Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Konglomerat Bantu Rakyat

17/7/2021 05:00
Konglomerat Bantu Rakyat
Editorial(MI.Duta)

 

 

KEBIJAKAN pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali sudah berjalan 14 hari sejak 3 Juli. Namun, belum seluruh masyarakat terdampak menerima bantuan sosial.

Warga Tangerang belum menerima bansos. Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah berharap agar Kementerian Sosial segera mencairkan bansos kepada masyarakat. "Kami sudah berkoordinasi dengan Kemensos, katanya bantuan itu akan segera cair pada minggu-minggu ini,” kata Arief, kemarin.

Kepala daerah memang harus bertanggung jawab atas pencairan bansos. Tanggung jawab itu tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 16 Tahun 2021. Disebutkan bahwa tanggung jawab pemda untuk memastikan bantuan-bantuan sosial terkoordinasi dengan baik, sinkron, serta ada titik temu antara bantuan yang berasal dari pusat dan daerah.

Membantu masyarakat yang terdampak oleh covid-19 jangan dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Setiap orang, dengan caranya sendiri, bisa memberikan bantuan. Bukankah orang yang paling baik ialah orang yang bermanfaat bagi orang lain?

Kebijakan Pemkab Cianjur, Jawa Barat, patut direplikasi daerah lain. Semua aparatur sipil negara di daerah itu diwajibkan menyisihkan 2,5% gaji mereka untuk membantu warga yang terdampak oleh covid-19.

Jika ASN saja bisa membantu orang lain dari kekurangannya, mestinya mereka yang berkelebihan ikut membantu sesama. Apalagi, terungkap fakta bahwa orang kaya di Indonesia pada 2020 justru semakin bertambah.

Berdasarkan laporan Credit Suisse, jumlah orang dengan kekayaan di atas US$1 juta atau setara dengan Rp14,49 miliar di Indonesia ada sebanyak 172 ribu orang, atau bertambah 62,3% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurut laporan tersebut, jumlah orang kaya bertambah karena kenaikan harga aset.

Harus jujur dikatakan bahwa jumlah jari tangan masih terlalu banyak untuk menghitung konglomerat yang berbagi untuk sesama. Karena itu, kiranya tepat ajakan Ketua Dewan Perwakilan Daerah La Nyalla Mattalitti agar para konglomerat membantu ekonomi masyarakat yang kesulitan akibat PPKM darurat.

Kita yakin orang-orang kaya ingin berbagi, hanya caranya mereka tidak tahu. Karena itu, pemerintah perlu mengajak para konglomerat memberikan pertolongan dan dukungan pada orang-orang yang berkesusahan akibat pandemi covid-19.

Harus diakui, pandemi ini tidak hanya menggerogoti kesehatan masyarakat, tetapi juga ekonomi. Patut diapresiasi para pengusaha yang ikut membantu menyediakan fasilitas kesehatan, menyelenggarakan program vaksinasi gratis, hingga memberikan bantuan tabung oksigen.

Alangkah eloknya jika para konglomerat lainnya, yang kekayaannya justru meningkat berkali-kali lipat di tengah wabah ini, mau merogoh kocek lebih dalam lagi untuk membantu bangsa yang sedang porak-poranda dihantam pandemi ini.

Selain kekompakan untuk berbagi, dalam perang melawan pandemi ini tentunya juga dibutuhkan kedisiplinan. Berbagai kebijakan dan perjuangan para petugas kesehatan di garda terdepan bakal sia-sia jika masyarakat tidak disiplin.

Baik pejabat maupun masyarakat harus mematuhi semua protokol kesehatan, taati kebijakan PPKM, dan ikuti program vaksinasi. Semua kebijakan itu demi kemaslahatan dan keselamatan bersama.

Aparat dan petugas di lapangan pun mesti sigap dan tegas. Jangan ada lagi oknum-oknum yang memanfaatkan kebijakan ini untuk kepentingan pribadi, dengan membuat surat antigen atau PCR palsu, misalnya. Begitu pula mereka yang menimbun obat serta tabung oksigen mesti ditindak agar memberikan efek jera.

Bertahan hidup di tengah pandemi covid-19 tidak bisa dilakukan sendiri. Kepedulian kepada sesama harus berjalan seiring dengan upaya menekan laju penularan covid-19. Kekompakan dan rasa kemanusiaan menjadi keutamaan.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.