Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI para penyintas kanker, wabah covid-19 ibarat menggandakan nestapa. Hal ini seperti peribahasa lama yang mengatakan ‘sudah jatuh tertimpa tangga’. Selain ancaman kanker itu, mereka juga dalam posisi amat rawan menghadapi ancaman penularan virus korona.
Tidak hanya itu, pandemi juga menyebabkan beban di sistem kesehatan kita semakin berat. Ini berdampak besar pada penanganan kanker secara umum. Saat ini saja, pembatasan-pembatasan yang mesti dilakukan demi meminimalkan penyebaran virus tak hanya berimpak pada proses pengobatan, tetapi juga menurunkan tingkat screening atau deteksi dini kanker.
Padahal, deteksi dini amatlah penting. Mendeteksi dini penyakit kanker dapat meningkatkan peluang kesembuhan. Dari sisi biaya pun, deteksi dini pun tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan besarnya biaya perawatan. Artinya, penurunan tingkat deteksi dini kanker akibat pandemi ini berisiko meningkatkan jumlah kasus kanker di masa depan.
Kemungkinan itu tentu sangat mencemaskan. Saat ini saja, penyakit kanker sudah tercatat sebagai salah satu penyebab kematian yang tinggi di dunia dan di Indonesia. Berdasarkan Globocan 2020, diperkirakan 1 dari 5 orang menderita kanker di dunia.
Dalam situasi keprihatinan itulah peringatan Hari Kanker Sedunia tahun ini mesti dimaknai. Harus diakui, pagebluk covid-19 seakan telah memaksa negara menganaktirikan penyakit lain, termasuk penyakit tidak menular yang mematikan seperti kanker. Fokus menangani pandemi memang harus dilakukan, tapi pada saat yang sama semestinya tak sampai membuat penyakit lain menjadi terabaikan.
Kita khawatir bila negara dan pemerintah masih terus kewalahan mengendalikan pandemi, tingkat pelayanan terhadap pasien penyakit-penyakit itu juga semakin menurun. Karena itu, peringatan Hari Kanker Sedunia, hari ini, mesti dimaknai betul sebagai momentum untuk membuka kesadaran pemerintah agar segera menyusun desain baru proses pelayanan pasien penyakit noncovid, terutama kanker.
Di masa pandemi, persoalan yang dihadapi penyintas kanker tidak bisa diatasi bila negara tidak keluar dari upaya yang business as usual. Dalam situasi yang tak biasa ini, kita butuh cara dan terobosan yang luar biasa. Sebagai contoh, bila rumah sakit atau fasilitas kesehatan dianggap salah satu pusat penularan korona, semestinya ada konsep atau tata laksana yang memungkinkan pasien kanker tidak perlu datang ke rumah sakit.
Dalam kerangka berpikir yang lebih maju, seperti yang pernah dipaparkan Ketua Cancer Information and Support Center Aryanthi Baramuli Putri, suara penderita kanker semestinya juga dilibatkan dalam proses pembuatan kebijakan kesehatan di masa pandemi. Dengan begitu, di satu sisi tidak ada yang merasa dilupakan, di sisi lain kebijakan yang dihasilkan juga lebih holistik dan komprehensif.
Terlepas dari itu, peringatan kali ini sesungguhnya penting sebagai proses refleksi diri dan bangsa. Tema besar Hari Kanker Sedunia tahun ini ialah I am and I will dengan subtema Together, all our actions matter. Spiritnya sangat relevan.
Itu mengingatkan lagi bahwa situasi sekarang ini hendaknya dapat kita hadapi bersama. Karena sesungguhnya dalam bungkus kolektivitas itu, semua tindakan kita punya arti penting. Tujuannya tentu saja satu, yakni dunia yang lebih sehat. Tanpa kanker. Tanpa korona.
Eloknya, melawan covid-19 tanpa menganaktirikan penderita penyakit lainnya, termasuk kanker.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.
PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.
RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.
FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.
Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.
DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.
Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.
IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.
SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.
KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.
SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved