Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Pilpres masih Jauh

07/6/2021 05:00
Pilpres masih Jauh
(MI/Duta)

 

 

PEMILIHAN presiden (pilpres) baru akan dihelat serentak dengan pemilihan umum legislatif pada 28 Februari 2024. Artinya, masih sekitar tiga tahun lagi pergelaran demokrasi itu berlangsung, tetapi ia sudah mengerat energi. Fokus bangsa yang semestinya tercurah pada penanganan pandemi covid-19 pun mau tak mau terbelah.

Aroma pilpres mulai menguat, baik di jagat media sosial maupun di dunia nyata. Di medsos, rivalitas antarmasyarakat mulai terasa seiring dengan munculnya figur-figur calon presiden. Pendukung tokoh yang satu terlibat perseteruan sengit dengan suporter tokoh yang lain. Padahal, kepastian siapa yang bakal menjadi capres masih jauh, sangat jauh.

Di dunia nyata, aroma pilpres juga mulai terasa. Ia tak hanya ditunjukkan oleh sekelompok relawan yang terang-terangan membentuk gerakan untuk mendukung tokoh tertentu, tapi juga diperlihatkan beberapa pejabat dan kepala daerah yang dinilai potensial menjadi capres.

Tentu, mereka tidak bermanuver secara terang-terangan. Mereka bergerak samar-samar. Tidak cuma melalui beragam kegiatan politik dengan insan politik, mereka juga tebar pesona di dunia maya.

Salahkah tindakan mereka? Tentu tidak. Berpolitik ialah hak setiap warga negara yang dijamin undang-undang. Memberikan dukungan politik seperti yang dilakukan pendukung sama benarnya dengan upaya calon mencari dukungan politik.

Kelirukah tindakan mereka? Yang pasti tak elok, juga tidak tepat. Orang bijak biasa menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Saat ini negara masih supersibuk berperang melawan wabah korona yang butuh 1.000% tenaga dan pikiran. Karena itu, tidaklah bijak jika kita sudah sibuk mengurusi pilpres.

Lebih tidak bijak lagi jika perilaku itu dilakukan oleh pejabat publik, termasuk kepala daerah. Energi mereka seluruhnya dibutuhkan masyarakat untuk menangani pandemi. Ia tidak boleh dibagi-bagi, apalagi demi hasrat pribadi untuk terjun ke pilpres nanti.

Kita wajib mengingatkan bahwa ekspansi korona masih mengerikan. Ada sinyal kuat bahwa penularan yang sempat melandai akan terus meninggi. Kekhawatiran bahwa wabah korona bakal menggila lagi pascalibur Lebaran pun semakin nyata.

Di sejumlah daerah di Jawa Tengah, terutama di Kudus, kasus positif covid-19 kian tak terkendali. Ketersediaan tempat tidur di tujuh rumah sakit di sana semakin menipis, nyaris penuh. Dikhawatirkan, daerah-daerah sekitar Kudus akan mengalami hal serupa jika tidak ada upaya luar biasa untuk mencegahnya.

Situasi itu jelas tak bisa dihadapi dengan separo energi. Kejadian ini ialah penegasan bahwa kepala daerah minim antisipasi. Bukankah sudah jauh-jauh hari ada peringatan bahwa libur Lebaran akan mendongkrak penularan covid-19?

Kecepatan dan kesigapan perlu pula dipertanyakan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun semestinya turun tangan tanpa perlu menunggu permintaan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk membantu Kudus. Bukankah sudah beberapa pekan pandemi mencengkeram Kudus?

Tidak hanya di Jawa Tengah, situasi di Jawa Barat dan DKI Jakarta juga pantang dihadapi dengan tiga perempat, setengah, apalagi seperempat kemauan dan kemampuan. Ketiga daerah belakangan konsisten masuk tiga besar sebagai penyumbang terbesar kasus positif covid-19.

Mengatasi pandemi dengan energi maksimal saja belum tentu dapat membuahkan hasil optimal dalam waktu cepat, apalagi jika energi itu dibelah-belah. Kepada para pejabat dan kepala daerah, tahan dulu ambisi dan kepentingan pribadi apa pun. Curahkan sepenuhnya segenap daya dan upaya untuk membebaskan rakyat dari penderitaan akibat korona.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.