Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Menghukum Rasialisme

28/1/2021 05:00
Menghukum Rasialisme
Ilustrasi MI(MI/Duta)

 

 

RASISME atau rasialisme sejatinya ialah kejahatan kemanusian. Apa pun bentuk dan wujudnya, perilaku rasialisme semestinya tidak diberi tempat. Karena sekali dia diberi ruang, praktik superioritas dan diskriminasi atas nama ras itu akan berkembang. Beranak pinak seolah sebuah praktik yang biasa.

Celakanya, di era media sosial, rasialisme justru seperti mendapat ruang baru. Berbarengan dengan maraknya ujaran kebencian, ucapan dan ujaran bernada rasis sering kita jumpai di lini-lini masa media sosial tanpa kita sadari. Boleh jadi bibit-bibit rasisme yang sesungguhnya tak pernah mati itu menemukan media tanam yang cocok, yaitu media sosial.

Ujaran rasial di akun Facebook Ambroncius Nababan yang menyandingkan foto mantan komisioner HAM Natalius Pigai dengan seekor gorila, baru-baru ini, hanyalah satu contoh betapa kini nilai-nilai kemanusiaan begitu mudah luntur melalui layar gawai. Kasus itu juga menunjukkan bahwa penghormatan terhadap kemanusian teramat gampang takluk oleh kebencian dan fanatisme kelompok.

Rasialisme merupakan masalah serius bangsa, karena itu negara tidak boleh diam. Perilaku rasisme harus dikutuk, rasialisme harus menjadi musuh bersama kemanusiaan. Tetapi, tak boleh berhenti sampai di situ, pada saat yang bersamaan pelakunya juga mesti dimintai pertanggungjawaban hukum.

Seperti juga terhadap korupsi, melawan rasisme tidak boleh lembek. Kelembekan hanya akan menyuburkan perilaku itu karena tidak menciptakan efek jera. Pada akhirnya praktik yang serupa akan terulang dan terulang lagi.

Gerak lumayan cepat dari kepolisian yang telah menetapkan Ambroncius Nababan sebagai tersangka, Selasa (26/1), perlu kita apresiasi dan berikan dukungan. Kecepatan itu perlu, tapi lebih dari itu, publik akan tetap menanti ketegas an proses penegakan hukum selanjutnya. Sebab, lagi-lagi mirip korupsi, pada dasarnya perilaku rasialisme tidak layak dihukum ringan.

Penegakan hukum yang cepat dan tepat dalam kasus ini mestinya bisa menjadi modal berharga buat pemerintah untuk mengurai akar masalah rasialisme di Tanah Air. Harus diakui dalam ta hun-tahun belakangan, kasus rasisme lebih kerap menimpa warga dan rakyat Papua.

Tentu kita masih terngiang kasus rasisme yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya, tahun lalu, yang ujung-ujungnya memicu gelombang protes dan demonstrasi besar-besaran di Papua.

Kita tidak ingin kasus ujaran rasial terakhir ini berujung sama atau bahkan dimanfaatkan demi kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Ingat, kasus rasialisme di mana pun, bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat, bagaikan bensin. Ia mudah disulut dan jika sudah membesar bakal sulit dimatikan.

Karena itu, sebelum ada api yang menyulut, kasus ujaran rasial yang dilakukan Ambroncius Nababan mesti dilokalisasi. Caranya, para penegak hukum, mulai polisi hingga hakim di pengadilan nanti, mesti menangani kasus ini secara profesional, proporsional, dan dengan ketegasan tingkat tinggi.

Wajah Indonesia bukanlah wajah rasialisme. Wajah Bumi Pertiwi yang sejati semestinya ialah wajah yang damai dan toleran. Demi wajah itu, dengan seluruh tangan dan perangkat yang dimiliki, negara punya tugas untuk menghapus stigma rasial dari bumi Indonesia.
 



Berita Lainnya
  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).