Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
RENTETAN aksi teror yang terjadi di Makassar dan Jakarta menunjukkan masih eksis dan kuatnya akar para pengikut ideologi maut. Fenomena yang terang benderang menggambarkan bagaimana paham radikal masih bisa hidup dan diterima serta terus diestafetkan hingga ke teroris generasi milenial.
Teror yang bisa dilakukan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia jelas mengindikasikan aparat keamanan lengah. Begitu pun pihak intelijen, tidak mampu diandalkan untuk melakukan deteksi dini potensi aksi teror.
Meski demikian, ancaman yang paling menakutkan bukanlah keteledoran aparat, melainkan tidak habisnya ideologi radikal dan teror di negeri ini. Bangsa ini tidak akan pernah aman selama masih ada yang menganut ideologi radikal, kapan pun dapat meledak menjadi teror yang mematikan.
Rencana aksi teror bisa saja dicegah. Aliran dana teror juga mungkin mampu diblokir. Pun tak terhitung lagi Densus Antiteror 88 menangkap pelaku dan mencegah rencana aksi teror. Akan tetapi, aksi masih terus terjadi. Begitu dana seret, jaringan teroris mencari cara alternatif, seperti lewat kotak amal.
Selama ideologinya masih terus mengalir, ancaman akan terus hadir. Tidak mudah memang memberantas sebuah ideologi. Namun, itulah yang harus benar-benar dibasmi.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dituntut untuk lebih kuat lagi melakukan proses deradikalisasi dan kontra radikalisasi. Masih terus suburnya aksi teror menegaskan bahwa kinerja BNPT yang dibentuk sejak 2010 lalu tidak berjalan optimal.
Kewajiban BNPT tidak sekadar melakukan deradikalisasi terhadap tersangka, terduga, terdakwa, dan narapidana kasus terorisme, tetapi juga harus menjalankan program kontra radikalisasi terhadap orang atau kelompok orang yang rentan terpapar paham radikal terorisme.
Pencegahan terhadap radikalisme dan terorisme belum banyak terlihat dikerjakan oleh BNPT selama menjalankan program deradikalisasi sejak 2012. Tak ada upaya pencegahan infiltrasi ideologi radikal dan sosialisasi yang menyentuh banyak daerah serta sekolah-sekolah.
Penanganan terorisme, dari pencegahan hingga penindakan, harus dilakukan secara simultan demi menjamin keamanan dan keselamatan seluruh warga negara.
Penting kiranya untuk mendorong BNPT lebih mengoptimalkan pencegahan. Terjun ke daerah untuk sosialisasi menangkal bibit radikalisme dan terorisme. Merangkul organisasi-organisasi keagamaan untuk bisa hadir di tengah lapisan masyarakat terbawah.
Pasalnya, selain menyangkut masalah pemahaman agama yang menyimpang, ada juga masalah ekonomi yang mendorong masyarakat. Ketika hidup susah, pelaku teror mengambil jalan pintas dengan propaganda masuk surga.
Memang tanggung jawab urusan ketahanan ideologi bukan hanya di pundak BNPT. Terorisme merupakan musuh bersama yang menuntut seluruh elemen negara ini bersinergi mewujudkan ideologi yang toleran, yang berpijak pada pluralisme dan multikulturalisme.
Bangsa ini perlu meneguhkan kembali perlawanan terhadap bibit-bibit terorisme, seperti intoleransi dan radikalisme. Bibit atau benih itu harus betul-betul dimatikan, jangan sampai dibiarkan terus tumbuh disiram dengan narasi-narasi kebencian dan fanatisme kebablasan seperti yang selama ini mewarnai interaksi di jagat maya lewat media sosial dan internet.
MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved