Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
JOKO Widodo dan Ma’ruf Amin resmi ditetapkan Komisi Pemilihan Umum sebagai presiden dan wakil presiden terpilih, kemarin. Jokowi pun mengajak lawan politiknya, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, untuk bersama-sama membangun bangsa.
Ajakan Jokowi kepada Prabowo-Sandiaga untuk bersama-sama membangun bangsa patut diapresiasi sebab sebagai negara besar, Indonesia tidak bisa dibangun hanya dengan satu-dua orang.
Indonesia tidak bisa hanya dibangun partai-partai koalisi pendukung pemerintah. Negeri ini juga sangat membutuhkan kehadiran partai-partai di luar pemerintahan alias oposisi.
Oposisi itu berfungsi untuk melihat apa yang tidak dilihat pemerintah dan mendengar apa yang tidak didengar pemerintah. Jika semua partai politik yang punya kursi di DPR diajak bergabung dengan pemerintah, tidak ada lagi partai di DPR yang berfungsi untuk mengawal dan mengkritisi kebijakan pemerintah atau menawarkan ide-ide alternatif membangun bangsa.
Demokrasi yang sehat di negara beradab sangat membutuhkan kekuatan oposisi sebagai mekanisme penyeimbang terhadap berjalannya pemerintahan. Akan tetapi, yang diharapkan itu ialah oposisi yang kritis dan konstruktif. Bukan oposisi asal beda apalagi asal bunyi untuk mengkritisi kebijakan pemerintah.
Koalisi sesungguhnya ialah hak politik setiap partai politik. Sejauh ini, lima partai politik pendukung Jokowi-Amin menguasai 60,7% dari total 575 kursi DPR. Sekalipun koalisi pendukung Jokowi-Amin sudah gemuk, tidak berarti partai pendukung Prabowo-Sandi tidak bisa diajak untuk bergabung.
Seandainya Jokowi-Amin mengajak bergabung satu-dua partai oposisi ke dalam kabinet, ajakan itu semata-mata demi persatuan bangsa. Jujur diakui bahwa pertarungan dalam pemilihan presiden telah menyebabkan polarisasi dan luka mendalam. Bergabung dalam kabinet bisa dianggap sebagai obat mujarab merekatkan dan menyembuhkan luka yang mendalam itu.
Jangan pula menuding bahwa ajakan bergabung ke kabinet itu sebagai upaya untuk menggembosi koalisi Prabowo-Sandi. Tanpa digembosi, koalisi itu dibubarkan dengan kesadaran penuh. Keputusan mengakhiri koalisi Indonesia Adil Makmur diambil dalam pertemuan di kediamanan Prabowo, Jumat (28/6).
Berkoalisi mendukung pemerintah atau menjadi oposisi kritis dan konstruktif sesungguhnya sama-sama pilihan yang mulia. Harus tegas dikatakan bahwa merupakan dosa sejarah jika seluruh partai politik bergabung dengan pemerintahan. Disebut dosa sejarah karena membiarkan pemerintahan berjalan tanpa pengawasan.
Memang tidak ada ukuran pasti seberapa besar koalisi dan oposisi yang ideal. Namun, demokrasi yang sehat membutuhkan oposisi yang relatif kuat agar kebijakan pemerintah bisa dikritisi dan dikoreksi di parlemen. Begitu juga dengan koalisi pendukung pemerintah yang terlampau tambun, pada satu sisi menguatkan posisi pemerintah, tapi di sisi lain kurang lincah bergerak.
Partai politik, sesuai amanat undang-undang, pembentukannya antara lain bertujuan menyerap, menghimpun, dan menyalurkan aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara.
Akan tetapi, memperjuangkan aspirasi dan nasib rakyat tidak harus sepenuhnya melalui jalur eksekutif. Jalur oposisi politik di DPR, juga jalur kekuatan masyarakat sipil di luar Senayan, tidak kalah terhormat jika dibandingkan dengan perjuangan melalui jalur pemerintahan.
Tugas partai politik yang tidak kalah beratnya ialah membangun etika dan budaya politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Membangun etika dan budaya politik itulah yang diabaikan dengan kesadaran penuh selama ini.
Etika dan budaya politik diabaikan jika ada partai dalam koalisi berkelakuan oposisi bahkan melebihi oposisi melalui fraksinya di DPR. Oposisi yang selalu nyinyir terhadap setiap kebijakan pemerintah juga mengabaikan etika dan budaya politik.
Elok nian bila koalisi ataupun oposisi dibangun di atas landasan ideologis sehingga basis koalisi ataupun oposisi lebih pada kesamaan kepentingan kesamaan visi dan haluan politik tentang Indonesia yang lebih baik. Di atas landasan yang kukuh itulah etika dan budaya politik koalisi dan oposisi disemaikan.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved