Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Reshuffle untuk Rakyat

23/12/2020 05:00
Reshuffle untuk Rakyat
Editorial(Dok.MI/Seno)

 

 

RESHUFFLE Kabinet Indonesia Maju jilid II tak terhindarkan lagi. Meski baru berumur setahun lebih, mau tidak mau, suka tidak suka, Presiden Joko Widodo harus merombak jajaran pembantunya agar arah pembangunan yang sudah digariskan lurus menuju terminal keberhasilan.

Perombakan kabinet itu diumumkan kemarin di Istana Merdeka, Jakarta. Sebanyak enam pos kementerian berganti pemimpin yang kesemuanya wajah baru. Mereka ialah Tri Rismaharini sebagai menteri sosial, Sandiaga Uno menteri pariwisata dan ekonomi kreatif, Budi Gunadi Sadikin menteri kesehatan, Yaqut
Cholil Qoumas menteri agama, M Luthfi menteri perdagangan, serta Sakti Wahyu Trenggono sebagai menteri kelautan dan perikanan (KKP).

Perombakan kabinet kali ini dilakukan tak sekadar karena keterpaksaan, tetapi juga demi tuntutan perkembangan keadaan. Sulit disangkal, Presiden memang
terpaksa me-reshuffle kabinet lantaran dua pos kementerian kosong setelah menterinya terbelit kasus korupsi.

Pertama ialah KKP yang ditinggalkan Edhy Prabowo pada akhir November lalu. Menteri asal Partai Gerindra itu ditangkap KPK karena diduga terlibat dalam perkara rasuah ekspor benur.

Tak sampai dua pekan kemudian, Kementerian Sosial kehilangan komandan setelah Juliari Batubara ikut-ikutan menguar noda. Menteri dari PDIP ini menjadi pesakitan KPK dalam kasus yang membuat rakyat geram bukan kepalang, yakni korupsi bantuan sosial pandemi covid-19.

Mengangkat atau memberhentikan menteri ialah hak istimewa Presiden, dan Jokowi telah menggunakan hak konstitusional itu. Hak prerogatif itu pun tidak digunakan secara sembarangan, tetapi didasarkan pada pertimbangan yang matang.

Menjadikan momentum penggantian dua menteri yang bermasalah untuk mengganti menteri-menteri yang lain pun sepenuhnya hak Presiden. Yang pasti, Presiden tidak bertindak asal-asalan. Presiden tak mungkin serampangan membuat keputusan karena dia paham betul bahwa dampak yang timbul akan
dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Pada konteks itu, kita wajib menghormati keputusan Jokowi. Benar bahwa tidak semua penggantian dan penunjukan menteri itu bisa dipahami publik saat ini. Pergantian pucuk pimpinan di Kementerian Kesehatan, misalnya, langsung mencuatkan pro dan kontra.

Banyak yang menilai Terawan Agus Putranto memang layak diganti karena kinerjanya selama ini di tengah pandemi mengecewakan. Namun, sosok Budi Gunadi Sadikin sebagai pengganti pun dipertanyakan karena dia orang asing di dunia kesehatan. Budi ialah lulusan fisika nuklir yang lebih banyak berkecimpung di jagat perbankan.

Akan tetapi, sekali lagi, Jokowi pasti tidak asal memilih. Lagi pula, menteri kesehatan tidak harus berasal dari dokter atau tenaga kesehatan. Yang penting dia punya kapasitas memimpin kementerian untuk membuat rakyat sehat.

Kepemimpinan itu pula yang dibutuhkan para menteri yang baru saja dipilih. Tidak ada waktu untuk berlama-lama menyesuaikan diri. Gerak cepat dan tepat, bekerja dengan segala daya dan upaya, adalah keniscayaan dalam keadaan seperti sekarang.

Dalam situasi serbakrisis akibat pandemi saat ini, rakyat butuh kebijakan nyata yang meringankan beban mereka. Publik tidak akan mempersoalkan latar belakang para menteri selama mereka bekerja keras dan cerdas demi kepentingan rakyat.

Dipilih sebagai pembantu Presiden untuk memimpin perjuangan melawan krisis multidimensi yang tengah mendera bangsa adalah sebuah kehormatan. Jangan sia-siakan kehormatan itu dengan visi-misi yang menyimpang dari visi-misi Presiden.

Jangan nodai kehormatan itu dengan misi politik, apalagi korupsi. Itulah yang diinginkan Presiden, itu pula yang diinginkan rakyat.



Berita Lainnya
  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.

  • Makin Puas, makin Tancap Gas

    12/2/2026 05:00

    INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.

  • Mewujudkan Kedaulatan Emas

    11/2/2026 05:00

    LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.