Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

UN Ditiadakan Pendidikan Dibenahi

25/3/2020 05:00
UN Ditiadakan Pendidikan Dibenahi
Editorial(ANTARA)

PEMERINTAH resmi meniadakan pelaksanaan ujian nasional UN) untuk sekolah, yang semula dijadwalkan pada pertengahan Maret sampai awal April 2020. Keputusan ini menjadi bagian dari upaya mengutamakan  keselamatan dan kesehatan siswa, guru, dan keluarganya di tengah penularan wabah covid-19.

Pengumpulan 8 juta siswa yang terdaftar mengikuti UN memang tidak sebanding dengan risiko yang bisa ditimbulkan. Terlebih, masih ada berbagai cara lain untuk mengukur kompetensi siswa. 

Sebagai pengganti UN tahun ini, sekolah dapat mengadakan  ujian mandiri secara online atau cukup melihat nilai lima semester sebelumnya.

Tugas yang juga harus segera diselesaikan Kemendikbud adalah penentuan sekolah dapat mengadakan ujian mandiri secara online  atau penilaian akumulasi rapor bagi setiap sekolah itu. Kecepatan penentuan ini sama pentingnya dengan keputusan peniadaan UN 2020, sebab waktu pelaksanaan ujian memang sudah di depan mata. UN bagi SMA sedianya pada 30 Maret, sementara SMP pada akhir April. 

Kecepatan penentuan bentuk penilaian kompetensi itu penting agar pekerjaan rumah di bidang pendidikan Indonesia tidak semakin panjang. Sebab, harus diingat, tanpa wabah covid-19 pun, UN maupun sistem pendidikan kita telah banyak kelemahan.

UN telah bertahun-tahun dikritik karena buta terhadap tidak meratanya kualitas fasilitas pendidikan. Mereka yang bersekolah di pedalaman dituntut untuk punya nilai sama dengan anak sekolah di kota. 

Tidak hanya itu, UN pun mengeyampingkan keunikan karakter anak. Akibatnya bukan saja siswa stres, banyak guru yang menempuh cara curang demi mengatrol nilai. Itu pula sebabnya UN sedianya memang akan diwafatkan pada 2021. 

Mulai tahun itu, Mendikbud Nadiem Makarim akan menerapkan asesmen kompetensi minimum yang diadakan di tengah, bukan di akhir, periode belajar. Selain itu Nadiem juga akan menerapkan survei karakter sebagai pelengkap penentuan kelulusan. 

Kondisi urgen global saat ini pun menjadi pelajaran akan kebutuhan penilaian kompetensi yang lebih luwes namun tetap akurat dan terstandar. Sebab bukan tidak mungkin di masa-masa mendatang kegawatdaruratan kembali terjadi.

Kesiapan akan sistem penilaian kompetensi yang sahih dan akurat sesungguhnya menjadi cermin kualitas pendidikan itu sendiri. Selama ini harus kita akui sistem pendidikan kita yang bolak-balik diubah tidak berbuah pada kompetensi anak bangsa.

Buktinya adalah hasil skor Programme for International Student Assessment (PISA) untuk Indonesia pada 2018 yang diumumkan Desember 2019. 

Pengukuran PISA yang dibuat The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan dengan mengukur kinerja siswa di pendidikan menengah. Bidang pengukurannya adalah matematika, sains, dan literasi.

Hasilnya skor matematika siswa Indonesia berada di urutan 72 dari 78 negara yang dinilai. Urutan kita jauh di bawah negara tetangga, contohnya Malaysia yang diurutan 47 dan Thailand di urutan 57. Nilai kita pun jauh di bawah skor rata-rata yakni 379 dari skor rata-rata 489.

Hasil itu harus serius dibenahi. Sebab bukan hanya menunjukkan kemampuan nalar siswa namun juga cermin masa depan bangsa yang tertinggal jauh dari bangsa lainnya. Perlu membenahi pendidikan secara menyeluruh.



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.