Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Profesionalisme KPK Keadilan bagi Tersangka

25/5/2021 05:00
Profesionalisme KPK Keadilan bagi Tersangka
(MI/Seno)

 

 

 

DALAM upaya mengenyahkan korupsi dari bumi Indonesia, kita sudah sepakat bahwa kejahatan itu memerlukan pemberantasan yang dilakukan secara luar biasa. Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi menegaskan ini dalam poin menimbang.

Untuk itu pula, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibentuk dan menjadi ujung tombak perang melawan korupsi. Sejak 2004, tidak kurang dari 872 koruptor telah dieksekusi untuk menjalani hukuman. Kemudian, 831 pelaku sudah mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum tetap.

Eksekusi sekaligus menunjukkan kepiawaian penyidik dan jaksa KPK untuk menghadirkan bukti-bukti yang kuat di pengadilan tentang praktik korupsi para pelaku. Tidak mudah mengumpulkan bukti-bukti seperti itu.

Kegigihan dan kecerdikan untuk mengungkap kasus korupsi harus dimiliki para penyidik dan jaksa agar koruptor tidak lolos dari jerat hukuman.

Namun, langkah KPK bukan tanpa cacat. Ada indikasi kesewenang-wenangan hingga cenderung mengabaikan hak asasi tersangka. Selama belasan tahun, KPK bisa menersangkakan orang tanpa batas waktu karena tidak berwenang menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).

Undang-Undang No 19 Tahun 2019 tentang KPK kemudian memperbaiki celah kesewenangan itu dengan memberikan KPK kewenangan menyetop penyidikan dan penuntutan. Kewenangan itu lantas menjadi salah satu poin yang digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Hasilnya, MK menguatkan kewenangan itu dengan memperjelas bunyi pasal terkait sehingga memberikan kepastian hukum. Frasa 'terhitung sejak diterbitkannya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP)' ditambahkan ke Pasal 40 ayat (1) sehingga berbunyi, KPK dapat menghentikan penyidikan dan penuntutan perkara tindak pidana korupsi yang penyidikan dan penuntutannya tidak selesai dalam jangka waktu paling lama dua tahun terhitung sejak diterbitkannya SPDP.

Untuk sampai pada keputusan tersebut, MK memperhatikan antara lain keterangan dari Pansus Hak Angket DPR RI bahwa ketika Taufiqurrahman Ruki menjabat Plt Ketua KPK, ada 36 tersangka yang bukti permulaannya tidak cukup.

MK tidak menyatakan Pasal 40 ayat (1) sepenuhnya bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Lembaga penegak konstitusi itu menyebut ketentuan SP3 harus dipandang sebagai dorongan bagi KPK untuk bekerja secara optimal dalam mendapatkan bukti. Pun, MK menilai diskresi penghentian penyidikan tidak menjadi pilihan yang menyulitkan KPK dalam desain besar agenda pemberantasan korupsi.

Saat ini ada salah satu tersangka KPK yang tengah memperjuangkan keadilan karena perkaranya tidak kunjung tuntas. Mantan Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino telah ditetapkan tersangka selama lebih dari lima tahun dan perkaranya belum juga sampai ke pengadilan.

Bila didasarkan pada ketentuan Pasal 40 ayat (1), KPK semestinya mengeluarkan SP3 atas perkara RJ Lino. Bila kemudian mendapati bukti-bukti baru yang kuat, sesuai dengan ketentuan ayat (4), KPK dapat mencabut SP3 dan menyeret tersangka korupsi ke pengadilan.

KPK seyogianya senantiasa mengedepankan profesionalisme dan taat pada aturan perundangan. Dengan begitu, argumentasi komisi antirasuah tidak mudah baik dipatahkan di pengadilan maupun dikoreksi Mahkamah Agung hingga pelaku dapat keringanan hukuman atau bahkan terbebas.

 



Berita Lainnya
  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik