Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Nyawa di Balik Angka Buat Keder

16/7/2021 05:00
Nyawa di Balik Angka Buat Keder
Ilustrasi(MI/DUTA)

 

 

AMUKAN covid-19 di Indonesia kian membuat keder. Peningkatan demi peningkatan kasus pasien terkonfirmasi positif terus terjadi dalam deretan angka yang tak lagi bisa dianggap biasa-biasa saja. Sejumlah titik psikologis sudah berkali-kali dilampaui hingga sekarang bertengger di atas angka 50 ribu penambahan kasus per hari.

Bahkan, penambahan pa­sien terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 54.517 orang yang dirilis Satgas Covid-19, Kamis (15/7), sangat mungkin belumlah mencerminkan situasi terburuk dari pandemi ini di Tanah Air. Ada proyeksi angka harian covid-19 itu masih akan terus bertambah seiring dengan dilipatgandakannya upaya testing dan tracing dari kontak erat covid-19.

Kalau membaca angkanya saja membuat keder, fakta di lapangan tak kalah memiriskan. Rumah sakit membeludak, krisis obat dan oksigen di banyak tempat, tenaga kesehatan pun sudah teramat kewalahan.

Kini, bahkan banyak pula kematian datang dari pasien-pasien isolasi mandiri (isoman) yang terlambat mendapatkan penanganan ketika kondisi mereka drop dan membutuhkan perawatan.
Dengan melihat fakta-fakta itulah semestinya cara kita memaknai lonjakan angka kasus covid-19 agar tak terjebak dengan frasa-frasa yang bombastis tapi nihil rasa.

Angka bukan sekadar simbol numerik yang seolah akan terlihat keren ketika mencapai rekor tertinggi. Di balik angka itu, ada nyawa yang perlu diselamatkan, ada warga negara yang harus dilindungi.

Pun, cara pandang seperti itulah yang seharusnya menjadi latar belakang pemerintah menyiapkan kebijakan maupun skenario, mulai situasi dengan kegawatan ringan hingga yang terburuk. Tidak sekadar memperindah angka di atas kertas statistik atau menghaluskan kata-kata sehingga seakan-akan situasi selalu terkendali.

Data memang tak seharusnya ditutupi karena data yang akuratlah yang menjadi landasan kita menentukan langkah penanganan yang tepat. Jika kebijakan atau skenario berangkat dari data dan analisis yang tak jujur, kita sesungguhnya sedang membuang-buang waktu, sedangkan si virus terus bergerak tak pernah menyia-nyiakan waktu.

Temukan akar masalahnya melalui data lapangan yang kredibel. Dari situlah semua mestinya dimulai dan dievaluasi. Dengan dasar itu, kita bisa berharap kepada pemerintah melakukan tindakan luar biasa untuk pengendalian covid-19.  Skenario terburuk yang akan disiapkan pemerintah pun idealnya juga didasari data yang tak sekadar angka, tapi juga kejujuran melihat realita di lapangan.

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang akan diperpanjang barangkali merupakan kebijakan yang sudah mesti dilakukan bila melihat mata rantai penyebaran virus korona yang tak juga melambat.

Akan tetapi, untuk memperpanjang itu pun pelaksanaan PPKM darurat sekarang ini harus dievalusi menyeluruh agar penerapannya dapat lebih efektif.

Itu di hulu penyebaran. Pada saat yang sama, negara juga mesti membereskan satu per satu masalah di hilir. Kita mendukung pemberian obat gratis untuk pasien isoman, terutama di wilayah-wilayah berisiko tinggi, yang kemarin diluncurkan Presiden.

Namun, tak boleh itu hanya berhenti pada seremoni. Harus ada koordinasi kuat dalam implementasinya dan tak kalah penting ialah pengawasan.

Harus diingat pula, persoalan obat hanya satu dari banyak persoalan di sisi hilir. Persoalan di rumah sakit yang amat kompleks, tentang krisis tenaga kesehatan, tentang pasokan oksigen, serta obat-obatan yang kadang-kadang malah dimain-mainkan para penjahat dagang, tentang para pasien isoman yang bertumbangan, dan berderet persoalan lain.

Akumulasi masalah itulah yang membuat kasus covid-19 di negeri ini melonjak tinggi. Tugas berat pemerintah dan kita semua untuk mengikis masalah itu satu demi satu.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.