Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Rantai Perubahan lewat Pansel KPK

15/5/2019 05:00

PRESIDEN Joko Widodo segera membentuk panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (pansel KPK). Tugas pansel ialah menyeleksi calon pengganti pimpinan KPK saat ini yang berakhir tugas pada 21 Desember 2019.

Pimpinan KPK saat ini diseleksi sembilan anggota pansel KPK yang semua anggotanya perempuan. Mereka memang para ahli dengan kompetensi bidang yang lengkap. Kesembilannya juga tidak terkait dengan kepentingan politik tertentu.

Diharapkan ada kejutan lagi dalam pembentukan pansel KPK kali ini. Meski demikian, Presiden hendaknya konsisten melanjutkan rantai perubahan yang sudah diletakkan pansel KPK empat tahun lalu. Rantai perubahan itu harus dilanjutkan karena memang pemberantasan korupsi ialah perang yang panjang, yang bukan hanya dalam artian pelaku yang tidak habis-habis, melainkan juga modus yang kian canggih dan beragam.

Karena itu, lembaga pemberantas korupsi pun harus dipimpin orang-orang yang lebih canggih daripada para maling uang rakyat tersebut. Di situlah peran terpenting para anggota pansel KPK, yakni mencari pimpinan KPK yang berintegritas tinggi.

Mereka harus mampu memilih sosok-sosok terbaik dan berintegritas untuk selanjutnya menjadi bahan pengusulan dari presiden kepada DPR. Terlebih, empat tahun ini kinerja KPK belum dapat dikatakan memuaskan.

Belum memuaskan karena tingkat penetapan tersangka turun dari 100% pada 2017 menjadi sekitar 70% pada 2018. Selain itu, beberapa kali KPK kalah di praperadilan. Dua hal itu cukup menjadi peringatan akan kualitas keahlian penyidik.

Daftar pekerjaan rumah KPK kian bertambah dengan masih minimnya pemulihan aset dan pengembalian kerugian negara. Sederet kelemahan ini jelas bukan hanya membutuhkan perbaikan di level bawah maupun menengah. Kesemuanya ini sangat berkaitan dengan kualitas dan sudut pandang yang dimiliki pimpinan KPK.

Mereka tidak cukup hanya memiliki integritas kuat, tetapi juga kecakapan hukum yang mumpuni. Termasuk kemampuan yang sangat dibutuhkan, yakni dalam hal penggunaan pasal-pasal tindak pidana pencucian uang.

Publik berharap Presiden memilih para anggota pansel KPK yang benar-benar mengerti kelemahan yang ada sekarang ataupun tantangan berat KPK di masa depan. Dari pansel yang baru, sudah semestinya visi dan misi pimpinan KPK tersebut dapat dioptimalkan. Tidak kalah pentingnya, proses seleksi melibatkan partisipasi publik yang luas sehingga dengan hal itu prinsip transparansi dan akuntabilitas publiknya terpenuhi.

Saat ini, sesuai dengan penjelasan Presiden, proses pembentukan pansel KPK tengah dalam penggodokan nama-nama. Dalam nama-nama tersebut dikabarkan terdapat berbagai tokoh, dari akademi, praktisi, perwakilan pemerintah, hingga kelompok masyarakat.

Perlu diingatkan bahwa proses yang berlangsung di pansel KPK ialah perpanjangan tangan Presiden. Presiden akan menyerahkan 10 nama ke DPR untuk selanjutnya DPR menetapkan lima nama. Hasil pilihan pansel akan berhadapan dengan kepentingan politik di DPR. Karena itu, pansel KPK hendaknya memilih orang-orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri sehingga preferensi politik kepentingan tidak menjadi penentu akhir.

Andai pansel KPK mampu memilih orang-orang yang setengah dewa karena memiliki kapasitas dan integritas kuat, mau tak mau DPR tidak dapat bermain-main dengan pilihan mereka. Siapa pun akhirnya yang ditetapkan DPR, mereka ialah manusia setengah dewa, orang yang sangat memiliki kapasitas dan integritas tinggi.

Biasanya pansel KPK menyelesaikan seluruh proses hingga Oktober untuk selanjutnya diproses di Komisi III DPR. Komisi III lantas memilih lima dari 10 kandidat. Titik krusial seluruh proses seleksi terjadi di Komisi III.

Kiranya DPR membebaskan diri dari kepentingan politik sehingga yang kelak terpilih memimpin KPK benar-benar orang-orang baik. Jangan sampai pemilihan pimpinan KPK terlambat karena proses politik. Kelambatan setiap proses berarti ancaman akan adanya kekosongan pimpinan KPK.

 



Berita Lainnya
  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.