Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Konsistensi Berantas Pungli

12/6/2021 05:00
Konsistensi Berantas Pungli
Ilustrasi MI(MI/Duta)

 

 

 

PRAKTIK pungutan liar alias pungli masih marak di Tanah Air. Marak karena minus konsistensi meski regulasi sudah dibuat. Penindakan terhadap para pelaku pungli selama ini hangat-hangat tahi ayam.

Kalau Presiden Joko Widodo memberi atensi terhadap praktik pungli, penangkapan terhadap para pelaku cepat sekali. Tidak lebih dari 24 jam setelah diperintahkan Presiden, Kamis (12/6), kepolisian sudah menangkap 49 orang.

Perintah itu keluar pada saat Presiden berdialog dengan para sopir di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Para sopir mengeluhkan premanisme dan pungli.

Disebutkan bahwa para sopir sering menjadi sasaran tindakan premanisme pada saat jalanan macet di Tanjung Priok. Selain itu, sopir menceritakan pungli di sejumlah depo.

Depo ialah tempat meletakkan kontainer yang sudah dipakai atau mengambil kontainer yang akan dipakai shipping line. Para karyawan depo sering meminta imbalan berupa uang tip agar laporan sopir bisa diproses segera.

Tanggapan cepat Presiden patut diapresiasi. Presiden langsung menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan memerintahkan untuk segera menyelesaikan keluhan pada sopir.

Pungli di Tanjung Priok sudah menjadi semacam bisnis yang menggiurkan. Setelah menangkap 49 pelaku, polisi mendapat informasi bahwa setiap hari mereka berhasil meraup Rp6 juta dari para sopir. Sebulan mencapai Rp180 juta.

Harus tegas dikatakan bahwa pungli dan premanisme bukan hanya terjadi di Tanjung Priok. Oleh sebab itu, penindakan praktik pungli dan premanisme harus dilakukan secara konsisten karena tindakan kejahatan itu dilakukan secara terang-terangan di ruang publik. Jangan hanya fokus di Tanjung Priok, tapi juga di seluruh Tanah Air.

Pungli dan premanisme sudah meresahkan masyarakat. Negara mestinya hadir untuk menindak. Perlu konsistensi dan keberlanjutan untuk memberantas pungli dan premanisme. Jangan menunggu Presiden Jokowi turun tangan.

Tegas dikatakan bahwa pungli menjadi penyakit birokrasi sejak zaman penjajah yang terus dirawat. Perilaku penjajah yang selalu meminta upeti dari rakyat masih saja dilanggengkan. Mestinya, pelayanan publik merupakan kewajiban dan tanggung jawab pemerintah tanpa meminta imbalan apa pun.

Soal pungli menjadi perhatian Presiden Jokowi pada saat peresmian New Priok Container Terminal (NPCT) 1 di Pelabuhan Tanjung Priok pada 13 September 2016. Perhatian Presiden ditindaklanjuti kepolisian dengan menangkap ratusan pelaku dalam waktu yang sangat singkat.

Presiden juga mengeluarkan Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar. Satgas Saber Pungli dibentuk karena praktik pungli telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga perlu pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera.

Satgas Saber Pungli menjalankan fungsi intelijen, pencegahan, penindakan, dan yustisi. Satgas itu belum dibubarkan, tapi pungli dan premanisme masih marak. Dengan demikian, fungsi intelijen yang diberikan kepada satgas tidak jalan.

Penindakan terhadap para pelaku pungli dan premanisme jangan hangat-hangat tahi ayam. Harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga tindak pidana itu tidak memicu ekonomi berbiaya tinggi. Sayangnya, konsistensi itulah yang menghilang selama ini.



Berita Lainnya
  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).