Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Kolaborasi Melawan Penjahat Lingkungan

15/11/2019 05:00

KEJAHATAN terhadap lingkungan kerap luput dari perhatian publik. Hanya ketika dampak kejahatan itu dirasakan langsung oleh warga, sorotan tajam diarahkan ke pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Seperti halnya kebakaran hutan dan lahan. Puluhan bahkan ratusan nyawa warga terenggut dan ratusan ribu lainnya menderita oleh asap dan api yang sebagian besar sengaja disulut untuk membuka lahan. Tiap tahun, mimpi buruk kepungan asap terulang.  

Kendati sudah menjadi dugaan umum bahwa korporasi perkebunan berada di balik kebakaran disengaja itu, pihak otoritas di masa lalu seperti enggan menyentuh mereka. Para pelaku bebas menjalankan aksi tanpa perlu takut pada konsekuensi hukum. Itu juga terjadi pada kasus-kasus kejahatan lingkungan lainnya. Pembalakan liar yang juga banyak dimotori korporasi merajalela dan perdagangan satwa liar marak.

Namun, mimpi buruk mulai beralih menghantui penjahat lingkungan ketika Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berdiri pada 2015. Pelaku dikejar tanpa ampun hingga ke tingkat korporasi dan diseret ke pengadilan.

Tidak main-main, dalam waktu kurang dari lima tahun, Kementerian LHK berhasil memenangi gugatan perdata kasus lingkungan dengan nilai kompensasi Rp19 triliun. Kerja keras dan kegarangan Ditjen Penegakan Hukum Kementerian LHK diakui dunia internasional dalam wujud penghargaan Asia Environmental Enforcement Awards 2019 dari badan PBB, yakni UN Environment Programme, yang bekerja sama dengan pemerintah Norwegia.

Integritas, inovasi, dan pengarustamaan gender merupakan tiga bidang yang membawa Ditjen Gakkum Kementerian LHK meraih penghargaan itu. Penegakan hukum tidak akan bisa terwujud tanpa adanya integritas. Demikian pula, tanpa inovasi, penegakan hukum tidak punya daya dobrak.

Penegakan hukum lingkungan Indonesia memanfaatkan sains dan teknologi untuk memperkuat daya dobrak. Pengakuan terhadap inovasi itu juga secara tidak langsung datang dari penghargaan John Maddox Prize 2019 yang diraih ilmuwan kehutanan IPB, Bambang Hero Saharjo.

Bambang memenangi penghargaan bergengsi bagi ilmuwan dunia tersebut karena kegigihan menggunakan data penelitiannya untuk melawan kejahatan kebakaran hutan di Indonesia. Bukan kebetulan, Profesor Bambang merupakan ahli langganan pemerintah untuk menuntut para pelaku kebakaran hutan di pengadilan.

Bambang yang menjadi andalan Kementerian LHK di pengadilan sempat beberapa kali mendapatkan teror dan ancaman. Bahkan, ia pernah dituntut Rp510 miliar oleh PT Jatim Jaya Perkasa setelah menjadi saksi ahli dalam kasus kebakaran hutan yang terjadi di Riau pada 2013.

Kerja keras, integritas, dan tidak mengenal takut merupakan karakter mendasar yang wajib dimiliki dalam penegakan hukum. Kita sangat bangga sekaligus mengapresiasi Kementerian LHK beserta Profesor Bambang yang menunjukkan karakter-karakter itu hingga mampu memberikan perlawanan yang bukan main terhadap kejahatan lingkungan.

Bagi Indonesia, perjuangan masih panjang. Kolaborasi penegakan hukum mesti diperkuat hingga ke tingkat eksekusi. Lambannya eksekusi sanksi kompensasi senilai Rp16 triliun terhadap PT Merbau Pelalawan Lestari sebagai pelaku pembalakan liar ialah salah satu contoh ganjalan kolaborasi yang harus dilenyapkan.

Berikutnya, dan yang paling berat, ialah menjadikan setiap insan Indonesia dan korporasi sebagai pejuang-pejuang yang bergerak bersama membela kelestarian lingkungan.

 



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.