Rabu 24 Maret 2021, 05:00 WIB

Mencegah Generasi Apolitis

Administrator | Editorial
Mencegah Generasi Apolitis

MI.Seno
Editorial.

 

 

KETIKA mendengar kata ‘politik’, yang terbayang di kepala anak muda ialah rebut kekuasa­an, korupsi, dan kebohongan. Institusi politik sebagai penyerap dan penyalur aspirasi masyarakat kian menjauh dari imajinasi kaum muda.

Apatisme kaum muda terhadap politik ataupun parpol sebenarnya bukan hal baru. Namun, hasil survei Indikator Politik Indonesia semakin mengonfirmasi kondisi kurang ideal itu.

Survei Indikator yang dirilis Minggu (21/3) menyebutkan bahwa sebanyak 64,7% anak muda yang menjadi responden menilai partai politik atau politisi di Indonesia tidak terlalu baik sama sekali/tidak terlalu baik dalam mewakili aspirasi masyarakat.

Perasaan tidak terwakili adalah kondisi serius. Perasaan itu menunjukkan kekecewaan yang jika berlanjut bisa menjadi apatis, bahkan antipartai politik. Jika dibiarkan, generasi muda bisa menjadi generasi yang apolitis.

Hal itu tentunya sangat fatal sebab tidak akan ada sesuatu pun yang bisa bertahan tanpa regenerasi. Maka, generasi yang apolitis sesungguhnya kiamat bagi parpol itu sendiri.

Tugas partai politik ialah merebut kembali kepercayaan kaum muda. Menjadikan partai politik sebagai rumah yang aman dan nyaman bagi kaum muda.

Kaum muda jangan didekati hanya pada saat kampanye, sekadar mengajak mereka menggunakan hak pilih, atau cuma dijadikan objek politik sebagai penyumbang suara parpol.

Padahal, keberadaan kaum muda dalam politik praktis sangat signifikan. Pada Pemilu 2019 terdapat pemilih usia 21-30 tahun sebanyak lebih dari 42 juta dan pemilih berusia 20 tahun lebih dari 17 juta.

Sayangnya, jumlah besar kaum muda itu masih sekadar menjadi bahan rebutan suara. Setelah pemilu usai, aspirasi anak muda tidak diwujudkan dalam kebijakan partai ataupun di lembaga-lembaga perwakilan.

Jumlah anak muda yang menjadi pengurus partai politik pun bisa dihitung. Mereka tidak bisa masuk lingkaran kekuasaan karena partai politik masih dikuasai para elite. Jenjang karier juga tidak jelas. Perlu ada kerelaan kaum tua di partai politik untuk memberi tempat kepada kaum muda.

Ada juga partai politik dengan strategi menggunakan politisi muda sebagai duta atau brand ambassador partai. Banyak pula parpol yang mengandalkan kader karbitan, umumnya selebritas, karena malas melakukan kaderisasi sejak dini. Cara-cara usang seperti itu sama sekali tidak menarik minat kaum muda yang kian cerdas.

Hasil survei Indikator juga memperlihatkan kecerdasan kaum muda untuk menilai institusi politik. Kecerdasan itu tampak pada tingkat kepercayaan mereka kepada lembaga-lembaga negara.

Lembaga DPR dan parpol berada di dua peringkat terbawah. Kaum muda lebih percaya kepada TNI, Presiden, dan KPK, yang berada di peringkat tiga teratas. Kaum muda sudah mampu menilai, memilih dan memilah lembaga-lembaga negara yang berkinerja mumpuni.

Sudah tiba saatnya partai politik berbenah diri dan benar-benar mendengarkan suara generasi muda. Jangan cuma mendengarkan, tapi mau memperjuangkan aspirasi kaum muda menjadi kebijakan negara.

Terus terang, pada umumnya anak muda membawa nilai-nilai politik yang lebih segar, yakni tentang pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. Meski, harus jujur diakui pula, tak sedikit anak muda yang ketika berada di lingkaran kekuasaan justru terjebak pada perilaku korupsi.

Berbagai kajian politik dunia menyebutkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam politik demi kestabilan dan kedamaian masyarakat itu sendiri. Tanpa keterlibatan mereka, kebijakan yang dihasilkan tak berumur panjang karena tidak mengakomodasi kebutuhan ge­nerasi mendatang.

Kemunculan anak-anak muda dalam per­politik­an Indonesia adalah keniscayaan zaman. Karena itu, jangan sampai anak muda tersesat di partai medsos. Mereka perlu diajak membangun partai politik, dan yang paling penting, mereka tidak apolitis.

Baca Juga

MI/DUTA

Terus Tebar Teror, KKB Tembak Warga

👤Administrator 🕔Sabtu 17 April 2021, 05:00 WIB
KELOMPOK kriminal bersenjata (KKB) di Papua tidak henti-hentinya menebar teror. Tindakan biadab KKB terus menelan korban yang tak hanya...
MI/Duta

Menyelamatkan Mata Rantai Otomotif

👤Administrator 🕔Jumat 16 April 2021, 05:00 WIB
PEREKONOMIAN Indonesia setahun belakangan memang tak bisa dikatakan...
MI/Duta

Optimalkan Pencegahan

👤Administrator 🕔Kamis 15 April 2021, 05:00 WIB
PERANG melawan korupsi ketika perilaku jahat itu sudah berakar dan berurat memang butuh waktu panjang dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Maksimalkan Target di Ajang Pramusim

EMPAT tim semifinalis Piala Menpora, yakni PSS Sleman, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, akan memaksimalkan turnamen pramusim sebelum berlanjut ke Liga 1

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya