalam urusan pangan. Agar Indonesia sebagai negara agraris, dengan potensi lahan sedemikian luas, mampu memberi makan rakyatnya dari hasil bumi sendiri.

Sebagai institusi baru yang berada langsung di bawah presiden, Badan Pangan Nasional memiliki kewenangan besar untuk membuat regulasi dan kebijakan pangan. Ada sembilan komoditas pangan yang ditanganinya, yaitu beras, jagung, kedelai, gula konsumsi, bawang, telur unggas, daging ruminansia, daging unggas, dan cabai.

Dengan luasnya kewenangan, badan ini diharapkan mampu mengatasi sumbatan-sumbatan, menuntaskan persoalan-persoalan yang selama ini menghambat upaya mencapai kemandirian pangan.

Selain itu, mendongkrak produksi pangan dalam negeri sekaligus meningkatkan hajat hidup petani, juga dituntut untuk membenahi impor pangan serta membereskan urusan distribusi hingga mencegah terjadinya spekulasi harga pangan. Dan, yang tidak boleh diabaikan, ialah mewujudkan kebijakan diversifikasi pangan.

Tentunya dengan konsekuensi butuh dukungan penuh dari kementerian teknis karena sejumlah kewenangan masih melekat di kementerian terkait. Di sinilah tugas berat Badan Pangan Nasional untuk menjadi dirigen kebijakan pangan yang menyeluruh.

Memastikan tidak ada lagi ketidakharmonisan kebijakan beberapa menteri dan lembaga negara dalam urusan pangan nasional. Pengelolaan pangan dari hulu ke hilir pun harus membaik, dari produksi, pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi pangan.

Badan ini juga harus memastikan harmonisasi kebijakan pangan. Dengan begitu, tak ada lagi misalnya ketika panen raya, pasar dibanjiri beras impor. Begitu pun saat harga di konsumen rendah atau tinggi, tidak lagi melakukan operasi pasar serampangan.

Badan Pangan Nasional mestinya menjadi solusi persoalan. Ia adalah perwujudan hadirnya tangan negara yang bekerja dan memastikan hal ihwal menyangkut hajat hidup pokok seluruh rakyat. Paling penting lagi, persoalan pangan tidak lagi dikuasai para mafia impor pangan.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.