Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Presiden Sentil Penumpukan Vaksin

19/7/2021 05:00
Presiden Sentil Penumpukan Vaksin
(MI/Duta)

 

 

TARGET vaksinasi setinggi gunung, tapi realisasinya masih sekaki bukit. Penyebabnya bukan kekurangan stok, melainkan stoknya malah menumpuk di gudang.

Sudah 26 kali pemerintah menerima vaksin, baik vaksin jadi maupun dalam bentuk bahan baku (bulk) hingga 16 Juli. Total yang telah diterima sebanyak 141.315.880 dosis vaksin dari berbagai produk.

Namun, jumlah penerima vaksin pertama hingga 17 Juli baru mencapai 41.268.627 orang. Yang sudah menerima vaksinasi kedua sebanyak 16.217.855 orang. Dengan demikian, total penerima vaksin pertama dan kedua sebanyak 57.486.482 orang.

Jumlah penerima vaksin masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah, yaitu sebanyak 208.265.720 orang. Penerima vaksin baru 27,6%. Padahal, menurut WHO, ambang batas orang yang harus tervaksinasi untuk mencapai kekebalan komunitas berada di rentang 60%-70% dari total populasi di suatu wilayah.

Data vaksinasi yang kurang menggembirakan itulah yang membuat Presiden Joko Widodo menyentil Kementerian Kesehatan saat rapat terbatas penanganan pandemi covid-19 pada 16 Juli. Disentil karena adanya penumpukan vaksin di gudang.

Adanya ketimpangan antara pasokan vaksin dari luar negeri dan realisasi vaksinasi disimpulkan Presiden disebabkan terlalu besarnya stok yang ada, baik mungkin di Bio Farma maupun di Kementerian Kesehatan atau mungkin di provinsi, di kabupaten, di kota, di rumah sakit, di puskesmas-puskesmas.

Karena itulah, Presiden meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk tidak menstok vaksin. “Artinya, dikirim langsung habiskan, kirim habiskan, kirim habiskan, karena kita ingin mengejar vaksinasi ini secepat-cepatnya,” kata Presiden.

Bila permintaan Presiden itu konsisten dilaksanakan, tentu tidak ada daerah yang gelisah akibat kehabisan jatah stok vaksin covid-19. Vaksinasi di Sumatra Selatan, misalnya, saat ini terkendala oleh ketersediaan vaksin. Sumatra Barat juga kehabisan stok vaksin.

Kehabisan stok vaksin di daerah memperlihatkan begitu tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Fakta itu terkonfirmasi dari hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dirilis kemarin bahwa mayoritas masyarakat, yakni 84,9%, setuju dengan program vaksinasi covid-19 oleh pemerintah.

Sejauh ini, Bali menjadi provinsi dengan persentase tertinggi vaksinasi dosis pertama sebesar 81,35%, diikuti DKI Jakarta dengan 72%. Presiden sudah menginstruksikan untuk fokus vaksinasi di tiga provinsi yang tingkat vaksinasinya di bawah 15%, yaitu Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Mempercepat vaksinasi di Jawa amat penting untuk mencapai kekebalan komunitas bisa tercapai paling lambat pertengahan September. Mestinya tidak ada kendala untuk mempercepat vaksinasi asalkan ada kemauan. Ketika kemauan itu ada, buktinya pernah dalam sehari bisa 2,3 juta orang menerima vaksin.

Pemerintah daerah mestinya lebih proaktif lagi melakukan vaksinasi, jangan hanya menunggu vaksinasi yang diinisiasi TNI dan Polri. Kesehatan itu menjadi tanggung jawab daerah.

Eloknya, pemerintah mulai melakukan vaksinasi door to door. Vaksinasi ketuk pintu sangat mendesak dilakukan karena saat ini penularan covid-19 lebih banyak di klaster keluarga.

Mempercepat vaksinasi hendaknya menjadi ikhtiar bangsa. Jangan sekali-kali kasih kendur ikhtiar itu agar pencapaian vaksinasi benar-benar sesuai dengan target setinggi gunung. Karena itu, jangan menumpukkan vaksin di gudang, tapi segera gunakan.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.