Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Konsekuensi Pelonggaran

20/4/2021 05:00
Konsekuensi Pelonggaran
(MI/Seno)

 

 

PEMERINTAH mengumumkan kembali memperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro selama dua pekan hingga 3 Mei mendatang. Sebanyak lima provinsi ditambahkan dalam daftar pelaksana PPKM mikro menjadi total 25 provinsi.

Tidak ada provinsi yang didepak dari daftar. Hal ini secara tidak langsung menandakan pengendalian penularan covid-19 di provinsi-provinsi itu belum mencapai kondisi yang cukup terkendali. Malah, ada tambahan provinsi yang wajib menjalankan PPKM.

Tren tambahan kasus baru bulanan secara nasional memang menurun sejak pertama kali PPKM diterapkan pada pertengahan Februari. Menurut catatan pemerintah, per minggu ke-2 Februari kasus aktif covid-19 mencapai 176.291, kemudian turun di pekan ke-3 April menjadi 106.243 kasus per minggu.

Pembatasan jelas memberikan dampak positif. Akan tetapi, tambahan kasus harian masih fluktuatif, bukannya ajek menurun. Rasio kasus positif covid-19 terhadap jumlah orang yang dites atau positivity rate di Indonesia saat ini pun masih dua kali lipat standar tingkat penularan terkendali yang ditetapkan WHO, yakni 5%.

Maka, jangan terburu-buru menyebut kasus penularan covid-19 sudah terkendali. Sewaktu-waktu angka penularan dapat dengan mudah melonjak. Pemicunya ada dua, kebijakan yang melonggarkan pembatasan dan pelanggaran ketentuan pembatasan.

Dampak dari faktor pemicu kedua, yakni sikap cuek melanggar ketentuan, sudah kerap kita lihat. Bahkan, ketika pemerintah telah mengetatkan pembatasan. Contohnya, jumlah pasien positif covid-19 yang menjalani perawatan isolasi di Wisma Atlet yang sempat cenderung turun kini naik 25%. Kenaikan itu diduga karena dampak libur panjang akhir pekan Paskah lalu.

Ketika momen yang mengundang keramaian muncul, potensi pelanggaran pun meningkat. Seperti juga pada Paskah, Natal, dan liburan akhir tahun, momen semacam itu kembali muncul di masa Ramadan dan Lebaran.

Tidak seperti tahun lalu, demi menghormati tradisi buka bersama, pemerintah membolehkan makan di restoran atau tempat makan komersial lainnya. Bahkan, Pemprov DKI Jakarta memundurkan batas jam buka restoran, kafe-kafe, dan lainnya dari semula pukul 21.00 menjadi 22.30.

Kemudian, mereka bisa kembali buka mulai pukul 02.00 hingga pukul 04.30 untuk melayani makan sahur. Syaratnya, pemenuhan kapasitas maksimal tetap 50%.

Namun, pelonggaran bisa dibaca secara kebablasan oleh warga dan pelaku usaha. Tidak mengherankan bila saat berbuka puasa, tempat-tempat makan terlihat penuh, malah terang-terangan sampai 100%.

Lalu, adakah yang bisa menjamin kafe-kafe akan tutup sesuai ketentuan? Atau, memang bebas bagi mereka menyambung ke jam buka yang dimulai pukul dua dini hari beserta pengunjung di dalamnya? Entah yang mana yang dilakukan kafe di Jalan Falatehan, Jakarta, yang menjadi lokasi pengeroyokan anggota Brimob dan TNI Minggu (18/4) pagi.

Kebijakan pembatasan sudah diperketat saja tambahan kasus positif masih mungkin naik, apalagi melonggarkan. Karena itu, pemerintah pusat dan daerah harus ekstra hati-hati menetapkan kebijakan. Pelonggaran kegiatan masyarakat tetap menuntut konsekuensi pengawasan yang intensif agar protokol kesehatan senantiasa dipatuhi.

Kepala Negara juga sudah mewanti-wanti agar kita tidak lengah. Jangan sampai pula kita mengalami ledakan kasus seperti di India. Ketegasan pemerintah dalam menegakkan aturan pembatasan dan protokol kesehatan sudah jadi harga mati.



Berita Lainnya
  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).