Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Jalan Tengah Kemandirian Vaksin

21/4/2021 05:00
Jalan Tengah Kemandirian Vaksin
Editorial(MI. Seno)

 

 

PERJUANGAN melawan covid-19 tidak bisa dilepaskan dari vaksin. Namun, bicara vaksin jelas tidak sesederhana membeli apa saja yang tersedia dan menggunakannya.

Vaksin covid-19 ibarat emas baru dunia dan negara-negara saling mengamankan stok. Maka seperti juga negara yang kaya minyak atau komoditas mahapenting lainnya, mereka yang digdaya atas vaksin bukan hanya bisa menjadi penentu perang pandemi, melainkan penentu percaturan global lainnya.

Tidak heran dalam perbincangan vaksin ada dua kata yang selalu diserukan, yakni pemerataan dan kemandirian. Negara-negara produsen vaksin didorong untuk mementingkan pemerataan, bukan semata cuan. Sementara negara-negara lainnya diingatkan untuk tidak terlena menjadi konsumen. Meski bukan raksasa riset medis, bagaimanapun semua negara harus berusaha mengembangkan vaksin sendiri.

Karena itu, kita patut bangga saat di Tanah Air riset vaksin covid-19 mandiri sudah berjalan begitu pandemi merebak. Hingga saat ini dua vaksin covid-19 mandiri yang tengah diriset dan dikenal dengan nama Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara.

Vaksin Merah Putih dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, LIPI, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga. Vaksin ini diharapkan dapat memasuki tahap uji klinik akhir tahun ini dan diedarkan tahun depan, sementara Vaksin Nusantara diprakarsai mantan Menkes Terawan Agus Putranto.

Adanya dua riset vaksin mandiri bukanlah sebuah persaingan, apalagi bahan politisasi. Justru kita perlu mendukung semakin banyak riset vaksin mandiri. Pembuatan vaksin bukanlah kerja mudah dan sebabnya butuh upaya bersama sebanyak mungkin.

Di sisi lain, kita sepakat bahwa keamanan ialah hal yang tidak dapat ditawar. Dalam soal vaksin, ukuran keamanan pun telah terang-benderang dengan adanya aturan baku dunia.

Pertanyaan yang muncul belakangan ini di Tanah Air ialah ketika riset Vaksin Nusantara tidak memenuhi aturan-aturan baku tersebut, termasuk soal proof of concept. Maka semangat kemandirian dan keamanan pun seperti terbenturkan.

Padahal, semestinya tidaklah demikian. Para peneliti vaksin ataupun yang bertanggung jawab terhadap pengawasan keamanan vaksin, haruslah sama-sama diperjuangkan. Sejatinya mereka berjuang untuk kepentingan yang sama, yakni keselamatan bangsa.

Jalan tengah itulah yang ada lewat nota ke­sepahaman yang ditandatangani Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, serta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Penny K Lukito pada Senin (19/4).

Lewat MoU itu, riset Vaksin Nusantara hanya bersifat autologus. Dengan kata lain, riset hanya dipergunakan untuk diri pasien sendiri sehingga tidak dapat dikomersialkan dan tidak diperlukan persetujuan izin edar. Riset Vaksin Nusantara juga akan dipindah dari RSUP Kariadi, Semarang, ke RSPAD Gatot Soebroto dan dijalankan sesuai kaidah dan perundang-undangan yang berlaku.

Kita patut mengapresiasi jalan tengah ini sebab menunjukkan kesepahaman lembaga garda depan kita soal pentingnya dukungan riset dan ketegasan menjalankan perundang-undangan. Kesepakatan ini sepatutnya pula menjadi anutan akan riset lain yang mungkin muncul di masa mendatang.

Tidak kalah penting ialah respons tanggap dari lembaga-lembaga berwenang. Kecepatan dan ketepatan memberikan jalan bagi riset vaksin sebenarnya yang paling dibutuhkan untuk mempercepat kerja dan menghindari kegaduhan di masyarakat.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.