Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Vaksinasi Ketuk Pintu

15/7/2021 05:00
Vaksinasi Ketuk Pintu
(MI/Duta)

 

 

PROKES dan vaksin ialah dua sisi mata uang dalam perang covid-19. Prokes 5M mutlak untuk mencegah penularan, sedangkan vaksin mutlak untuk mencegah kolapsnya faskes.

Namun, keduanya berbeda. Prokes bisa dijalankan tiap orang secara mandiri, tidak demikian dengan vaksin. Akses vaksin bukan hanya bergantung pada ketersediaan dosis dari pemerintah, melainkan juga soal harga untuk vaksin gotong royong.

Soal penyaluran program vaksin gratis pemerintah, apresiasi kita berikan. Capaian vaksinasi naik turun padahal target harian dari Presiden Joko Widodo kian melambung.

Program vaksinasi gratis terus digelar di berbagai tempat dengan kerja sama berbagai institusi. Satgas Penanganan Covid-19, pada Selasa (13/7), melaporkan jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis pertama, yakni sebanyak 36.395.019 orang. Sementara itu, penerima vaksin covid-19 dosis kedua menjadi 15.0316.468 orang.

Meski kian menggembirakan, adanya fluktuasi vaksinasi harian tidak bisa dianggap sepele. Pemerintah harus segera merespons segala kendala di lapangan. Ini bukan hanya demi wajah pemerintah yang menargetkan 2 juta vaksin per hari pada Agustus, melainkan juga demi kecepatan menghindari kolapsnya faskes.

Terlebih, kendala capaian vaksinasi sudah disuarakan baik oleh petugas maupun masyarakat sendiri. Tingginya kasus dan penerapan PPKM darurat membuat masyarakat takut dan susah untuk vaksinasi walau sangat ingin.

Sebab itu, semestinya pemerintah segera menghadirkan solusi. Langkah Badan Intelijen Negara (BIN) yang menjalankan vaksinasi door to door (ketuk pintu) harus direplikasi. Vaksinasi ketuk pintu BIN menyasar 50 ribu orang di 14 provinsi episentrum covid-19.

Dalam pelaksanaan di Jakarta dan Medan, kemarin, vaksinasi ketuk pintu ini terbukti disambut warga. Mereka tidak saja merasa dimudahkan, tetapi juga terlindungi karena tidak perlu keluar rumah di saat kasus menggila.

Pemerintah mesti segera menggandeng lebih banyak pihak yang tentunya kapabel dalam melaksanakan vaksinasi ketuk pintu. Memang, vaksinasi ketuk pintu membutuhkan lebih banyak SDM dalam pelaksanaannya. Namun, ketika vaksinasi terpusat kerap malah menjadi tempat pelanggaran prokes akibat ketidaksiapan penertiban peserta, vaksinasi ketuk pintu sudah saatnya jadi pilihan.

Jika bicara vaksinasi gotong royong, kemudahan bukan saja soal layanan, melainkan juga lebih pada harga. Faktor ini tidak bisa dimungkiri sebab rangkaian fakta dan pernyataan pemerintah menunjukkan harga menjadi kendala tidak berjalannya vaksinasi berbayar perusahaan.

Dari awalnya 28 ribu perusahaan yang mendaftar untuk program itu, hanya sekitar 238 perusahaan yang telah ambil bagian. Sebagaimana yang diakui banyak perusahaan, tingginya harga membuat mereka mundur. Hal ini jelas menyedihkan karena jika berhasil, sebenarnya ada 10,5 juta karyawan dan keluarganya tercakup di program tersebut.

Sepatutnya pemerintah tetap menekankan komitmen perusahaan untuk melanjutkan program vaksin berbayarnya. Penyesuaian harga harusnya menjadi pilihan ketimbang pada akhirnya vaksin-vaksin menjadi kedaluwarsa.

Seandainya harga menjadi faktor tanpa tawar, pemerintah semestinya bisa memberi imbal lewat instrumen lainnya, contohnya keringanan pajak. Berbagai kemudahan memang kini harus dibuat pemerintah karena banyak perusahaan sudah di titik nadir.

Pemerintah sudah semestinya kini menempatkan perusahaan sebagai agen suksesnya vaksinasi. Pandemi telah menjadi tantangan bersama, perang ini juga harus dihadapi bersama, termasuk melaksanakan vaksinasi ketuk pintu.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.