Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Jangan Biarkan Parpol Jadi KPU

29/1/2021 05:00
Jangan Biarkan Parpol Jadi KPU
(MI/Duta)

 

 

PEMILU itu ibarat pertandingan sepak bola. Ada Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai wasit dan ada pula partai politik yang berperan sebagai pemain. Apa jadinya jika pemain merangkap wasit?

Pemain merangkap wasit menjadi wacana dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu. RUU yang merupakan revisi UndangUndang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu itu ma suk Program Legislasi Prioritas 2021 di DPR.

Salah satu pasal dalam revisi itu mengatur keterwakilan partai politik dalam komposisi keanggotaan KPU. Ketentuan tersebut tertuang dalam Pasal 16 ayat (7) RUU Pemilu.

Disebutkan dalam ayat itu bahwa komposisi keanggotaan KPU, KPU provinsi, dan KPU kabupaten/kota memperhatikan keterwakilan partai politik secara proporsional berdasarkan hasil pemilu sebelumnya.

Harus tegas dikatakan bahwa pemain merangkap wasit dalam pemilu mengingkari konstitusi. Pasal 22E ayat (1) UUD 1945 menyebutkan pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali.

Asas jujur dan adil dalam pemilu hanya bisa terwujud jika penyelenggaranya tidak diserahkan kepada pemerintah atau partai politik sebab berpotensi dan rawan dipengaruhi atau dimanfaatkan berbagai kepentingan. Karena itulah, Pasal 22E ayat (5) menyebutkan pemilu diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri.

Mandiri maksudnya penyelenggara pemilu tidak boleh berpihak kepada salah satu peserta pemilu. Keberpihakan penyelenggara pemilu kepada peserta pemilu justru mengkhianati hakikat pemilu yang jujur dan adil.

Elok nian bila pembuat undang-undang, dalam hal ini DPR dan pemerintah, konsisten menjalankan amanat konstitusi, jangan membajaknya hanya untuk kepentingan sesaat dan sesat pula.

Pengalaman pahit Pemilu 1999 harus dijadikan pelajaran. Ketika itu anggota KPU berjumlah 53 orang terdiri dari 48 wakil partai peserta pemilu dan 5 wakil pemerintah. Kepentingan politik wakil partai di KPU menyebabkan hasil Pemilu 1999 terlambat diumumkan sehingga pengesahan Pemilu 1999 diambil alih Presiden Habibie.

Terus terang, pengalaman pahit Pemilu 1999 itulah yang menjadi dasar keinginan politik untuk menolak partai politik menjadi komisioner KPU. Kemauan politik itu dikukuhkan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan Nomor 81/PUUIX/2011.

MK menyatakan adalah hal yang tidak sejalan dengan logika dan keadilan jika pemilu diselenggarakan lembaga yang terdiri atau  beranggotakan para peserta pemilu itu sendiri.

Peserta pemilu ialah partai politik, menurut MK, maka undang-undang harus membatasi atau melepaskan hak partai politik peserta pemilu untuk sekaligus bertindak sebagai penyelenggara pemilihan umum.

Jika kini pembuat undang-undang membuka peluang partai politik menjadi komisioner KPU, sama saja melawan dengan penuh kesadaran putusan MK yang bersifat final dan mengikat. Jika itu tetap dilakukan, undang-undang yang dihasilkan niscaya digugurkan MK pada saat ada pihak yang mengajukan uji materi.

Pikiran-pikiran untuk kembali menggoda netralitas KPU sebaiknya dibuang ke laut saja karena berpotensi mencede rai demokrasi. Integritas KPU sebagai badan independen mestinya diperkuat dan dijaga, bukan malah dirusak. Jika pemain merangkap wasit, pertandingan menjadi kacau-balau.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.