Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Keteladanan yang Sirna

15/1/2021 05:00
Keteladanan yang Sirna
Ilustrasi(MI/Seno)

 

 

PARA elite dan pesohor mestinya menjadi anutan. Mereka menebar inspirasi, bukan mengumbar provokasi. Akan tetapi, masih ada di antara mereka yang mempertontonkan ujar dan laku yang tidak pantas diikuti.

Publik, saat ini, sangat membutuhkan keteladanan para elite dan pesohor. Elite dan pesohor dibutuhkan sebagai patron dalam menghadapi pandemi covid-19. Pasalnya, grafi k penularan dan penambahan kasus positif korona terus menanjak.

Grafik penambahan kasus covid-19 menanjak karena masyarakat mengabaikan protokol kesehatan. Dalam dua hari terakhir, penambahan kasus positif covid-19 di atas 11.000. Penambahan kasus itu seakan-akan berlomba memecahkan rekor harian.

Ironisnya, rekor harian tersebut justru bertambah pada saat vaksinasi dimulai. Vaksinasi dimulai pada Rabu (13/1). Presiden Joko Widodo dan pesohor yang pertama menerima vaksin.

Salah satu pesohor yang menerima vaksin ialah selebritas Raffi Ahmad. Ia divaksin di beranda depan Istana Merdeka, Jakarta. Seusai mengikuti vaksinasi perdana, Raffi sempat menyampaikan pesan, meski sudah divaksin, tetap pakai masker dan mengikuti aturan protokol kesehatan.

Selang beberapa jam setelah vaksinasi, Raffi menghadiri sebuah pesta bersama teman-temannya. Dalam sebuah foto yang beredar di media sosial terlihat Raffi tidak mengenakan masker saat berfoto bersama.

Raffi tidak satu kata dengan perbuatannya. Padahal, ia menerima vaksin perdana dengan harapan perilakunya bisa diikuti. Perbuatannya malah jauh panggang dari api, meski kemudian ia meminta maaf dan pihak Istana memberikan teguran.

Lain lagi contoh yang diperlihatkan anggota DPR Ribka Tjiptaning. Ia lantang bersuara di Senayan bahwa dirinya memilih untuk didenda ketimbang divaksin. Padahal, pemerintah sudah memutuskan vaksinasi gratis untuk seluruh rakyat.

Alasan yang disampaikan Ribka Tjiptaning, anggota Fraksi PDIP, macam-macam. Pertama, uji klinis vaksin Sinovac itu belum rampung, tapi sudah langsung impor dari Tiongkok. Kedua, terkait itu, jangan sampai ada kepentingan bisnis segelintir pencari rente di balik program vaksinasi covid-19 tersebut.

Anggota partai pendukung pemerintah itu lupa bahwa pemerintahan Jokowi harus bergerak cepat mendapatkan vaksin yang diburu oleh semua negara di planet ini. Bangsa ini berkejaran dengan waktu yang setia berlari. Tuntutan kondisi ideal Ribka jelas tidak akan menolong bangsa ini keluar dari pandemi covid-19.

Ribka bukanlah anggota Komisi IX DPR biasa. Ia adalah seorang dokter dan pernah menjabat sebagai Ketua Komisi IX DPR. Ketika sangat lancar melontarkan kritik tentang bisnis vaksin, ia pun tentunya paham mengenai pasokan vaksin.

Ribka juga pasti paham, ketika seluruh dunia dilanda pandemi, maka pertimbangan tidak hanya aspek medis. Negara-negara berebut mengamankan pasokan masing-masing. Indonesia pasti akan ketinggalan jika menuruti kondisi ideal Ribka.

Pernyataan Ribka jelas-jelas kontraproduktif bagi kesuksesan program vaksinasi covid-19. Di kala angka pasien terus melonjak, ternyata ada elite yang malah membuat narasi kontra. Bisabisa hal ini dijadikan narasi pembenaran bagi awam untuk menolak vaksinasi. Jika itu yang terjadi, tentu patut disesalkan.

Ketika keteladanan sirna dari para elite dan pesohor, eloknya rakyat tetap disiplin. Vaksinasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memutus mata rantai, bahkan mengakhiri pandemi covid-19, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.