Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Masalah Akut Beras Busuk

11/12/2019 05:00

BERITA tentang membusuknya stok beras Perum Bulog belakangan menghangat. Jumlahnya tidak sedikit, diperkirakan mencapai 20 ribu ton. Beras sebanyak itu dapat memberi makanan pokok bagi sekitar 180 ribu penduduk selama setahun.

Banyak yang kemudian menyalahkan kebijakan impor beras yang diambil tahun lalu. Pemerintah ketika itu memang memutuskan untuk mengimpor 1,8 juta ton beras dengan tugas pengadaan diberikan ke Bulog. Stok berlebih yang bersumber dari impor beras dianggap sebagai biang keladi busuknya beras di gudang Bulog.

Bila kita telusuri kembali, dampak positif keputusan impor beras ternyata telah terbukti. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik, angka inflasi November 2018 menurun ketimbang bulan sebelumnya. Padahal, pada periode tersebut biasanya lonjakan harga bahan makanan mendorong kenaikan inflasi. Penyebab lonjakan harga karena tidak ada panen tanaman pangan yang membuat persediaan terbatas.

Pertimbangan antisipasi itu mendasari keputusan impor dalam rapat koordinasi tingkat menteri. Tambahan lagi, perhitungan angka produksi beras dari Kementerian Pertanian meleset hingga menyebabkan angka surplus beras anjlok lima kali lipat ketimbang 2017. Kebijakan impor beras akhirnya harus diambil.

Hasilnya impor yang dilakukan sebanyak 1,8 juta ton telah mampu menstabilkan harga selama paruh kedua 2018. BPS ketika mengumumkan tingkat inflasi November 2018 menilai pemerintah lebih siap menjaga ketersediaan komoditas beras.

Pada awal tahun ini, persediaan beras Bulog mencapai 2,1 juta ton. Dengan stok pangan pokok yang diperkuat beras impor 2018 tersebut, pemerintah juga berhasil mengendalikan harga beras sepanjang tahun ini. Kemarau panjang yang mendera relatif tidak menggoyahkan kestabilan harga beras yang dibeli masyarakat.

Lalu, apa yang salah? Rupanya ada masalah yang akut dalam manajemen persediaan beras di Perum Bulog. Di hulu, kebijakan menteri pertanian yang lalu memaksa Bulog untuk membabi buta menyerap beras petani hingga mengabaikan kualitas.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB Prof Dwi Andreas Santosa menyebut dengan kualitas jauh di bawah standar, beras dipastikan cepat busuk. Bahkan, ia memperkirakan beras yang membusuk di gudang Bulog lebih dari 20 ribu ton.

Di hilir, terdapat hambatan penyaluran beras oleh Bulog sehingga stok sering kali mendekam di gudang terlampau lama. Pengubahan skema bantuan beras sejahtera menjadi bantuan pangan nontunai memperbesar ganjalan. Akibatnya, tidak terhindarkan, angka buangan beras menjadi tinggi.

Perlu digarisbawahi, mengelola cadangan beras pemerintah yang idealnya mencapai angka 2 juta ton per tahun tidaklah mudah. Sirkulasi stok harus dipastikan berjalan lancar. Di satu sisi, standar kualitas penyerapan beras harus ditaati sembari memenuhi standar stok. Di sisi lain, pemerintah perlu memastikan kelancaran penyaluran beras Bulog.

Salah satu kekuatan Bulog ialah jaringan penyimpanan di 34 provinsi. Itu sekaligus bisa mendukung pemasaran yang sama luasnya. Tidak ada satu pun pedagang besar pangan yang memiliki jaringan sekuat itu.

Karena itu, seyogianya kebijakan pengelolaan cadangan beras pemerintah mengoptimalkan kekuatan tersebut. Jangan sampai terjadi lagi beras dalam jumlah besar terbuang sia-sia akibat kebijakan pengelolaan yang amburadul.

 



Berita Lainnya
  • Ekonomi Mulai di Zona Terang

    06/2/2026 05:00

    KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.