Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

MK bukan Keranjang Sampah

14/10/2020 05:00

RUANG demokrasi dan konstitusi jelas sama pentingnya. Demokrasi yang sehat akan melahirkan konstitusi yang berkualitas. Konstitusi ialah rambu untuk menjaga kemurnian demokrasi.

Demokrasi mestinya bukan hanya lewat proses formal, seperti pemilu. Demokrasi jalanan alias demonstrasi tidak lebih kerdil nilainya sehingga dijamin sepenuhnya oleh konstitusi.

Meski demikian, demonstrasi di masa pandemi bisa berpotensi menjadi klaster baru covid-19. Karena itulah, muncul anjuran untuk menghentikan demonstrasi terkait UU Cipta Kerja. Jauh lebih elok bila penolakan atas UU Cipta Kerja disalurkan melalui uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK).

Anjuran itu datang dari Presiden Joko Widodo. Ia meminta masyarakat yang keberatan dengan UU Cipta Kerja untuk mengajukan gugatan ke MK. "Jika masih ada ketidakpuasan terhadap UU Cipta Kerja, silakan ajukan uji materi ke MK," kata Presiden dalam konperensi pers virtual, Jumat (9/10).

Harus tegas dikatakan bahwa anjuran untuk melakukan uji materi ke MK sama sekali bukan bertujuan menjadikan lembaga itu sebagai tong sampah, yang menjauhkan kodratnya sebagai penjaga konstitusi. Putusan MK, sesuai UUD 1945, bersifat final, selain pertama dan terakhir.

Patut diapresiasi, kendati UU Cipta Kerja belum diteken Presiden, sudah dua gugatan dilayangkan ke MK. Permohonan pertama diajukan oleh dua orang pekerja yang menggugat pasal-pasal terkait perjanjian kerja waktu tertentu, pesangon, dan pengupahan yang layak. Permohonan kedua diajukan sebuah serikat pekerja dengan tuntutan hampir serupa.

Publik perlu memberikan kepercayaan penuh kepada MK untuk menguji dengan penuh kemandirian tanpa dipengaruhi kekuasaan. Sejauh ini, MK layak diberi kepercayaan.

Sejak berdiri pada 2003 hingga Desember 2019, MK menerima 3.005 permohonan, yang mayoritas, 1.317 perkara, merupakan pengujian terhadap UU. Dari permohonan yang diputus itu, sebanyak 397 perkara atau sekitar 13,93% dikabulkan. Sisanya, 1.005 perkara (45,81%) ditolak, dan lainnya tidak bisa diterima.

Meski MK punya kewenangan menguji konstitusionalitas produk legislasi, pembuat undang-undang tetap dituntut untuk menggunakan kebijakan politik legislasi dengan mengedepankan kepentingan rakyat.

Karena itu, dalam rangka menciptakan produk legislasi yang lebih baik, pembahasan undang-undang hendaknya lebih transparan melalui partisipasi masyarakat sehingga menciptakan koherensi antara undang-undang dan kepentingan rakyat.

Semakin banyak produk legislasi yang ditolak masyarakat dan bermuara di MK, tentu menjadi perhatian serius DPR dan pemerintah. Jangan-jangan, selama ini, ada yang salah dalam kebijakan politik legislasi.

Publik hendaknya mengawal sungguh-sungguh proses uji materi UU Cipta Kerja di MK ketimbang berjuang di jalanan. Demokrasi jalanan bisa ditunggangi kepentingan politis. Apalagi, sudah ada pejabat pemerintah yang menuding demonstrasi UU Cipta Kerja ditunggangi pihak tertentu.

Jauh lebih elok bila pemerintah dengan segala kewenangan konstitusionalnya mengusut pihak-pihak yang disebut menunggangi daripada menuding tanpa bukti walaupun pihak kepolisian sudah menangkap sejumlah orang yang mesti diproses sampai di pengadilan.

Tugas bersama-sama untuk menjaga tegaknya demokrasi dan konstitusi sehingga MK bukan keranjang sampah.



Berita Lainnya
  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.

  • Makin Puas, makin Tancap Gas

    12/2/2026 05:00

    INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.