Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH telah melarang aktivitas mudik Lebaran 2021 pada 6-17 Mei 2021. Konsistensi kebijakan itu sangat ditunggu dalam penerapannya agar aturan yang dibuat tidak sekadar macan kertas.
Kebijakan disebut macan kertas apabila ketat dan keras sebagai teks regulasi, tetapi lemah lunglai dalam aplikasinya di lapangan. Pemerintah yang berniat untuk bersungguh-sungguh menerapkan aturan larangan mudik patut diapresiasi.
Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.
Ketentuan yang diatur dari pengendalian transportasi meliputi hal-hal yang dilarang, pengecualian-pengecualian, pengawasan, dan sanksi terhadap semua moda transportasi, yaitu darat, laut, udara, dan perkeretapian mulai 6 hingga 17 Mei.
Ada dua tantangan yang dihadapi pemerintah. Pertama, animo masyarakat untuk mudik masih tinggi meski sudah dilarang. Survei Kemenhub pada Maret menunjukkan ada 11% responden atau sekitar 27,6 juta orang yang memilih tetap mudik meskipun ada pelarangan mudik. Jika tidak dilarang, ada 81 juta orang yang akan mudik.
Kedua, pemerintah mesti mengantisipasi lonjakan pemudik sebelum masa pelarangan. Diprediksikan akan ada sebagian masyarakat yang mudik sebelum masa pelarangan mudik dimulai. Mereka akan melakukan perjalanan mudik sekitar 26 April hingga 5 Mei 2021.
Terhadap mereka yang tetap ngotot mudik meski ada pelarangan mudik perlu diambil tindakan tegas. Pada titik inilah ditunggu konsistensi pemerintah. Pemerintah perlu mempertimbangkan untuk menghentikan tanpa ada pengecualian seluruh operasional angkutan umum antarkota antarprovinsi selama masa pelarangan mudik.
Sementara terhadap mereka yang mudik sebelum masa pelarangan mudik diberlakukan perlu dilakukan advokasi. Kiranya pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak curi start mudik demi keselamatan bersama. Masyarakat harus menyadari bahwa pergerakan manusia yang masif selalu berkorelasi dengan ledakan angka penularan covid-19.
Pergerakan manusia yang masif tidak hanya terkait mudik. Selama masa liburan Lebaran ada kecenderungan masyarakat untuk beramai-ramai mendatangi tempat-tempat wisata. Eloknya, tempat-tempat wisata juga ditutup untuk menghindari terjadinya kerumunan manusia.
Semua pihak, termasuk pengusaha angkutan, kuliner, dan wisata, mesti legowo menerima kebijakan pelarangan mudik demi kemaslahatan bersama. Kita tentu tidak mau angka penularan covid-19 yang semakin melandai dalam beberapa bulan terakhir ini kembali melonjak seperti halnya di negara-negara lain. Kita memang belum tahu sampai kapan pandemi covid-19 berakhir. Namun, satu hal yang pasti kita mesti bersatu.
Virus korona bukan semata musuh bagi petugas kesehatan. Ia musuh kita bersama. Penularan virus ini harus ditekan dan itu membutuhkan pengujian yang agresif serta pelacakan kontak, dan dikombinasikan dengan tindakan untuk membatasi pergerakan dan kontak. Langkah-langkah seperti ini, terlepas dari pro-kontra yang ditimbulkannya, harus dipertahankan sampai herd immunity melalui program vaksinasi tercapai.
Mencegah penularan virus korona membutuhkan pengorbanan seluruh masyarakat. Pengorbanan itu antara lain mengurungkan hasrat pulang kampung dan berwisata.
Pengorbanan masyarakat harus diimbangi dengan konsistensi pemerintah untuk menerapkan aturan larangan mudik. Bila perlu, aparat menutup semua jalan tikus yang akan dilalui masyarakat yang menyiasati larangan mudik, termasuk mencegah mereka yang curi start mudik.
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved