Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

New Normal bukan Celah untuk Lengah

11/6/2020 05:00

KEHIDUPAN new normal sudah di depan mata. Menerima kenormalan baru di masa pandemi covid-19 bukanlah bentuk kepasrahan, apalagi kekalahan. Ini adalah pilihan yang mesti diambil bahwa urusan kese- hatan dan ekonomi harus sama-sama diperjuangkan.

Penanganan dan pengendalian virus korona terus dimaksimalkan, tetapi di sisi lain, aktivitas ekonomi juga sudah saatnya diberi ruang untuk bergerak. Semestinya memang tidak ada dikotomi antara persoalan kesehatan dan ekonomi, mana di antara keduanya yang harus diselesaikan terlebih dahulu oleh para pembuat kebijakan.

Toh, virus nyatanya bukan satu-satunya hal yang menakutkan saat ini. Voxpopuli Research Center pada Selasa (9/6) lalu merilis hasil survei yang isinya cukup menggelitik.

Survei itu menyebut masyarakat memang masih khawatir tertular covid-19. Akan tetapi, jauh lebih banyak yang merasa takut tidak dapat bekerja dan tidak menerima penghasilan alias takut kelaparan.

Artinya, terlepas dari pro dan kontra yang menyertainya, pemberlakuan kenormalan baru dalam upaya menangani pandemi covid-19 memang menjadi salah satu opsi solusi yang bisa dipilih.

Dalam bahasa Presiden Joko Widodo, new normal ialah proses menuju tatanan masyara- kat yang aman dari covid-19, tetapi tetap produktif secara ekonomi.

Pada poin itulah sesungguhnya tantangan new normal. Menyinkronkan antara penangan- an virus yang hingga hari ini masih berkeliaran--bahkan  kurva  penyebaran  covid-19  secara nasional belum menunjukkan tren turun-- dan upaya menggerakkan roda ekonomi setelah tiga bulan masa pandemi nyaris berhenti, jelas bukan pekerjaan mudah.

Syaratnya berat. Tahapannya pun mesti ketat. Kehidupan new normal menuntut kemampuan adaptasi dan kepatuhan masyarakat terhadap kebiasaan-kebiasaan baru yang mengacu pada protokol kesehatan. Namun, di lain sisi, new normal juga membutuhkan aturan berikut penegakan aturan yang lebih jelas, lebih tegas.

Ini penting karena dalam masa kenormalan baru, tidak boleh ada kelengahan dan kelalaian sedikit pun. Kita sedang berperang melawan virus yang telah membunuh lebih dari 400 ribu orang di dunia serta mematikan sebagian besar aktivitas ekonomi global. Lengah berarti bencana, lalai ibarat langkah pertama menuju kekalahan.

Dalam konteks Indonesia, pemerintah daerah memegang kuasa tak kalah penting dengan pusat. Merekalah yang pegang kunci syarat dan tahapan, sudah layak atau belumkah setiap daerah menerapkan new normal. Sembarangan  membuka  kunci  itu, taruhannya besar, risikonya tinggi.

Presiden juga sudah mengingatkan, keputusan membuka aktivitas masyarakat dalam kenormalan baru jangan sampai malah menciptakan gelombang kedua wabah.
 
Karena itu, tahapan menuju new normal mesti betul-betul berbasis pertimbangan ilmiah, dikalkulasi berdasarkan basis epidemiologis, serta mempertimbangkan kesiapan manajemen daerah dalam pengawasan wabah.

Selain menyiapkan aparaturnya, negara, dalam hal ini pemerintah pusat dan daerah, pada saat yang sama juga harus mempersiapkan publik agar siap menjalani kenormalan baru di tengah pandemi ini. Semua skenario kemungkinan mesti disiapkan supaya masyarakat tidak tergagap-gagap dan salah menangkap hakikat new normal.

Kolaborasi manis antara negara dan masyarakat ini yang akan menjadi kunci sukses tahapan new normal. Ketika keseriusan, konsistensi, dan ketegasan pemerintah bertemu dengan kepa- tuhan dan kedisiplinan publik menjalankan protokol kesehatan, pada saat itulah kita bisa benar-benar merasakan sebuah kehidupan normal yang baru, bahkan ketika pandemi ini sudah berakhir.



Berita Lainnya
  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.