Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Demi Keselamatan Jemaah

04/6/2021 05:00
Demi Keselamatan Jemaah
Ilustrasi(MI/DUTA)

 

 

KESELAMATAN jemaah adalah yang utama. De­mikian seyogianya kita memaknai keputusan peme­rintah yang tidak membe­rangkatkan jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini. Persis seperti tahun lalu, langkah pe­me­rintah itu mendahului otoritas Arab Saudi yang hingga kini belum membe­ri kepastian tentang penyelenggaraan haji 1442 Hijriah.

Sebuah keputusan yang tentu saja berat jika mengingat banyaknya calon jemaah haji yang sudah menunggu hingga belasan tahun, bahkan ada yang lebih dari 20 tahun untuk pergi menunaikan ibadah haji. Apalagi ini tahun kedua Indonesia tidak memberangkatkan jemaah haji. Bagi psikologis calon jemaah, boleh jadi ini keputusan yang menyesakkan dan menguji kesabaran.

Namun, bila menilik amuk pandemi covid-19 yang belum meredup, ini merupakan keputusan yang tepat. Kita tahu amuk covid-19 itu masih meng­­gila tidak hanya di Indonesia, tapi juga di be­­lahan bumi lain. Adakah yang bisa menjamin kegiatan dengan mengumpulkan ribuan jemaah seperti pelaksanaan ibadah haji bakal terbebas dari penyebaran virus?

Tanpa ada kepastian, namanya pertaruhan. Padahal keselamatan tak boleh jadi taruhan. Negara dengan seluruh alat dan aparatnya punya kewajiban menjaga keselamatan warga. Dengan alasan itu, kita mengapresiasi keputusan cepat pemerintah di saat pemerintah Arab Saudi sendiri masih gamang dan belum memutuskan apakah akan membuka pelaksanaan haji atau tidak.

Indonesia telah melakukan lobi dan meminta kepastian dari pihak Saudi sejak lama. Persiapan untuk memberangkatkan haji juga sudah dilakukan pemerintah sejak akhir tahun lalu. Namun, covid-19 memang masih terlalu lincah menghantui masyarakat global, kegamangan pemerintah Arab Saudi pun bisa dimaklumi.

Di dalam negeri, keputusan mesti cepat diambil. Kepastian harus segera diwujudkan mengingat waktu persiapan yang semakin mepet. Apa pun pilihannya pasti ada konsekuensi atau dampaknya. Akhirnya, pemerintah memilih untuk mengutamakan keselamatan dengan tidak memberangkatkan calon jemaah haji. Meskipun berat, pilihan ini pantas kita dukung.

PR berat untuk pemerintah saat ini ialah menyampaikan informasi itu dengan narasi-narasi yang jelas, gamblang, sekaligus menyejukkan. Tentu tidak mudah bagi masyarakat, terutama calon jemaah haji yang seharusnya berangkat tahun ini, menerima kenyataan pembatalan itu. Itulah tantangannya, bagaimana membuat publik yakin pemerintah telah membuat keputusan tepat dan menerimanya dengan lapang dada.

Jangan lupa pula, di sisi lain beredar pula banyak berita bohong alias hoaks terkait isu tersebut. Jika pemerintah tidak cepat menyosialisasikan seluruh hal terkait penyelenggaraan haji ini secara tepat, gencar, dan meyakinkan, boleh jadi publik akan lebih banyak dijejali hoaks. Ini sangat berbahaya karena sesuatu yang salah pun kalau terus-menerus mendominasi ruang publik, lama-lama akan dianggap sebagai kebenaran.

Yakinkan pula masyarakat bahwa sekalipun tidak ada pemberangkatan ibadah haji selama dua tahun ini, dana jemaah haji reguler maupun khusus yang telah melunasi BPIH untuk 2020 dan 2021 tetap aman.

Pemerintah wajib menghilangkan keraguan para calon jemaah atas kemampuan pemerintah menjaga amanah pengelolaan dana haji. Ini penting karena produsen hoaks paling suka bermain kebohongan di area berbau uang. Rumusnya, lawan hoaks dengan data dan narasi yang meyakinkan.

Sekali lagi, seperti agama mengajarkan, menjaga jiwa merupakan kewajiban yang harus diutamakan. Membatalkan pemberangkatan jemaah haji merupakan pilihan berat yang mesti diambil. Akan tetapi, bila pilihan itu didasari pertimbangan menomorsatukan kesehatan dan keselamatan jemaah (warga), apakah ada alasan untuk tidak mendukungnya?



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.