Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Konsekuensi Pelonggaran

20/4/2021 05:00
Konsekuensi Pelonggaran
(MI/Seno)

 

 

PEMERINTAH mengumumkan kembali memperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro selama dua pekan hingga 3 Mei mendatang. Sebanyak lima provinsi ditambahkan dalam daftar pelaksana PPKM mikro menjadi total 25 provinsi.

Tidak ada provinsi yang didepak dari daftar. Hal ini secara tidak langsung menandakan pengendalian penularan covid-19 di provinsi-provinsi itu belum mencapai kondisi yang cukup terkendali. Malah, ada tambahan provinsi yang wajib menjalankan PPKM.

Tren tambahan kasus baru bulanan secara nasional memang menurun sejak pertama kali PPKM diterapkan pada pertengahan Februari. Menurut catatan pemerintah, per minggu ke-2 Februari kasus aktif covid-19 mencapai 176.291, kemudian turun di pekan ke-3 April menjadi 106.243 kasus per minggu.

Pembatasan jelas memberikan dampak positif. Akan tetapi, tambahan kasus harian masih fluktuatif, bukannya ajek menurun. Rasio kasus positif covid-19 terhadap jumlah orang yang dites atau positivity rate di Indonesia saat ini pun masih dua kali lipat standar tingkat penularan terkendali yang ditetapkan WHO, yakni 5%.

Maka, jangan terburu-buru menyebut kasus penularan covid-19 sudah terkendali. Sewaktu-waktu angka penularan dapat dengan mudah melonjak. Pemicunya ada dua, kebijakan yang melonggarkan pembatasan dan pelanggaran ketentuan pembatasan.

Dampak dari faktor pemicu kedua, yakni sikap cuek melanggar ketentuan, sudah kerap kita lihat. Bahkan, ketika pemerintah telah mengetatkan pembatasan. Contohnya, jumlah pasien positif covid-19 yang menjalani perawatan isolasi di Wisma Atlet yang sempat cenderung turun kini naik 25%. Kenaikan itu diduga karena dampak libur panjang akhir pekan Paskah lalu.

Ketika momen yang mengundang keramaian muncul, potensi pelanggaran pun meningkat. Seperti juga pada Paskah, Natal, dan liburan akhir tahun, momen semacam itu kembali muncul di masa Ramadan dan Lebaran.

Tidak seperti tahun lalu, demi menghormati tradisi buka bersama, pemerintah membolehkan makan di restoran atau tempat makan komersial lainnya. Bahkan, Pemprov DKI Jakarta memundurkan batas jam buka restoran, kafe-kafe, dan lainnya dari semula pukul 21.00 menjadi 22.30.

Kemudian, mereka bisa kembali buka mulai pukul 02.00 hingga pukul 04.30 untuk melayani makan sahur. Syaratnya, pemenuhan kapasitas maksimal tetap 50%.

Namun, pelonggaran bisa dibaca secara kebablasan oleh warga dan pelaku usaha. Tidak mengherankan bila saat berbuka puasa, tempat-tempat makan terlihat penuh, malah terang-terangan sampai 100%.

Lalu, adakah yang bisa menjamin kafe-kafe akan tutup sesuai ketentuan? Atau, memang bebas bagi mereka menyambung ke jam buka yang dimulai pukul dua dini hari beserta pengunjung di dalamnya? Entah yang mana yang dilakukan kafe di Jalan Falatehan, Jakarta, yang menjadi lokasi pengeroyokan anggota Brimob dan TNI Minggu (18/4) pagi.

Kebijakan pembatasan sudah diperketat saja tambahan kasus positif masih mungkin naik, apalagi melonggarkan. Karena itu, pemerintah pusat dan daerah harus ekstra hati-hati menetapkan kebijakan. Pelonggaran kegiatan masyarakat tetap menuntut konsekuensi pengawasan yang intensif agar protokol kesehatan senantiasa dipatuhi.

Kepala Negara juga sudah mewanti-wanti agar kita tidak lengah. Jangan sampai pula kita mengalami ledakan kasus seperti di India. Ketegasan pemerintah dalam menegakkan aturan pembatasan dan protokol kesehatan sudah jadi harga mati.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.