Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Rantai Perubahan lewat Pansel KPK

15/5/2019 05:00

PRESIDEN Joko Widodo segera membentuk panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (pansel KPK). Tugas pansel ialah menyeleksi calon pengganti pimpinan KPK saat ini yang berakhir tugas pada 21 Desember 2019.

Pimpinan KPK saat ini diseleksi sembilan anggota pansel KPK yang semua anggotanya perempuan. Mereka memang para ahli dengan kompetensi bidang yang lengkap. Kesembilannya juga tidak terkait dengan kepentingan politik tertentu.

Diharapkan ada kejutan lagi dalam pembentukan pansel KPK kali ini. Meski demikian, Presiden hendaknya konsisten melanjutkan rantai perubahan yang sudah diletakkan pansel KPK empat tahun lalu. Rantai perubahan itu harus dilanjutkan karena memang pemberantasan korupsi ialah perang yang panjang, yang bukan hanya dalam artian pelaku yang tidak habis-habis, melainkan juga modus yang kian canggih dan beragam.

Karena itu, lembaga pemberantas korupsi pun harus dipimpin orang-orang yang lebih canggih daripada para maling uang rakyat tersebut. Di situlah peran terpenting para anggota pansel KPK, yakni mencari pimpinan KPK yang berintegritas tinggi.

Mereka harus mampu memilih sosok-sosok terbaik dan berintegritas untuk selanjutnya menjadi bahan pengusulan dari presiden kepada DPR. Terlebih, empat tahun ini kinerja KPK belum dapat dikatakan memuaskan.

Belum memuaskan karena tingkat penetapan tersangka turun dari 100% pada 2017 menjadi sekitar 70% pada 2018. Selain itu, beberapa kali KPK kalah di praperadilan. Dua hal itu cukup menjadi peringatan akan kualitas keahlian penyidik.

Daftar pekerjaan rumah KPK kian bertambah dengan masih minimnya pemulihan aset dan pengembalian kerugian negara. Sederet kelemahan ini jelas bukan hanya membutuhkan perbaikan di level bawah maupun menengah. Kesemuanya ini sangat berkaitan dengan kualitas dan sudut pandang yang dimiliki pimpinan KPK.

Mereka tidak cukup hanya memiliki integritas kuat, tetapi juga kecakapan hukum yang mumpuni. Termasuk kemampuan yang sangat dibutuhkan, yakni dalam hal penggunaan pasal-pasal tindak pidana pencucian uang.

Publik berharap Presiden memilih para anggota pansel KPK yang benar-benar mengerti kelemahan yang ada sekarang ataupun tantangan berat KPK di masa depan. Dari pansel yang baru, sudah semestinya visi dan misi pimpinan KPK tersebut dapat dioptimalkan. Tidak kalah pentingnya, proses seleksi melibatkan partisipasi publik yang luas sehingga dengan hal itu prinsip transparansi dan akuntabilitas publiknya terpenuhi.

Saat ini, sesuai dengan penjelasan Presiden, proses pembentukan pansel KPK tengah dalam penggodokan nama-nama. Dalam nama-nama tersebut dikabarkan terdapat berbagai tokoh, dari akademi, praktisi, perwakilan pemerintah, hingga kelompok masyarakat.

Perlu diingatkan bahwa proses yang berlangsung di pansel KPK ialah perpanjangan tangan Presiden. Presiden akan menyerahkan 10 nama ke DPR untuk selanjutnya DPR menetapkan lima nama. Hasil pilihan pansel akan berhadapan dengan kepentingan politik di DPR. Karena itu, pansel KPK hendaknya memilih orang-orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri sehingga preferensi politik kepentingan tidak menjadi penentu akhir.

Andai pansel KPK mampu memilih orang-orang yang setengah dewa karena memiliki kapasitas dan integritas kuat, mau tak mau DPR tidak dapat bermain-main dengan pilihan mereka. Siapa pun akhirnya yang ditetapkan DPR, mereka ialah manusia setengah dewa, orang yang sangat memiliki kapasitas dan integritas tinggi.

Biasanya pansel KPK menyelesaikan seluruh proses hingga Oktober untuk selanjutnya diproses di Komisi III DPR. Komisi III lantas memilih lima dari 10 kandidat. Titik krusial seluruh proses seleksi terjadi di Komisi III.

Kiranya DPR membebaskan diri dari kepentingan politik sehingga yang kelak terpilih memimpin KPK benar-benar orang-orang baik. Jangan sampai pemilihan pimpinan KPK terlambat karena proses politik. Kelambatan setiap proses berarti ancaman akan adanya kekosongan pimpinan KPK.

 



Berita Lainnya
  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.