Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Membumikan Islam Moderat

05/5/2018 05:00

ISLAM ialah agama pembawa kedamaian. Akan tetapi, karena ulah sebagian pemeluknya, ia tak jarang dicap sebagai promotor kekerasan dan kekacauan. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia punya posisi strategis untuk meluruskan pandangan miring itu.

Apalagi, negeri ini kian dipercaya negara-negara Islam lainnya. Tantangan yang dihadapi Islam saat ini sungguh tidak ringan. Citra dan nama baiknya kerap dipertaruhkan akibat sikap dan pemikiran keliru dari sebagian umatnya.

Islam jelas agama pembawa rahmat, rahmatan lil alamin, tetapi banyak yang mengatasnamakan Islam lalu berbuat kerusakan. Islam jelas agama yang mengedepankan persaudaraan dan kasih sayang, tetapi banyak yang mengatasnamakan Islam lalu menyebarkan permusuhan dan kebencian.

Pun Islam jelas agama yang mengajarkan toleransi, tetapi banyak yang mengatasnamakan Islam lalu berlaku intoleran. Wajah Islam yang semestinya lembut, mereka ubah menjadi keras, bahkan terkadang beringas. Islam yang seharusnya moderat, mereka bajak menjadi tak bersahabat, bahkan radikal.

Itulah fenomena yang terjadi beberapa dekade belakangan dan ironisnya masih saja mewabah di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Sebagai bangsa dengan penduduk muslim terbesar, kita prihatin, sangat prihatin. Namun, tak sekadar prihatin tentu saja, kita juga punya tanggung jawab untuk membawa Islam ke garis yang semestinya, yakni Islam yang moderat, Islam sang pembawa rahmat.

Karena itu, kita mendukung sepenuhnya langkah pemerintah yang tiada henti mengampanyekan Islam wasathiyah alias Islam moderat. Patut pula kita sambut harapan dan keinginan yang begitu besar dari para ulama berbagai negara agar Indonesia menjadi pelopor sekaligus agen penyebaran Islam moderat.

Apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo di depan lebih dari 100 ulama lintas negara peserta Konsultasi Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia tentang Islam Wasathiyah di Istana Bogor, Selasa (1/5), amatlah tepat. Tepat lantaran Presiden menyerukan agar Islam moderat menjadi gerakan yang mendunia.

Makin tepat karena Presiden mengajak para ulama dan cendekiawan muslim bersatu untuk membumikan Islam moderat kepada umat. Persoalan yang mendera umat Islam akibat ulah kelompok garis keras dan radikal memang bukan urusan negara per negara semata. Ia merupakan tanggung jawab seluruh negara berpenduduk muslim, juga dunia secara keseluruhan, agar Islam moderat terus merebak mengikis habis paham radikal dan penghobi kekerasan yang mengatasnamakan Islam.

Islam moderat tentu bukan sebatas konsep, tetapi wajib diimplementasikan di tataran kehidupan. Ia harus menjadi gerakan dengan teladan nyata dari umara, ulama, dan para cendekia bahwa Islam benar-benar mengedepankan tasamuh atau toleransi dan kejemaahan.

Membawa Islam sepenuhnya ke jalur wasathiyah bukanlah upaya yang mudah. Selain pemahaman soal itu harus konsisten disosialisasikan, keadilan wajib hukumnya untuk segera diciptakan. Keadilan ialah benteng kukuh untuk menjaga umat agar tidak salah jalan dalam beragama.

Kita memang tidak ingin Islam mendapat stigma buruk hanya lantaran perilaku sesat sebagian kecil pemeluknya. Namun, ketika hal itu sudah terjadi, inilah kesempatan bagi kita tampil di barisan terdepan untuk meluruskannya.

Inilah peluang Indonesia untuk unjuk diri sebagai negara muslim terbesar yang sukses memadukan moderasi, demokrasi, dan kerja sama global. Inilah momentum bagi kita untuk menampilkan wajah muslim yang sesungguhnya dan mengampanyekan ke seluruh penjuru dunia.

 



Berita Lainnya
  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).