Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Kedaulatan Teknologi

19/1/2021 05:00
Kedaulatan Teknologi
(MI/Seno)

 

 

DI masa kini dan masa depan, penguasaan teknologi ialah kunci. Dalam konteks negara, kedaulatan teknologi ialah nyawa. Kelangsungan hidup suatu bangsa, salah satunya akan ditentukan oleh seberapa kuat dia menggenggam teknologi.

Menggenggam artinya tidak hanya bisa mengimpor atau hanya menjadi pasar dari teknologi, tapi juga mesti mampu melakukan rekacipta (invention) dan rekabaru (inovasi) sendiri. Teknologi pada dasarnya selalu menunggu untuk diciptakan dalam bentuknya yang bermacam-macam. Selanjutnya ialah tugas manusia yang memiliki kodrat sebagai inventor sekaligus kreator.

Tugas negara ialah memastikan dan menyediakan ruang seluas-luasnya untuk proses riset dan rekacipta itu. Namun, belum bisa disebut teknologi kalau dia hanya berhenti di titik tersebut. Karena itu, negara pun harus mampu menjadi jembatan agar hasil dari rekacipta itu dapat dieksekusi dalam bentuk teknologi yang aplikatif.

Harus diakui, Indonesia masih menyimpan problem pada dua hal tersebut. Terutama dalam fungsi keduanya sebagai jembatan antara dunia riset dan dunia industri. Alhasil, alur dari rekacipta menuju rekabaru tidak mulus, tersendat, bahkan sesekali mampat. Inilah yang  menyebabkan Indonesia terlihat amat sulit menjadi negara maju dengan kemandirian di sektor teknologi.

Dengan latar belakang itulah, harian Media Indonesia di hari ulang tahunnya yang ke-51, hari ini, memilih tema Rekacipta Indonesia. Tema itu punya dua pesan yang kuat. Pertama, tentu saja untuk mengingatkan tataran internal agar era kini ialah era perubahan. Untuk bisa melawan
perubahan, kita tak cukup hanya adaptif, tapi juga harus kreatif, inovatif, dan transformatif.

Pesan kedua ialah ingin mengajak seluruh komponen bangsa ini, utamanya penyelenggara negara, agar menjadikan kedaulatan teknologi sebagai prioritas di masa depan. Indonesia harus bergerak lebih kencang untuk menciptakan lebih banyak lagi teknologi yang bermanfaat bagi kesejahteraan manusia. Teknologi rekacipta yang dimiliki Indonesia semestinya dapat bersaing secara global dan menciptakan solusi.

Sejatinya, banyak riset dan penelitian hebat yang dihasilkan ilmuwan dan peneliti kita. Bahkan di masa pandemi ini, hasilnya sangat banyak. Menurut data dari Kementerian Riset dan Teknologi, lebih dari 1.000 inovasi berbentuk teknologi dan obat diciptakan oleh perguruan tinggi.

Kita ambil contoh vaksin Merah Putih. Vaksin yang dikembangkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan enam lembaga (penelitian dan perguruan tinggi) dalam negeri itu akan menjadi contoh kemandirian sekaligus kemajuan bangsa. Lalu yang terbaru ialah hasil penelitian Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi, yakni teknologi alat deteksi covid-19 melalui embusan napas yang diberi nama GeNose.

Dua contoh di atas memang tak terlalu terkendala dalam proses hilirisasinya. GeNose bahkan sudah dalam rencana akan diproduksi secara massal. Akan tetapi, jauh lebih banyak lagi hasil penelitian yang hanya berhenti sampai sebatas penulisan jurnal atau pembuatan prototipe. Padahal, hasil akhir dari sebuah rekacipta semestinya ialah solusi.

Karena itulah, dalam momentum perayaan ulang tahun di masa pandemi ini, Media Indonesia tak hanya ingin mengingatkan diri sendiri untuk jangan berhenti berinovasi. Lebih jauh kita ingin menggugah kesadaran bangsa untuk memulai aksi menggenggam teknologi.

Kedaulatan teknologi ialah keniscayaan yang harus kita kejar. Kita percaya, dengan kemadirian dan genggaman yang tepat, teknologi yang dihasilkan anak-anak bangsa akan menjadi solusi bagi permasalahan Indonesia maupun dunia.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.