Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Harapan Baru Parlemen

01/10/2019 05:05

PARLEMEN periode 2019-2024 memulai masa jabatan hari ini. Ada wajah- wajah baru di antara mereka. Jumlahnya pun bukan sedikit. Dari total 575 anggota DPR yang dilantik, separuhnya ialah wajah baru. Mereka sekaligus membawa harapan untuk memperbaiki citra DPR di mata rakyat.

Hasil jajak pendapat Lembaga Survei Indonesia yang dirilis pada Agustus lalu menunjukkan DPR meraih tingkat kepercayaan paling rendah kedua dari masyarakat. Di atas DPR berturut-turut pengadilan, kepolisian, presiden, dan yang tertinggi KPK.

Tingkat kepercayaan itu berbanding lurus dengan kinerja dan tingkah polah DPR. Selama periode 2014-2019, DPR hanya mampu merampungkan sekitar 40% undang-undang dari target 189 undang-undang.

Bahkan, hampir separuh undang-undang yang disahkan tidak termasuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2014-2019. Ada pula yang hanya menyangkut kepentingan bagi-bagi kekuasaan wakil rakyat, seperti Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3).

DPR bisa saja berkelit bahwa rendahnya realisasi pengesahan undang- undang itu karena lebih mementingkan kualitas ketimbang kuantitas. Akan tetapi, kenyataan berbicara lain. Di akhir masa jabatan, produksi legislasi terkesan kejar setoran. Hasilnya bisa ditebak, memicu penolakan besar-besaran di masyarakat.

Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), RUU Pemasyarakatan, RUU Pertanahan, RUU Pertambangan Mineral dan Batu Bara, serta RUU Ketenagakerjaan ialah beberapa dari deretan produk legislasi DPR yang bermasalah akibat terburu-buru hendak disahkan. Hasil pembahasan RUU-RUU tersebut mendorong aksi demonstrasi masif mahasiswa belakangan ini.

Memang, tidak semua poin dalam RUU yang digugat publik benar-benar bermasalah. Beberapa di antaranya disebabkan kesalahpahaman di masyarakat. Itu artinya, ada persoalan yang tidak kalah besar daripada ketidakbecusan menyusun materi undang-undang. DPR ternyata juga gagal mengomunikasikan isi produk legislasi ke publik sehingga penafsiran bergerak liar, jauh dari yang dimaksud dalam RUU.

Dalam memproduksi legislasi, DPR tidak sendiri. Sebuah undang-undang  lahir tidak terlepas dari peran pemerintah. Keduanya harus mendengarkan aspirasi rakyat. Dalam hal ini, pemerintah ternyata lebih peka hingga Presiden meminta penundaan pengesahaan RUU-RUU yang sudah selesai dibahas.

Dengan mendengar aspirasi publik, Presiden juga memutuskan tidak mengirim wakil pada pengambilan keputusan di tingkat I di DPR untuk RUU Keamanan dan Ketahanan Siber. Tidak perlu malu menelan ludah sendiri ketika yang diperjuangkan ialah aspirasi rakyat. Pun demikian yang semestinya dilakukan DPR.

Ada beban berat bagi penghuni baru gedung parlemen. Persoalan sumbatan aspirasi, sistem kerja kejar setoran, ego kekuasaan yang membuat parlemen mendahulukan kepentingan sendiri, dan kemalasan menghadiri rapat-rapat komisi dan paripurna mesti bisa dipecahkan. Setidaknya itu yang menjadi harapan publik. 

Dalam hal penyerapan aspirasi, DPR tidak sendiri. Ada DPD di parlemen. DPD harus lebih menggiatkan peranan dan mengomunikasikan aspirasi rakyat di daerah kepada pembuat legislasi. Buktikan bahwa para senator bisa berbuat lebih untuk kemajuan bangsa dan bukan hanya bisa mengemis kewenangan.

Parlemen salah satu tumpuan rakyat untuk menyelesaikan berbagai  permasalahan bangsa. Hadirnya wajah-wajah baru menerbitkan harapan yang baru pula agar parlemen tidak lagi menimbulkan masalah baru.



Berita Lainnya
  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.