Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Mewaspadai Hujan Ekstrem

08/2/2021 05:00
Mewaspadai Hujan Ekstrem
(MI/Duta)

 

 

SEJAK Januari sampai saat ini, Indonesia memasuki puncak musim hujan. Perlu diwaspadai terjadinya cuaca ekstrem yang mungkin terjadi hingga Maret.

Cuaca ekstrem tersebut sangat berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Hujan ekstrem disertai kilat dan petir serta gelombang tinggi juga dapat membahayakan pelayaran dan penerbangan.

Sejak Agustus 2020, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memprediksikan terjadinya puncak musim hujan serta potensi bencana yang mengikutinya. Namun, antisipasi selalu datang terlambat, baru huru-hara setelah banjir datang.

Banjir yang merendam sebagian Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (6/2), sudah diingatkan BMKG sejak 4 Februari. Diingatkan bahwa terdapat potensi dampak hujan lebat untuk dampak banjir/bandang dapat terjadi di wilayah Jawa Tengah dengan kategori waspada, termasuk Kota Semarang.

Peringatan BMKG menjadi kenyataan. Sebanyak 10 dari 16 kecamatan di Kota Semarang dilanda banjir hingga 1 meter. Banjir dipicu hujan sejak Jumat (5/2) malam dan semakin deras pada Sabtu subuh. Satu orang meninggal tersetrum oleh listrik saat banjir. Selain itu, sedikitnya ada 15 titik tanah longsor yang menyebabkan dua orang tewas tertimbun serta banyak warga dievakuasi.

Jangan pernah anggap enteng peringatan BMKG. Bencana hidrometeorologi sangat nyata. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadi 263 bencana sepanjang Januari. Dari semua kejadian bencana itu, 98% disebabkan faktor hidrometeorologi.

BNPB juga mencatat bahwa sepanjang 2020 telah terjadi 2.925 kejadian bencana alam. Bencana yang terjadi sepanjang 2020 itu juga didominasi bencana hidrometeorologi.

Terus terang, bencana hidrometeorologi memang tidak bisa dibendung. Manusia tidak bisa melawan kuasa alam, tetapi ia punya kemampuan memprediksi dan menyiasati dampaknya.

Cara menyiasatinya antara lain dengan menata ulang penggunaan ruang dan lahan. Peningkatan pemanfaatan ruang dan lahan yang tidak terkendali dapat mendorong peningkatan kerusakan lingkungan yang selanjutnya dapat berdampak pada kejadian bencana yang lebih besar lagi. Karena itu, perlu dibangun sebanyak-banyaknya ruang terbuka hijau di kota-kota besar.

Sudah saatnya paradigma kebencanaan diubah. Dari responsif ke preventif, dari pendekatan sektoral menjadi multisektoral, dari urusan pemerintah ke urusan bersama, dari sentralisasi menjadi desentralisasi, dari tanggap darurat menjadi pengurangan risiko bencana.

Mestinya bangsa ini tidak perlu lagi gagap menghadapi bencana karena Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Penanggulangan Bencana Tahun 2020-2044, pada 10 September 2020.

Perpres itu menghendaki adanya desain sistem ketahanan bencana yang bersifat menyeluruh, yang didukung kapasitas kelembagaan pemerintah, kemitraan lintas pemangku kepentingan, sistem data, ilmu dan teknologi, skema pembiayaan yang beragam, peran serta masyarakat dan kearifan lokal, dan kolaborasi dengan komunitas global.

Desain sistem ketahanan bencana harus dimulai dengan menata ulang seluruh peraturan perundang-undangan agar adaptif dalam penanggulangan bencana. Harus ada keberanian politik untuk menata kawasan resapan air yang sudah beralih fungsi.

Terlalu banyak kawasan resapan air yang sudah beralih fungsi menjadi kawasan komersial sehingga mengakibatkan banjir di mana-mana. Karena itu, semua pihak harus tetap mewaspadai hujan ekstrem.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.