Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Tegas, Bijak Tangani Papua

01/2/2019 05:00

ESKALASI gangguan keamanan di Papua oleh kelompok kriminal separatis bersenjata mulai terlihat di sekitar penutupan 2018. Gangguan itu cenderung terus meningkat dan membayangi perjalanan tahun ini.

Para pemberontak itu melancarkan serangan demi serangan secara sporadis yang diklaim hanya menyasar aparat keamanan. Kenyataannya, serangan itu banyak menelan korban dari kalangan pekerja sipil.

Di sela-sela serangan, pemimpin Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat yang tengah mengasingkan diri, Benny Wenda, menyusup ke delegasi pemerintah Vanuatu yang mengadakan audiensi di hadapan Dewan HAM PBB. Benny menyerahkan petisi yang diklaimnya telah ditandatangani 1,8 juta rakyat Papua. Petisi tersebut menuntut penyelidikan PBB terhadap dugaan pelanggaran HAM dan mengadakan referendum.

Terang saja, tindakan itu sama sekali tidak bisa kita terima. Kita pun mengapresiasi sikap pemerintah yang mengajukan protes keras terhadap tindakan Vanuatu. Dengan mendukung langkah Benny, negara kecil di Pasifik itu jelas-jelas meludahi kedaulatan Indonesia. Pemerintah dengan tegas menyatakan tidak akan tunduk menghadapi gerakan separatis di Papua.  

Di lain pihak, harus disadari kelompok kriminal separatis bersenjata berhasil mencuri perhatian PBB. Kendati Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB keberatan dengan perilaku pemerintah Vanuatu yang menyusupkan Benny, badan dunia tersebut meminta akses ke wilayah RI yang menjadi lokasi persoalan HAM. Pemerintah Indonesia menyanggupi, tinggal menentukan waktunya.

Bukan kebetulan, di saat yang sama, serangan kelompok separatis terus berlanjut. Ketika perhatian PBB mulai mengarah ke Papua, mereka berusaha memprovokasi aparat keamanan. Harapan para pemberontak tentu aparat terpancing dan menggelar serangan militer terbuka yang bakal diklaim sebagai bukti pelanggaran HAM di Papua.

Pemerintah tidak boleh lengah. Kelompok separatis sudah kerap memanipulasi informasi dan menyebarkan kabar bohong tentang kondisi di Papua ke dunia internasional. Bukan tidak mungkin banyak yang termakan oleh disinformasi tersebut.

Pemerintah Indonesia perlu selalu sigap dan tepat melakukan klarifikasi seperti halnya ketika merespons hoaks di dalam negeri. Jangan sampai ada isu yang dianggap remeh kemudian dibiarkan begitu saja hingga menjadi bola salju.

Separatisme di Papua merupakan masalah pelik. Namun, setidaknya kita sudah bisa memetik dari pengalaman bahwa pendekatan yang mengedepankan kekerasan melalui operasi militer terbukti tidak berhasil. Pemerintah mulai merintis pendekatan kesejahteraan dengan menggencarkan pembangunan infrastruktur yang cenderung terabaikan di masa lalu itu.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pun telah mencanangkan operasi nontempur untuk menyikapi eskalasi gangguan keamanan. Operasi itu sekaligus menghilangkan ketakutan warga setempat jika melihat prajurit berseragam. Pelibatan warga lokal dalam setiap sendi pembangunan perlu terus ditingkatkan sehingga mereka turut merasa memiliki dan dengan sendirinya menolak gerakan separatisme.  

Tidak ada jalan pintas. Pendekatan nontempur disertai pembangunan ekonomi memerlukan kesabaran dan konsistensi. Aparat keamanan harus selalu membuka opsi pengampunan, tetapi tanpa menghilangkan ketegasan. Menindak pelaku kriminal dan separatisme dengan senantiasa diiringi kebijaksanaan diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat Papua lebih luas. Papua ialah bagian tidak terpisahkan dari NKRI yang semestinya ikut mereka bela.

 



Berita Lainnya
  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.