Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAK virus penyebab covid-19 begitu cepat. Sudah lebih dari satu setengah tahun mereka menebar teror, tetapi belum ada tampak sedikit pun kelelahan. Kecepatan menyebar, kecepatan bermutasi, hingga kecepatan mereka memakan korban sangat sulit diimbangi kemampuan pemerintah membuat kebijakan untuk meredam wabah tersebut.
Kebijakan dan regulasi semestinya menyesuaikan dengan dinamika situasi pandemi yang amat mudah berubah. Sejak awal pagebluk hingga kini perubahan banyak terjadi dan terus menuntut penyesuaian-penyesuaian dalam meresponsnya. Saking cepatnya perubahan-perubahan itu, regulasi dan birokrasi kerap tertinggal.
Dalam kondisi tidak normal seperti sekarang ini, sesungguhnya ketertinggalan masih bisa dimaklumi. Syaratnya, ada komunikasi publik yang mumpuni dari pemerintah. Dengan komunikasi publik yang baik, pemerintah setidaknya akan mampu meminimalkan kendala terkait dengan regulasi.
Namun sayangnya, sampai sejauh ini pandemi menghantam negeri, kita belum melihat sebuah pola komunikasi pemerintah kepada publik yang bernas dan efektif. Malah, seperti pernah disinggung Presiden Joko Widodo, cara berkomunikasinya bikin frustrasi masyarakat.
Terkadang informasi yang disampaikan satu pejabat dengan pejabat lain berbeda. Tanpa desain, tanpa pola yang komprehensif. Pada isu-isu tertentu, kita bahkan seperti melihat ada ‘perlombaan’ juru bicara. Masing-masing merasa menjadi juru bicara yang pada ujungnya alih-alih menambah variasi informasi, malah menimbulkan kebingungan publik.
Pun, kebanyakan informasi yang diberikan bukan informasi tentang apa yang ingin publik dengar, melainkan informasi yang menurut pemerintah akan didengar publik. Akibatnya, dalam konteks pandemi ini, masyarakat tak memahaminya secara utuh. Sebagian menganggapnya serius, tapi tak sedikit pula yang meresponsnya masa bodoh karena tak mendapat asupan informasi yang memadai.
Sebetulnya pemerintah sudah punya Protokol Komunikasi Publik terkait dengan penanganan covid-19. Intisari dari protokol itu ada dua, komunikasi itu harus mampu menciptakan optimisme dan ketenangan di masyarakat. Salah satunya dengan membangun persepsi bahwa negara hadir dan tanggap dalam mengendalikan situasi krisis yang terjadi.
Tidak ada yang menyangkal negara sudah hadir dalam penanganan covid-19. Akan tetapi, buruknya pola komunikasi pada titik-titik tertentu membuat seolah-olah negara absen. Bahkan, komunikasi sering terhambat antarpemerintah itu sendiri. Antara pusat dan daerah kerap terjadi ketidaksinkronan komunikasi yang berakibat tidak berjalannya berbagai program dengan mulus.
Demi penanganan covid-19 yang lebih mangkus, desain komunikasi publik ini harus cepat diperbaiki. Jika negara ingin menarik partisipasi masyarakat, mengajak mereka bahu-membahu mengatasi pandemi, setidaknya pemerintah mau me-restart yang sudah dilakukan sekarang. Kembalikan ke spirit protokol komunikasi publik yang ada.
Bagaimana pemerintah mau membangkitkan partisipasi publik kalau masyarakat sendiri kerap menemui kegagalan dalam menangkap informasi yang akurat? Bagaimana pemerintah berharap masyarakat tidak frustrasi bila mereka dibiarkan berada di belantara informasi karena tidak adanya kanal tunggal informasi publik?
Jika tak ada pembenahan cepat, hoaks yang akan mengambil untung. Hoaks bakal berpesta di tengah kebingungan publik ini. Karena itu, mulai saat ini narasi pemerintah kepada publik harus jelas, argumentatif, dan tidak intimidatif sehingga tak menimbulkan misinterpretasi dan kebingungan masyarakat.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.
PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.
RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.
FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.
Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.
DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved