Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Mendukung KPK

01/3/2021 05:00
Mendukung KPK
(MI/Duta)

 

 

PENANGKAPAN Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu (27/2) dini hari lalu, menguak dua pesan. Pertama, wangi racun korupsi memang begitu dahsyatnya. Sosok yang selama ini dianggap bersih pun, bahkan penerima penghargaan antikorupsi seperti Nurdin, pada satu titik waktu akhirnya terpelanting karena tak kuasa menahan godaannya.

Nurdin kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel. Ia, yang belakangan mengaku tidak tahu-menahu soal korupsi yang dituduhkan kepadanya itu, ditangkap bersama sejumlah pejabat Pemprov Sulsel dan pihak swasta.

Selain tak kenal orang, korupsi juga tidak mengenal musim dan waktu. Praktik korupsi nyatanya tetap jalan di saat seluruh tenaga, pikiran, dan energi kita justru sedang didaya guna untuk bertempur menyingkirkan pandemi covid-19. Meski pahit, kita tak bisa menolak kenyataan bahwa saat ini bangsa ini harus berhadapan dengan dua wabah yang sama-sama sulit dimatikan, korona dan korupsi.

Seperti virus, korupsi juga terus bermutasi, baik dalam metode maupun modusnya. Nurdin ialah contoh betapa orang sehebat, sebersih apa pun, ketika ia kehilangan konsistensi untuk tetap berada di jalurnya yang bersih itu, mutasi korupsi akan mudah menyerangnya. Integritasnya tergelicir, jadilah ia yang sebelumnya antikorupsi seketika berubah peran menjadi tersangka korupsi.

Pesan kedua dari penangkapan Nurdin Abdullah ialah cerita tentang KPK yang senyatanya tetap memiliki taji cukup tajam. Mungkin belum terlalu landep (runcing) untuk mengenyahkan korupsi sebagai perilaku yang sudah telanjur merambah lini dan tingkatan mana pun. Namun, ‘ulah’ KPK yang terus menerus membuat ciut nyali para koruptor, terutama dengan operasi tangkap tangan (OTT) mereka, semestinya kita apresiasi dan beri dukungan.

Dengan gencarnya penindakan terhadap figur-figur pejabat yang tentunya bukan target kelas abal-abal, KPK sejatinya sedang ingin membuktikan mereka tidak lemah. Tidak juga sedang dilemahkan. KPK tidak pernah kehilangan kekuatan seperti yang banyak dicemaskan sebagian kalangan.

KPK seperti ingin mengirim pesan kepada khalayak, yang mereka butuhkan bukanlah keraguan, melainkan dukungan dan kepercayaan. Korupsi ialah musuh yang tangguh, bahkan teramat tangguh. Jangankan untuk mematikan, untuk melawannya saja bakal sangat sulit bila dukungan dan terutama kepercayaan tidak ada di belakang KPK. Konsistensi dukungan tentu akan menambah kekuatan lembaga ujung tombak pemberantasan korupsi tersebut.

Di sisi lain, tak berlebihan bila rakyat masih menanti prestasi yang lebih besar, lebih cemerlang, agar kepercayaan kepada KPK pulih sepenuhnya. Kita wajib selalu mengingatkan KPK untuk juga konsisten, terus memupuk, dan merawat dukungan publik itu dengan aksi nyata.

Penindakan dan penegakan hukum tetap harus digencarkan selama benih korupsi masih tumbuh menyebar. Namun, aksi dan program
preventif mesti lebih dikencangkan karena sesungguhnya intisari dari pemberantasankorupsi ialah pencegahan.

Lagi-lagi, kasus Nurdin bisa menjadi contoh pentingnya sebuah program pencegahan. Jika praktik good government governance berbasis transparansi dan akuntabilitas menjadi jiwa dari seluruh gerak pemerintah dan perangkatnya, korupsi barangkali tak akan menemukan ekosistemnya untuk bertumbuh.

Karena itu, kita mesti mendukung KPK untuk menguatkan sisi pencegahan korupsi dengan terus mendorong terciptanya praktik good government governance di semua tingkatan penyelenggara negara.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.