Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Turunkan Harga Tes PCR

14/8/2021 05:00
Turunkan Harga Tes PCR
(MI/Duta)

 

 

BIAYA mahal tes polymerase chain reaction (PCR) kembali disorot masyarakat. Disorot karena harganya mencapai sepuluh kali lipat dari India. Padahal, PCR berperan mendeteksi virus korona.

Pemerintah memang sudah menetapkan tarif batas tertinggi untuk swab PCR mandiri sebesar Rp900 ribu. Keputusan itu diambil setelah suka-suka penyedia jasa menetapkan tarif selangit.

Penetapan tarif batas atas tes PCR oleh pemerintah tentu saja berdasarkan kajian mendalam dan komprehensif. Akan tetapi, ketika diketahui terpaut jauhnya harga tes PCR di India dengan Indonesia, sudah saatnya pemerintah mengkaji ulang.

Saat ini harga tes PCR di India semakin murah, di bawah Rp100 ribu. Wajar, sangat wajar, jika kini ramai-ramai masyarakat menyuarakan penurunan harga tes PCR di Indonesia. Kalau India bisa, kenapa Indonesia tidak bisa menurukan biaya tes PCR?

Harga tes PCR yang murah meriah itu patut didukung. Kemenkes boleh-boleh saja berdalih penetapan harga tertinggi PCR ini telah dikonsultasikan dengan berbagai pihak, termasuk auditor. Meski demikian, Kemenkes juga mengaku terbuka menerima masukan, kritik, dan saran terkait hal ini.

Tes PCR sangat dibutuhkan dalam kegiatan 3T, yaitu pemeriksaan (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Kegiatan 3T yang menjadi tugas pemerintah itu mesti dibarengi dengan 3M (menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker) di tingkat masyarakat. Apalagi, kini penggunaan tes PCR diperluas sebagai syarat kegiatan di ruang publik dan perjalanan.

Ketika terjadi lonjakan angka positif covid-19, kegiatan 3T mesti digencarkan. Akan tetapi, harga tes PCR yang masih selangit itu menjadi salah satu sebab 3T tidak bisa dijalankan sebagaimana yang diharapkan.

Lonjakan kasus covid-19 terjadi di luar Jawa-Bali yang masyarakatnya tidak punya kemampuan membiayai tes PCR. Karena itulah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyumbangkan 1,6 juta alat rapid test antigen untuk mempercepat deteksi kasus covid-19.

Secara khusus WHO menyoroti tujuh provinsi di Indonesia dengan laju penularan tinggi covid-19 dalam satu pekan, 2 sampai 8 Agustus 2021. Laju penularan itu dihitung per 100 ribu penduduk.

Laporan WHO yang dirilis kemarin menyebut laju penularan tertinggi di Kalimantan Utara, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Bali, dan Kepulauan Riau.

WHO juga menyoroti lima provinsi di luar Jawa-Bali yang terus mengalami peningkatan jumlah kasus di atas 25%, yaitu Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Aceh, Gorontalo, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Sorotan WHO itu hendaknya menjadi peringatan bagi kepala daerah untuk lebih giat lagi mengatasi penularan covid-19. Mereka tidak boleh kendur dalam menerapkan protokol pengendalian covid-19, termasuk melaksanakan tes dan tracing. Selain itu, mereka harus pula menyiapkan berbagai fasilitas kesehatan guna menanggulangi lonjakan pasien, sekaligus untuk menekan angka kematian.

Terpapar covid-19 bukanlah aib sehingga data aktif termasuk kematian jangan disembunyikan. Kepala daerah tidak perlu malu jika wilayahnya masuk dalam zona merah sekalipun.

Data penting untuk melacak dan melokalisasi penularan. Itu sebabnya WHO menyerukan pentingnya tes dan tracing karena data itulah yang jadi komponen penting guna memutus rantai penyebaran virus. Tes bisa diperbanyak jika biaya tes PCR segera diturunkan.



Berita Lainnya
  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).