Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Membangun Bangsa, Merawat Persaudaraan

13/2/2021 05:00
Membangun Bangsa, Merawat Persaudaraan
Ilustrasi MI(MI/Duta)

 

 

PESAN menyejukkan disampaikan Presiden Joko Widodo pada perayaan Imlek tahun ini. Lewat akun Twitter-nya, Jumat (12/2), Presiden berharap semua pihak tetap berada dalam semangat persaudaraan.

Semangat persaudaran itu penting karena merupakan modal utama dalam membangun bangsa. Spirit itu pula yang mendasari para pendiri bangsa dalam membangun negeri ini puluhan tahun silam.

Makna persaudaraan semakin relevan pada saat bangsa ini dilanda pandemi covid-19. Kita hendaknya bersatu dalam semangat persaudaraan untuk membantu satu sama lain keluar dari darurat kesehatan ataupun dampaknya dalam segala bidang kehidupan.

Akan tetapi, belakangan ini semangat itu kerap dikoyak, baik dalam bidang politik maupun sosial kemasyarakatan. Di bidang pendidikan, misalnya, masih ada sekolah yang mewajibkan siswa/siswi berbusana mengikuti agama tertentu.

Perlakuan diskriminatif juga kerap menimpa etnik tertentu. Dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (11/2), Wakil Ketua Komisi Nasional Perempuan Mariana Amiruddin menyebut bahwa isu rasial kerap muncul saat momen politik.

Ras yang paling sering menjadi korban rasialisme, kata Mariana Amiruddin, ialah Tionghoa dan Papua. Kebencian dan ketakutan kolektif dibangun untuk memecah belah masyarakat.

Di tingkat individu, mungkin tidak ada masalah ketika ada etnik Tionghoa dan Papua yang bersahabat baik dengan etnik lain. Akan tetapi, pada level kelompok atau golongan, rasialisme dan diskriminasi masih kental terasa.

Di bidang politik pun setali tiga uang. Politik identitas kerap dimainkan segelintir elite. Isu rasial mereka embuskan, utamanya tiap kali penyelenggaraan pemilu ataupun pilkada. Isu putra daerah kerap kali jadi jargon. Bukannya mengedepankan politik akal sehat dengan mengadu visi dan misi, justru sentiman suku, agama, ras, dan antargolongan yang kerap kali dimainkan. Masyarakat diadu domba demi ambisi sebuah kursi kekuasaan.

Politik semacam itu sejatinya adalah barang usang yang pernah dipakai kaum penjajah berabad-abad silam untuk menaklukkan bangsa ini, yang ironisnya kini digunakan lagi oleh sebagian elite.

Entah karena mereka amnesia sejarah atau memang sengaja. Untuk politisi semacam ini, kita tentu patut mempertanyakan rasa kebangsaan dan nasionalisme mereka. Betul ingin membangun bangsa atau cuma merongrong kebinekaan?

Kita berharap masyarakat cerdas menyikapi sikap elite semacam ini. Jangan beri ruang orang-orang ini berkuasa, di level mana pun. Kita juga berharap sikap ini tidak menular dan merusak tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Sikap gotong royong, tepo seliro, saling menghormati, serta toleransi harus tetap menjadi ciri khas bangsa ini. Ikrar satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa yang digaungkan para pendiri bangsa kita dulu, jangan sekadar jadi slogan, karena itulah yang menjadi modal bangsa ini lepas dari belenggu penjajahan.

Bangsa ini merdeka bukan semata karena jasa Bung Karno dan Bung Hatta, tetapi juga berkat peran serta seluruh masyarakat dari Sabang sampai Merauke, entah Bugis, Jawa, Sunda, Batak, Dayak, Ambon, Papua, atau keturunan Arab maupun Tionghoa.

Kita semua bersaudara, dan persaudaraan inilah yang harus kita jaga untuk merawat dan membangun Indonesia. Imlek kali ini bukan sekadar perayaan tahun baru bagi masyarakat Tionghoa. Imlek merupakan simbol sekaligus momen kebersamaan. Bersama sebagai saudara sambil terus berikhtiar melenyapkan isu rasial dan diskriminasi.



Berita Lainnya
  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).