Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Dongkrak Konsumsi Memitigasi Resesi

03/9/2020 05:00

TIDAK hanya dalam kondisi negara yang normal dan baik-baik, penyerapan anggaran daerah di saat bangsa ini tengah dilanda bencana juga masih tetap berjalan lamban. Ketika pemerintah pusat telah berupaya menggenjot belanja, respons pemerintah daerah ternyata tidak berkorelasi positif.

Hampir tidak ada beda antara serapan anggaran saat situasi genting seperti sekarang jika dibanding dengan tahun-tahun normal sebelum covid-19. Biasanya gagap dan rendah di awal dan tinggi di akhir tahun. Situasi yang ironis karena berulangkali Presiden Joko Widodo terus bicara agar situasi krisis akibat covid-19 ini harus direspons cepat.

Hingga 27 Agustus 2020, secara nasional, rata-rata realisasi APBD baru mencapai 44%. Belanja kabupaten/kota pun hanya sedikit lebih tinggi, yakni 48,8%. Presiden kembali menegaskan bahwa seluruh gubernur, bupati, dan wali kota agar benar-benar fokus dalam penyaluran APBD.

Realisasi APBD harus betul-betul menjadi konsentrasi harian seluruh kepala daerah. Para gubernur harus mengingatkan bupati dan wali kota yang masih rendah, baik dalam pengadaan barang dan jasa maupun belanja modal dan bansos.

Semua harus disegerakkan sehingga bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan meningkatkan ekonomi daerah untuk mencegah dampak resesi ekonomi akibat pandemi covid-19 tidak terlalu dalam. Tersisa waktu kurang dari sebulan mengakhiri kuartal III, sebelum negara ini secara teknis bisa memasuki fase resesi.

Penyerapan anggaran pemerintah, termasuk juga pemda, punya peran sangat vital sebagai stimulus dalam membantu menjaga daya beli masyarakat. Sekarang ini daya beli terus turun dan hasil kalkulasi sejumlah lembaga menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia akan memasuki zona resesi di kuartal III 2020.

Proyeksi ekonomi Indonesia akan memasuki resesi memang tidak bisa dihindarkan. CoRE (Center of Reform on Economics) Indonesia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 akan kembali terkontraksi atau berada pada angka minus 2%. Begitu juga sejumlah ekonom memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 minus 3%, yang artinya Indonesia akan masuk resesi ekonomi.

Kendati demikian, tidak perlu resah menghadapi resesi. Saat ini yang terpenting ialah pemerintah mencari kebijakan tepat dan mendorong realisasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) agar dampak resesi tidak terlalu dalam sehingga menyulitkan perekonomian untuk bangkit di kuartal IV.

Indonesia memiliki waktu satu bulan untuk melakukan mitigasi dari dampak buruk resesi. Dalam periode itu, belanja negara dan daerah harus digenjot maksimal. Motor penggerak ekonomi kini di tangan pemerintah sebab swasta dan masyarakat telah babak belur sejak awal pandemi.

Konsumsi masyarakat harus didorong sehingga perekonomian nasional akan terdongkrak. Kebijakan sektor riil atau sisi permintaan harus diperbaiki, khususnya terkait tiga pelaku ekonomi, yaitu individu rumah tangga, korporasi, dan UMKM.

Perlu kerja lebih keras dan butuh upaya tegas untuk melakukan akselerasi realisasi belanja APBD, terutama yang berupa bantuan-bantuan sosial untuk masyarakat berpenghasilan rendah agar ekonomi tidak terpuruk lebih dalam. Jangan biarkan Presiden hanya bisa terus-menerus mengulangi kekhawatirannya dalam menghadapi resesi ekonomi yang mengintai.



Berita Lainnya
  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.

  • Makin Puas, makin Tancap Gas

    12/2/2026 05:00

    INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.

  • Mewujudkan Kedaulatan Emas

    11/2/2026 05:00

    LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.