Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Panggilan Sosial untuk Dunia Usaha

28/7/2021 05:00
Panggilan Sosial untuk Dunia Usaha
Editorial(MI. Seno)

 

 

PANDEMI covid-19 yang berkepanjangan membuat banyak pihak kewalahan. Di saat warga dibuat kalang kabut karena arus kas rumah tangga tersendat bahkan sampai macet, pemerintah pun tidak kalah bingung.

Sejumlah pemerintahan daerah mulai mengeluhkan kekurangan anggaran untuk menanggulangi dampak wabah. Mereka waswas kecukupan dana tidak bisa bertahan sampai tutup tahun anggaran karena tingginya kebutuhan penanganan pandemi. Di sisi lain, pendapatan asli daerah anjlok.

Situasi itu mendorong beberapa pemda memutar otak untuk mencari sumber dana lainnya. Salah satunya dengan menggandeng badan-badan usaha hingga menggerakkan warga untuk berkolaborasi memberi sumbangan dalam bentuk uang, barang, maupun jasa.

Kolaborasi semacam itu sudah beberapa kali digalang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak awal pandemi. Hanya kolaborasinya masih perlu lebih dimasifkan agar segenap pengusaha dan warga yang mampu ikut terpanggil dan bergerak membantu.

Belakangan beberapa pemda mengikuti jejak DKI Jakarta. Panggilan kepada dunia usaha diperkuat oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang meminta badan-badan usaha mengalokasikan dana tanggung jawab sosial mereka untuk kolaborasi penanggulangan pandemi.

Memang, pandemi telah memukul dunia usaha. Akan tetapi, tidak semuanya tersungkur. Masih banyak perusahaan yang mampu meraup keuntungan di masa pandemi dengan nilai ratusan miliaran sampai puluhan triliun rupiah.

Malah, tidak sedikit pula badan-badan usaha dan pengusaha justru beroleh laba berlipat. Mereka itu yang diharapkan bersedia tampil terdepan mengulurkan tangan untuk meringankan beban masyarakat yang terimpit dampak pandemi.

Contohlah keluarga almarhum Akidi Tio, pengusaha sukses asal Langsa, Aceh, yang menetap di Sumatra Selatan (Sumsel). Mereka dengan inisiatif sendiri dilandasi kepekaan sosial yang tinggi menyumbangkan Rp2 triliun kepada Pemerintah Provinsi Sumsel. Sumbangan Rp2 triliun itu setara empat kali lipat anggaran covid-19 yang dialokasikan Pemprov Sumsel tahun ini.

Pilihan untuk menyumbang lewat pemprov sekaligus menunjukkan kepercayaan yang besar kepada pemerintah daerah dalam memanfaatkan dana tersebut dengan baik tanpa penyelewengan. Pun, pemerintah daerah sudah seharusnya mampu menjadi motor dalam kolaborasi penanggulangan wabah.

Dengan bermodal data yang lengkap terkait penanganan pandemi, pemda seharusnya dapat mengoordinasikan pemanfaatan bantuan agar tidak tumpang-tindih. Untuk bansos, misalnya, jangan sampai ada warga yang tengah terpuruk sama sekali tidak mendapat bantuan, sedangkan warga lain memperoleh bantuan bertubi-tubi dari berbagai pendonor.

Tidak ada salahnya bila pengusaha ingin menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat. Bisa dengan membuka dapur-dapur umum, memberikan paket sembako, obatan-obatan, sampai yang berbentuk tabung oksigen. Kendati begitu, alangkah lebih baiknya jika pemberian bantuan terkoordinasi agar merata mencapai seluruh warga yang memerlukan.

Badan-badan usaha yang 'makmur' dapat pula memperluas cakupan program vaksinasi gotong royong ke konsumen mereka atau masyarakat luas. Mereka bisa menggandeng mitra-mitra usaha yang tidak memiliki kemampuan untuk mengadakan vaksinasi bagi karyawan. Hasil akhirnya ialah vaksin harus diberikan secara gratis kepada sasaran vaksinasi.

Kompak, bergerak bersama, berkolaborasi dengan semangat gotong royong, dan saling peduli akan memperkuat upaya menuntaskan wabah covid-19. Yang kita inginkan bukan sekadar imbauan atau slogan, melainkan benar-benar menjelma sebagai aksi nyata memenuhi panggilan sosial.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.