Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Ujian Kualitas Kepala Daerah

18/5/2020 05:00

KEMAMPUAN manajemen dan kualitas kepemimpinan kepala daerah diuji selama pandemi covid-19. Mereka diuji dalam hal menyalurkan bantuan sosial alias bansos. Ternyata, tidak banyak kepala daerah yang lulus ujian.

Mereka tidak lulus karena data penerima bansos di daerah yang mereka pimpin amburadul. Lebih memprihatinkan lagi, banyak di antara kepala daerah yang tidak sportif. Tidak mau mengakui kesalahan, malah cuci tangan, melemparkan kesalahan ke pusat.

Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, tugas menteri sosial hanya menetapkan kriteria penerima bansos. Data penerima bansos berasal dari daerah, dengan verifikasi dan validasi data dilakukan di daerah sekurang-kurangnya dua tahun sekali. Data yang terverifikasi dan tervalidasi itulah yang dilaporkan kepala daerah ke pusat.

Menteri Sosial Juliari P Batubara sudah berulang kali mendesak pemerintah daerah untuk terus memperbarui data penerima bansos. Hasil pembaruan itu akan dimasukkan ke data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Imbauan itu masuk telinga kiri keluar telinga kanan.

Fakta yang disodorkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat mata terbelalak. Ternyata, mayoritas, atau 286 dari 514 kabupaten/kota, belum memperbarui DTKS. Minimnya pembaruan data itu memicu penyaluran dana bansos tidak tepat sasaran. Sialnya lagi, DTKS sekarang pada umumnya data yang diverfikasi dan divalidasi pada 2015.

Hampir lima tahun data orang miskin itu tidak pernah diperbarui. Kalaupun ada data yang diperbarui, dilakukan asal-asalan, tidak dicantumkan nama dan alamatnya, juga tidak dicocokkan dengan nomor induk kependudukan.

Harus tegas dikatakan bahwa kelalaian kepala daerah itulah yang memicu kekarut-marutan penyaluran bansos saat ini. Banyak orang miskin yang tidak dapat bansos, ada pula yang terima lebih dari sekali, bahkan orang kaya tercatat sebagai penerima bansos. Jangan salahkan pusat, salahkan saja kepala daerah yang tidak peduli dengan nasib rakyatnya yang miskin.

Dalam konteks itulah, baik kiranya kepala daerah belajar ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Tidak perlu malu. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melakukan validasi data warganya dengan cepat. Mengarahkan jajarannya, termasuk semua kepala desa, dalam hal langkah yang harus dilakukan. Nama, alamat, dan jenis program bantuan yang diterima warga diumumkan terbuka.

Andai data penerima bansos diumumkan secara terbuka, setiap saat warga leluasa mengecek kebenaran data sekaligus melaporkan diri bila terjadi data ganda penerima atau bila warga berhak belum terdaftar sebagai penerima bantuan. Tidaklah sulit untuk meniru yang baik dari Banyuwangi.

Saatnya kepala daerah fokus memperhatikan rakyat miskin, jangan fasih bicara kemiskinan saat kampanye saja. Rakyat jangan sekali-kali memilih kembali kepala daerah yang tidak terbukti punya kemampuan manajemen dan kualitas kepemimpinan selama pandemi covid-19.



Berita Lainnya
  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.