Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Mengembalikan Pers Konstruktif

10/2/2021 05:00
Mengembalikan Pers Konstruktif
(MI/Seno)

 

 

SEJAK kelahirannya, eksistensi pers selalu diuji. Ini bukan hanya soal keberlanjutannya, melainkan juga soal perannya.

Peran kontrol sosial membawa konsekuensi soal independensi. Pers tidak boleh berpihak, kecuali pada kebenaran. Maka wajar jika pers menjadi pengkritik keras segala isu.

Namun, perkembangan pers menunjukkan mudahnya kritisme berubah menjadi pemberitaan negatif, bahkan sensasional. Akibatnya, adagium terkenal dari industri pers ialah bad news is good news atau bad news sells. Dengan kata lain, kabar buruk lebih menjual jika dibandingkan dengan kabar baik.

Meski telah mampu menghidupkan industri, candu pemberitaan negatif juga menjadi bumerang. Sudah beberapa dekade ini timbul apatisme masyarakat global akibat kejengahan akan berita-berita muram itu.

Hasilnya, media arus utama yang mulai ditinggalkan. Disrupsi teknologi pun membuat masyarakat leluasa memilih sumber informasi lain yang dianggap lebih jujur.

Kini pandemi covid-19 membuat ujian peran pers itu semakin nyata. Luasnya skala wabah yang baru kali pertama dalam sejarah manusia, membawa pertanyaan akan peran pers. Peran kontrol sosial pun diuji hingga ke akarnya. Bagaimanakah wujud kontrol sosial itu dalam kegentingan dunia saat ini?

Pertanyaan itu tidak berlebihan. Sebab, tanggung jawab pers sebenarnya tidak lebih ringan dari mereka yang berada di garda terdepan.

Lewat berita, pers membentuk opini dan menggerakkan perilaku. Maka sejatinya pers punya tanggung jawab untuk menggerakkan perilaku sosial dalam memerangi covid-19.

Tanggung jawab itu pula yang harus bisa dijawab pers Indonesia yang kemarin merayakan Hari Pers Nasional. Besarnya peran pers di tengah pandemi ini juga bisa dilihat dari ajakan Presiden Joko Widodo agar pers menyuarakan optimisme.

Memang, dengan optimismelah manusia bisa bangkit dan bergerak maju bahkan di saat terpuruk sekalipun. Tidak hanya itu, optimisme ibarat virus yang cepat menular dan membuat perubahan.

Di tengah pandemi ini pun kita sudah melihat bagaimana optimisme melahirkan berbagai gaya hidup positif hingga melahirkan berbagai gerakan berbagi.

Sebaliknya, kabar tentang kelemahan penanganan di faskes ataupun kelemahan testing dengan cepat melahirkan apatisme. Satu kasus kesalahan testing yang dibesarkan sudah bisa melahirkan opini akan ketidakakuratan seluruh fasilitas pengujian.

Di tahap vaksinasi sekarang ini berita kegagalan juga bisa berdampak pada kegagalan program. Studi internasional pun telah menunjukkan bahwa kabar kelemahan dan kesalahan vaksinasi terbukti melahirkan keengganan penerima vaksin dan selanjutnya mengancam terwujudnya herd immunity.

Namun, betul bahwa optimisme yang disuarakan pers tidak melepaskan tanggung jawab kritisme.

Maka di sinilah pula pertanyaan tentang peran kontrol sosial itu terjawab. Kontrol sosial semestinya bergandengan dengan kekuatan konstruktif atau membawa perbaikan. Bukan sebaliknya, kontrol sosial yang hanya membawa destruksi.

Tidak heran, paham jurnalisme konstruktif makin disuarakan keberadaannya. Jurnalisme konstruktif bukan sekadar good news is good news atau sekadar memproduksi lebih banyak berita positif, melainkan jurnalisme yang menciptakan lebih banyak pengetahuan. Dengan kata lain, pers tidak hanya menyuarakan informasi, tetapi juga ikut menginspirasi solusi.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.