Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KUDETA yang terjadi pada 1 Februari lalu memang bukan hal baru untuk sejarah Myanmar. Negara berjuluk ‘Seribu Pagoda’ itu bahkan sudah mengalami empat kali pengambilalihan kekuasaan oleh militer sejak merdeka pada 1948.
Kudeta pertama dan kedua terjadi di bawah kepemimpinan Jenderal Ne Win, yang masing-masing berlangsung pada 1958-1960 dan 1962-1988. Kudeta ketiga berada di bawah kepemimpinan Jenderal Saw Maung, Than Shwe, dan Khin Nyunt, yang totalnya berlangsung sepanjang 1988-2011.
Berulangnya kudeta tetap bukan alasan untuk pemakluman. Bahkan, dengan adanya tuduhan kecurangan pemilu yang dilakukan pemerintah, kudeta tetaplah kejahatan bagi bangsa sebab harga mahal kudeta harus dipikul rakyat hingga waktu yang panjang.
Di Myanmar, harga itu sudah diperlihatkan dari tingginya populasi yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Pada 2017, jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan mencapai 24,8%. Dalam peringkat GDP (gross domestic product), Myanmar yang sebenarnya kaya akan minyak dan gas bumi teronggok di peringkat 73 pada 2019. GDP per kapita tahun itu pun hanya sekitar US$1.407 (sekitar Rp19 juta).
Kudeta yang kini kembali dilancarkan Tatmadaw, sebutan untuk militer Myanmar, mengancam kebangkitan ekonomi yang diupayakan sejak 2012, ibarat kembali ke titik nol. Alih-alih sebagai tujuan investasi baru di Asia, Myanmar akan kehilangan daya tarik.
Segala catatan itu menegaskan dampak buruk negara terkudeta seperti yang sudah disebutkan berbagai riset dunia. Betul bahwa pada beberapa negara, kudeta mencetuskan pula kebangkitan akan demokrasi. Namun, lebih sering terjadi, kudeta melahirkan rezim autoritarian dan meningkatkan kekerasan oleh negara.
Sebuah studi yang dilakukan tim peneliti dari gabungan tiga universitas di Amerika Serikat pun menepis segala pembelaan dari kudeta. Studi atas berbagai kudeta yang terjadi di dunia sejak 1950 hingga 2014 jelas menunjukkan tidak ada korelasi kudeta dengan demokrasi. Bahkan ketika kudeta dijadikan alasan untuk menumbangkan kediktatoran, kenyataannya kudeta hanya jembatan dari satu diktator ke diktator lain.
Lebih mengerikan, kudeta yang terjadi di era pascaperang dingin maupun di era globalisasi kini tidak lebih beradab. Sekalipun tidak jadi peristiwa berdarah, kudeta selalu mengakibatkan banyak pelanggaran HAM.
Kekejaman sudah ibarat dua sisi mata uang dengan kudeta karena ketika cara konstitusional disingkirkan, ukuran kepatutan menjadi kabur. Sebab itu, memang tepat dikatakan jika kudeta adalah cara primitif dan kejam dalam meraih kekuasaan. Kudeta semestinya haram di level peradaban apa pun.
Namun, seperti juga segala konsep yang ada di dunia ini, cara kudeta hanya akan ditinggalkan jika negara-negara bersatu menentangnya. Dalam konteks kerja sama ASEAN, setinggi apa pun negara-negara anggota menghormati kedaulatan masing-masing, sikap atas kudeta harus ditunjukkan.
Pemerintah Indonesia telah menyatakan keprihatinan mendalam, menyerukan agar semua pihak di Myanmar menahan diri dan berupaya mencapai solusi damai. Lebih jauh, pemerintah Indonesia semestinya juga bisa menggunakan beragam mekanisme yang ada di ASEAN untuk mendorong perundingan yang tetap menjunjung kerahasiaan para negara anggota.
Seperti diungkapkan pakar ASEAN Dinna Wisnu, prinsip tidak mencampuri urusan internal negara bukan pula berarti tidak berbuat apa-apa. Inilah saatnya Indonesia memanfaatkan momentum untuk mengajak ASEAN agar saling mendengar dan bukannya saling menutup telinga sebab semangat itu pula yang telah melahirkan ASEAN pada awalnya.
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved