Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PROKES dan vaksin ialah dua sisi mata uang dalam perang covid-19. Prokes 5M mutlak untuk mencegah penularan, sedangkan vaksin mutlak untuk mencegah kolapsnya faskes.
Namun, keduanya berbeda. Prokes bisa dijalankan tiap orang secara mandiri, tidak demikian dengan vaksin. Akses vaksin bukan hanya bergantung pada ketersediaan dosis dari pemerintah, melainkan juga soal harga untuk vaksin gotong royong.
Soal penyaluran program vaksin gratis pemerintah, apresiasi kita berikan. Capaian vaksinasi naik turun padahal target harian dari Presiden Joko Widodo kian melambung.
Program vaksinasi gratis terus digelar di berbagai tempat dengan kerja sama berbagai institusi. Satgas Penanganan Covid-19, pada Selasa (13/7), melaporkan jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis pertama, yakni sebanyak 36.395.019 orang. Sementara itu, penerima vaksin covid-19 dosis kedua menjadi 15.0316.468 orang.
Meski kian menggembirakan, adanya fluktuasi vaksinasi harian tidak bisa dianggap sepele. Pemerintah harus segera merespons segala kendala di lapangan. Ini bukan hanya demi wajah pemerintah yang menargetkan 2 juta vaksin per hari pada Agustus, melainkan juga demi kecepatan menghindari kolapsnya faskes.
Terlebih, kendala capaian vaksinasi sudah disuarakan baik oleh petugas maupun masyarakat sendiri. Tingginya kasus dan penerapan PPKM darurat membuat masyarakat takut dan susah untuk vaksinasi walau sangat ingin.
Sebab itu, semestinya pemerintah segera menghadirkan solusi. Langkah Badan Intelijen Negara (BIN) yang menjalankan vaksinasi door to door (ketuk pintu) harus direplikasi. Vaksinasi ketuk pintu BIN menyasar 50 ribu orang di 14 provinsi episentrum covid-19.
Dalam pelaksanaan di Jakarta dan Medan, kemarin, vaksinasi ketuk pintu ini terbukti disambut warga. Mereka tidak saja merasa dimudahkan, tetapi juga terlindungi karena tidak perlu keluar rumah di saat kasus menggila.
Pemerintah mesti segera menggandeng lebih banyak pihak yang tentunya kapabel dalam melaksanakan vaksinasi ketuk pintu. Memang, vaksinasi ketuk pintu membutuhkan lebih banyak SDM dalam pelaksanaannya. Namun, ketika vaksinasi terpusat kerap malah menjadi tempat pelanggaran prokes akibat ketidaksiapan penertiban peserta, vaksinasi ketuk pintu sudah saatnya jadi pilihan.
Jika bicara vaksinasi gotong royong, kemudahan bukan saja soal layanan, melainkan juga lebih pada harga. Faktor ini tidak bisa dimungkiri sebab rangkaian fakta dan pernyataan pemerintah menunjukkan harga menjadi kendala tidak berjalannya vaksinasi berbayar perusahaan.
Dari awalnya 28 ribu perusahaan yang mendaftar untuk program itu, hanya sekitar 238 perusahaan yang telah ambil bagian. Sebagaimana yang diakui banyak perusahaan, tingginya harga membuat mereka mundur. Hal ini jelas menyedihkan karena jika berhasil, sebenarnya ada 10,5 juta karyawan dan keluarganya tercakup di program tersebut.
Sepatutnya pemerintah tetap menekankan komitmen perusahaan untuk melanjutkan program vaksin berbayarnya. Penyesuaian harga harusnya menjadi pilihan ketimbang pada akhirnya vaksin-vaksin menjadi kedaluwarsa.
Seandainya harga menjadi faktor tanpa tawar, pemerintah semestinya bisa memberi imbal lewat instrumen lainnya, contohnya keringanan pajak. Berbagai kemudahan memang kini harus dibuat pemerintah karena banyak perusahaan sudah di titik nadir.
Pemerintah sudah semestinya kini menempatkan perusahaan sebagai agen suksesnya vaksinasi. Pandemi telah menjadi tantangan bersama, perang ini juga harus dihadapi bersama, termasuk melaksanakan vaksinasi ketuk pintu.
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved