Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
HIDUP dan tumbuh kembang di Tanah Air tidak lepas dari tuntunan ideologi yang telah disepakati bersama sejak bangsa ini berdiri. Pancasila hadir sebagai perekat bangsa Indonesia yang beragam. Ideologi tersebut memberikan pedoman bertingkah laku, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara selaku manusia Indonesia.
Tuntunannya tidak ada kecondongan pada etnik, agama, ataupun kelompok sosial tertentu. Itu sebabnya ideologi Pancasila tetap relevan hingga kini mengiringi perjalanan bangsa.
Sayangnya, cara pandang terhadap Pancasila yang tidak membeda-bedakan latar belakang sosial budaya ini mulai luntur. Dalam survei yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM) Maret lalu, hampir seluruh responden atau tepatnya 90,6% memang menyatakan setuju Pancasila adalah ideologi NKRI untuk menentukan identitas bangsa Indonesia.
Namun, dalam pernyataan bahwa Pancasila adalah ideologi untuk mewujudkan negara bangsa Indonesia yang religius berdasarkan agama mayoritas/Islam, ada sebanyak 63,5% responden yang setuju dan sangat setuju. Jumlah responden yang tegas menyatakan tidak setuju/sangat tidak setuju dengan pernyataan itu hanya 26,8%.
Sebelumnya, dalam survei CSIS, ada sekitar 10% responden milenial yang setuju Pancasila diganti. Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada 2018 juga mencatat penurunan 10% masyarakat pro-Pancasila jika dibandingkan dengan pada 2005 hingga tinggal 75,3%.
Bahkan, angka pro-Pancasila terus menurun dalam empat survei sepanjang 2005-2018. Sebaliknya, responden yang menyatakan setuju NKRI bersyariah naik 9%.
Tren tersebut menunjukkan adanya pergeseran cara pandang terhadap dasar negara ini yang dapat berujung pada melonggarnya daya rekat Pancasila. Malah bisa dibilang hal itu sudah terjadi, ditandai oleh maraknya kasus-kasus intoleransi antarumat beragama. Pelakunya beragam, mulai dari masyarakat, tokoh, hingga pemerintah.
Fenomena ini tidak lepas dari lemahnya pengamalan nilai-nilai Pancasila yang luhur. Keteladanan perlahan menghilang hingga kaum muda kesulitan mendapatkan anutan. Kabar baiknya, masih lebih banyak generasi muda yang meyakini Pancasila sebagai perekat bangsa.
Untuk bisa menjadi perekat, nilai-nilai yang imparsial alias tidak berpihak atau condong pada kelompok masyarakat tertentu merupakan pilar utama. Yang mesti dilakukan ialah memupuk dan memperkuat keyakinan tersebut, kemudian mewariskannya kepada generasi selanjutnya.
Tantangan terbesar ada pada upaya membumikan nilai-nilai Pancasila agar benar-benar diamalkan, bukan sekadar sebagai hafalan. Dalam hal ini, terkadang perlu 'musuh bersama'.
Kebetulan, Indonesia tengah berjuang melawan wabah covid-19. Perlu komitmen gotong royong yang kuat dalam mengefektifkan pencegahan penularan covid-19 melalui pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di seluruh daerah.
Contohnya, tetangga sekitar bergerak membantu keluarga yang menjalani isolasi mandiri sehingga mereka benar-benar tidak perlu keluar rumah sampai terbebas dari covid-19. Anggota masyarakat yang terinfeksi juga tidak perlu takut melapor kepada ketua RT/RW setempat.
Pun dalam hal vaksinasi. Perusahaan-perusahaan bergerak membantu pemerintah membiayai vaksinasi bagi karyawan mereka. Pemerintah bisa lebih memfokuskan anggaran untuk vaksinasi kelompok masyarakat lainnya.
Vaksinasi tetap gratis bagi seluruh masyarakat yang menjadi sasaran sehingga sama sekali tidak memberatkan. Sesuai dengan nilai-nilai Pancasila pula, masyarakat seyogianya antusias menerima vaksin, bukan malah menolak, apalagi dengan alasan tidak percaya adanya covid-19.
Bila ingin menang, mau tidak mau segenap komponen bangsa mesti menyampingkan perbedaan agar bisa bersatu mengenyahkan pandemi.
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved