Sabtu 03 Oktober 2020, 05:00 WIB

Pelajaran dari Kasus Trump

Administrator | Editorial

SETELAH dinilai selalu bersikap meremehkan bahaya dari covid-19 dan mengatasi pandemi secara serampangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya merasakan sendiri dampak buruk dari virus korona.

Bersama sang isteri yang juga Ibu Negara Melania Trump, Presiden ke-45 AS itu dilaporkan terinfeksi virus yang sangat menular dan mematikan, covid-19. Melalui akun Twitter pribadinya, Trump mengumumkan sendiri status kesehatannya itu.

“Malam ini, @FLOTUS (First Lady of The United States) dan saya dinyatakan positif COVID-19. Kami akan segera memulai proses karantina dan pemulihan. Kami akan menyelesaikan ini BERSAMA!,” cuit Trump pada Kamis (1/10) malam waktu setempat.

Meskipun menjadi topik paling hangat di seluruh dunia, kemarin, status Trump yang terkonfi rmasi positif covid-19 sejatinya tidak terlalu mengejutkan. Tidak mengejutkan terutama dalam kaitannya dengan rekam jejak perilaku Trump dalam merespons keberadaan virus covid-19, baik sebagai pribadi, maupun pejabat negara.

Secara pribadi, Trump selama ini kerap dilaporkan sebagai sosok yang secara vulgar gemar memamerkan perilaku tidak taat protokol kesehatan. Dalam berbagai liputan dan tayangan, ia nampak lebih kerap tampil tanpa masker . Dalam kampanye Pemilihan Presiden AS, yang mana dia merupakan calon petahana, Trump lebih menyukai kampanye terbuka yang sarat kerumunan massa dan rawan penularan.

Ia bahkan dilaporkan tidak mempercayai keberadaan covid-19. Sehingga, jumlah positif covid-19 di AS yang telah melewati 7,3 juta kasus dan merenggut lebih dari 200 ribu jiwa, ia anggap biasa-biasa saja.

Tidak mengherankan jika statemennya mengenai bahaya virus korona kerap sangat melecehkan. Ia, misalnya, secara konsisten terus mengecilkan kekhawatiran atas kerentanan pribadinya terhadap penularan covid-19, bahkan setelah para staf dan orang-orang terdekatnya dinyatakan positif covid-19.

Sikap Trump itu akhirnya menjadi bumerang bagi diri dan keluarganya. Ia bersama sang isteri terinfeksi virus mematikan dan harus menjalani karantina sebagai konsukuensi logis atas sikap dan perilakunya selama ini.

Kita tentu prihatin dan bahkan sangat prihatin dengan kasus terinfeksinya Presiden Trump. Akan tetapi, yang jauh lebih kita prihatinkan lagi ialah sikap seperti Trump yang justru masih tumbuh subur di kalangan masyarakat kita.

Fakta empiris terbaru yang mendukung sinyalemen itu ditunjukkan oleh Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilakukan pada 14 hingga 21 September 2020.

Dalam temuan survei BPS terpapar jelas fakta bahwa sebanyak 17%, dari responden tidak percaya dan yakin akan keberadaan virus covid-19.

Mereka lebih percaya bahwa keberadaan covid-19 tidak lebih merupakan hasil teori konspirasi yang tidak pernah hadir dalam kenyataan.

Begitu besarnya proporsi masyarakat yang tidak percaya adanya covid-19 itu tentu mengenaskan. Apalagi jika dikonversikan dengan jumlah penduduk Indonesia, maka proporsi 17% tersebut setara dengan 45 juta orang. Sungguh jumlah yang mengerikan.

Paralel dengan sikap dan ketidakpercayaan semacam itu, berkembanglah perilaku warga masyarakat yang enggan menerapkan protokol kesehatan. Jangan heran bila kurva penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 di negeri ini belum juga melandai bahkan terus mendaki.

Kita berharap kasus Trump di AS benar-benar menjadi pelajaran berharga bagi pengambil kebijakan untuk mengintensifkan kampanye terkait protokol kesehatan.

Kasus yang sama hendaknya dapat menjadi shock therapy. Jika seorang Presiden Amerika yang memiliki standar protokoler dan kesehatan tertinggi di dunia saja dapat terinfeksi covid-19, apalagi warga negara Indonesia biasa. Karena itu, patuhilah selalu protokol kesehatan. Jangan ngeyel!

Baca Juga

MI/Seno

Tunggu Pengesahan UU Cipta Kerja

👤Administrator 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 05:00 WIB
UNDANG-UNDANG Cipta Kerja masih menunggu pengesahan. Ada dua bentuk pengesahan, yaitu Presiden membubuhkan tanda...
MI/Duta

Bukan Negara Instruksi

👤Administrator 🕔Senin 26 Oktober 2020, 05:00 WIB
TUJUAN cuti bersama pegawai negeri sipil sangatlah mulia, yaitu dalam rangka mewujudkan efi siensi dan efektivitas hari...
MI/Duta

Isu-Isu Krusial Seputar Vaksin

👤Administrator 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 05:00 WIB
VAKSIN merupakan bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap penyakit...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya