Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN presiden (pilpres) masih tiga tahun lagi. Namun, hiruk-pikuknya sudah mulai terdengar dan semakin kencang. Para elite politik dengan segala polah mereka, baik yang terang-terangan maupun melalui dalih kegiatan pelayanan publik, menyodorkan diri atau tokoh lain untuk dipopulerkan menuju Pilpres 2024.
Bukan hanya partai politik, mereka membutuhkan mesin lain untuk mengerek elektabilitas di ajang pemilu kelak. Kekuatan relawan pun dilirik dan yang terlihat paling menarik tidak lain ialah relawan pendukung Presiden Joko Widodo. Mereka jelas sudah teruji hingga mampu dua kali mengantarkan Jokowi ke kursi RI-1.
Rupanya sudah ada yang mengarahkan dukungan ke tokoh-tokoh tertentu yang ingin melaju ke kontestasi Pilpres 2024. Presiden Jokowi dalam arahannya di hadapan para relawan yang tergabung dalam Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi sampai meminta relawan bersabar, tidak terburu-buru menentukan dukungan.
Jokowi mengingatkan masih ada waktu untuk mengamati dan mempelajari konstelasi politik sebelum menentukan dukungan. Pada saatnya nanti, ia pun akan menyampaikan arah kemudi kapal besar para relawannya. Jokowi lantas mengajak segenap kelompok pendukungnya untuk fokus membantu pemerintah mengatasi pandemi covid-19 dan dampaknya terhadap penghidupan rakyat.
Arahan Jokowi itu sekaligus menegaskan posisinya yang sementara ini netral di tengah perebutan tiket kandidat calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2024. Itu termasuk, terutama di partai asal Jokowi sendiri, yakni PDI Perjuangan.
Manuver relawan dapat menyeret-nyeret Jokowi dalam situasi dukung-mendukung yang terlampau dini. Padahal, Jokowi masih menjalankan tugas dan kewajiban sebagai presiden RI yang menaungi kepentingan seluruh rakyat Indonesia.
Pemerintah juga masih sangat disibukkan oleh upaya mengakhiri wabah covid-19 sekaligus memperbaiki perekonomian yang terpukul oleh pandemi. Bila ada tokoh relawan Jokowi yang tampak mendukung kandidat calon presiden dan wakil presiden tertentu, berikutnya bisa ditebak.
Banyak pertanyaan yang akan ditujukan kepada Jokowi tentang sikapnya atas dukungan relawannya itu. Presiden bakal diusik oleh urusan yang tidak penting dan tidak genting hingga perhatiannya dari masalah bangsa terpecah.
Bukan hanya Presiden dan jajarannya di pemerintah pusat, para kepala daerah yang juga merupakan elite politik ikut memikul tanggung jawab serupa. Nyatanya, sebagian dari elite politik yang berkecimpung di parlemen ataupun pemerintahan memecah perhatian mereka sendiri dari pandemi.
Mereka sibuk menggalang dukungan, serta mengasah popularitas dan elektabilitas untuk kepentingan kontestasi Pemilu 2024. Kebanyakan dilakukan secara samar di tengah kegiatan yang tampaknya betul-betul merupakan tugas kepala daerah.
Kita perlu mengingatkan kembali, pandemi covid-19 masih jauh dari teratasi. Lonjakan demi lonjakan kasus terus-menerus terjadi. Bukan hanya di 1-2 daerah, melainkan hampir merata di seluruh daerah di Tanah Air. Kelengahan karena tidak fokus dari tugas-tugas kepemimpinan dalam penanganan pandemi dapat berakibat fatal.
Masyarakat memerlukan anutan dalam melawan covid-19. Sibuk dalam kegiatan lain yang tidak mendesak memberikan sinyal wabah tidak perlu dikhawatirkan. Masyarakat pun akan cenderung mengikuti sinyal dan bersikap menyepelekan penularan covid-19 karena mengira sudah aman.
Nanti akan tiba saatnya aksi saling dukung-mendukung calon presiden dan wakil presiden tampak cukup elok, tetapi tidak sekarang.
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved