Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Nanggala dan Alutsista Kita

23/4/2021 05:00
Nanggala dan Alutsista Kita
Ilustrasi(MI/DUTA)

 

 

ALAT utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia kembali menorehkan cerita pilu. Kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang kontak sejak Rabu (21/4) pukul 04.30 Wita di perairan Bali. Hingga Kamis (22/4) malam tadi belum ada tanda-tanda ditemukan meskipun semua armada sudah dikerahkan dalam proses pencarian dan penyelamatan kapal selam buatan Jerman itu.

Ya, prioritas pertama saat ini tentu saja bagaimana menyelamatkan kapal selam itu, terutama 53 awak kapal yang ada di dalamnya. Kekuatan dalam negeri harus dimaksimalkan, ditambah dengan bantuan dari negara-negara sahabat yang sudah menawarkan diri ikut dalam proses pencarian seperti Singapura dan Malaysia.

Jika merujuk pada keterangan resmi TNI, saat ini ada lima KRI dan satu helikopter yang dikerahkan untuk mencari keberadaan Nanggala-402. Jumlah personel yang diturunkan mencapai 400 orang. Adapun bantuan dari asing diperlukan mengingat Indonesia tidak memiliki alat angkut kapal selam yang tenggelam atau mengalami gangguan teknis saat beroperasi.

Di satu sisi, hilangnya kapal selam Nanggala-402 merupakan kecelakaan kapal selam pertama di Indonesia. Namun, di lain sisi, ini adalah yang kesekian kalinya kejadian tidak menyenangkan menimpa alutsista kita yang memang kebanyakan sudah renta. Karena itu, peristiwa kali ini sepatutnya dilihat sebagai pesan tegas bahwa alutsista kita perlu perhatian ekstra.

KRI Nanggala-402 ialah kapal selam produksi 1977. Itu berarti usianya sudah 44 tahun. Betul bahwa kapal selam itu mengantongi sertifi kat kelaikan sampai 2022. Betul pula bahwa ia sempat menjalani perawatan di galangan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Korea Selatan, pada 2009-2012 dan dipasangi sonar serta persenjataan mutakhir.

Pihak TNI juga hampir selalu akan menyampaikan armada-armada yang meng alami kecelakaan tersebut masih layak pakai karena rutin mendapatkan perawatan. Akan tetapi, usia tentu saja tak bisa bohong. Alat tempur yang uzur tentu punya masa aus dan sebagus-bagusnya kondisi alat tua itu tidak bakal seprima alutsista baru.

Dengan perspektif itu, jelas alutsista mesti segera diremajakan, dimodernisasi. Begitu pun jika kita mengutip situs Global Firepower yang dirilis 2019 lalu, alutsista Indonesia hanya menempati peringkat ke-16 di dunia dari 137 negara sehingga dibutuhkan mo dernisasi.

Cukup atau tidak cukup anggaran yang disiapkan, modernisasi alat adalah sebuah kemestian. Tentu kita mafhum akan ada skala prioritas karena anggaran kita sesungguhnya tidak cukup kuat menopang modernisasi besar-besaran. Yang pasti, publik berharap sebuah progres aksi yang jelas, jangan cuma mengumbar wacana-wacana modernisasi setelah ada kecelakaan yang menimpa alutsista tua.

Pada anggaran bagi Kementerian Pertahanan tahun ini yang mencapai Rp136,9 triliun, misalnya, harus ada perencanaan strategis yang jelas untuk pengadaan alutsista. Idealnya, setiap peningkatan anggaran pertahanan dibarengi peningkatan kualitas alutsista. Sayangnya, yang dilihat publik saat ini justru sebaliknya; anggaran terus membesar, tapi alutsista tak kunjung naik kelas.

Ini saatnya berbenah. Kementerian Pertahanan dan TNI kabarnya sudah menyusun masterplan pengadaan alutsista TNI untuk 25 tahun ke depan. Itu langkah awal yang bagus. Namun, ujiannya nanti, apakah masterplan itu hanya akan jadi sekadar perencanaan tanpa aksi, atau cukup kuat menjadi pijakan untuk implementasi pengadaan alutsista yang modern, terukur, serta transparan.

Sekali lagi, hilangnya KRI Nanggala-402 memberi pesan yang teramat tegas bahwa pembenahan pengadaan alutsista ialah harga mati. Akan tetapi, itu pesan untuk nanti. Saat ini, yang terpenting ialah pemerintah harus fokus dalam pencarian dan penyelamatan kapal selam dan 53 awaknya tersebut.



Berita Lainnya
  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).