Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT mendekati Idul Fitri yang digelar besok, laporan pemudik yang tidak terbendung di sejumlah wilayah ialah alarm genting. Potret yang memang sudah diramalkan itu kian membawa kita dekat kepada skenario lonjakan kasus covid-19 pasca-Lebaran.
Kini dinding antara kita dan skenario itu hanyalah kewaspadaan di simpul-simpul terakhir Idul Fitri ini. Itu termasuk dalam pelaksanaan takbiran dan lebih utama lagi dalam pelaksanaan salat Idul Fitri.
Kementerian Agama telah mengeluarkan panduan salat Idul Fitri, yang termasuk di dalamnya panduan pelaksanaan takbiran. Sementara kegiatan takbir keliling tegas ditiadakan, pelaksanaan malam takbiran dalam rangka mengagungkan asma Allah SWT tidaklah terlarang. Takbiran di masjid dan musala dapat dilakukan dengan jumlah orang maksimal 10% dari kapasitas tempat.
Pelaksanaan salat Idul Fitri di masjid dan lapangan pun diperkenankan jika wilayah tersebut dalam kategori zona hijau dan kuning. Otoritas yang menentukan status hijau dan kuning ada di tangan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 daerah di posko desa atau kelurahan.
Jumlah jemaah pun dibatasi 50% dan prokes ketat tidak dapat ditawar, termasuk selalu menggunakan masker. Khotbah salat juga dibatasi maksimal 20 menit.
Sementara itu, untuk zona merah dan oranye, pelaksanaan salat Idul Fitri hanya dilangsungkan di rumah masing-masing. Dari sisi kerinduan beribadah bersama, kondisi tersebut memang terasa berat. Namun, umat haruslah menyadari jika panduan ini mutlak sebagai upaya terakhir menghindarkan kita dari ledakan kasus.
Betul bahwa ritual salat itu suci dari semua hal yang membawa keburukan. Namun, harus diakui jika budaya bersalam-salaman dan berkumpul sejenak sesudah salat sulit dipisahkan dari ketimuran kita. Tradisi inilah yang bisa menjadi gerbang petaka.
Dengan begitu, umat harus paham benar bahwa panduan dari pemerintah itu sama sekali bukan penghalangan ibadah, melainkan jalan demi kemaslahatan umat itu sendiri.
Lebih jauh lagi, umat juga harus memahami bahwa segala pencegahan tersebut tidaklah lahir dari awang-awang, tetapi berdasarkan perhitungan ilmiah para ahli.
Lonjakan kasus covid-19 belakangan ini, terutama di lima provinsi, telah cukup menjadi dasar kalkulasi akan ledakan kasus pasca-Lebaran atau di Juni mendatang. Ahli epidemiologi telah menghitung bahwa lonjakan di lima provinsi, yakni Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Aceh dan Kalimantan Barat ialah cikal untuk ledakan seperti yang terjadi di India.
Kita pun harus semakin waspada karena ledakan terjadi di sejumlah negara tetangga. Dengan begitu, potret yang terjadi tahun lalu memang bukan sulit dibayangkan. Bahkan, kita harus semakin bersiap karena ancaman kegawatannya lebih besar akibat telah munculnya sejumlah virus mutan.
Sebagai umat yang pertama-tama diperintahkan untuk ‘membaca’ oleh Tuhan, sejatinya umat muslim harus menjadi yang terdepan dalam menyatukan akal dan iman. Anugerah ilmu pengetahuan, yang dalam hal ini ialah kajian para ahli, semestinya juga digunakan sebagai penuntun untuk keselamatan beribadah.
Kita mengapresiasi keputusan Masjid Istiqlal yang meniadakan salat Idul Fitri. Padahal, di masjid itu biasanya digelar salat Idul Fitri kenegaraan yang biasanya dihadiri presiden, wakil presiden, dan pejabat negara lainnya.
Sejurus dari itu pula, semestinya masjid-masjid di zona merah dan oranye segera menaati anjuran Kemenag dengan kelapangan dada. Di pundak para ulamalah sesungguhnya kemenangan Idul Fitri bisa tetap berjalan dalam kewaspadaan.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.
PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.
RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.
FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.
Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.
DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.
Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.
IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.
SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.
KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.
SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved