Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Pelajaran dari Semenanjung Korea

28/4/2018 05:00

SETELAH terpisah oleh kecamuk perang, kedua pemimpin bangsa yang terbelah itu akhirnya berjabat erat dan bergandeng tangan.

Keduanya ialah pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Mereka melakukan histrorical step di atas garis demarkasi militer dalam wilayah zona demiliterisasi (DMZ) di Semenanjung Korea, Jumat (27/4).

Bukan hanya bertemu, kedua pemimpin melakukan pula aksi saling mengunjungi dan melintasi garis perbatasan dua Korea yang terpisah sejak perang saudara berkecamuk 65 tahun lalu.

Pertemuan kedua pemimpin itu menandai babak baru dalam perundingan perdamaian di Semenanjung Korea.

Harapan baru bagi terwujudnya reunifikasi dua Korea yang telah dirintis sejak Deklarasi Bersama Utara-Selatan pada 15 Juni 2000 pun menjadi semakin terbuka.

Dalam konteks yang sama, perdamaian permanen di Korea yang terus diupayakan tidak mustahil suatu saat bakal terwujud meskipun tidak dalam jangka pendek.

Dunia dan kita semua di dalam negeri tentu sangat mencermati perkembangan terbaru di Semenanjung Korea tersebut.

Dari pertemuan yang digelar dalam Konferensi Tingkat Tinggi Ketiga Antar-Korea di Panmunjom, Korsel, itu pesan kuat pun mengemuka bagi dunia dan bagi kita semua.

Pertama, adagium lama yang menyatakan bahwa tidak ada perseteruan abadi dalam politik tetap berlaku. Bahwa dalam politik yang langgeng hanyalah kepentingan.

Adagium ini terbukti, untuk kesekian kalinya, secara reliabel berlaku melintasi batas-batas wilayah negara, ideologi, dan batas-batas kepentingan lainnya.

Perang saudara yang terjadi di Korea 65 tahun lalu jelas karena kepentingan dua kekuatan besar yang berebut pengaruh, antara Blok Barat di bawah komando Amerika Serikat dengan Blok Komunis yang disokong Republik Rakyat Tiongkok yang seideologi dengan Uni Soviet di era Perang Dingin.

Selama kepentingan politik kedua blok berseberangan, selama itu pula perang di Semenanjung Korea akan terus berkecamuk.

Sebaliknya, tatkala tensi kedua blok itu menurun, kepentingan untuk saling mengakhiri ketegangan, seperti yang kita lihat di DMZ kemarin, pun akan semakin banyak terlihat.

Kedua, peristiwa di DMZ itu memberikan pelajaran mahal bagi kita betapa perang, apalagi perang saudara, merupakan sebuah jalan yang terlalu mahal untuk ditempuh di mana pun, kapan pun, dan siapa pun pelaku dan pemenangnya.

Lihat saja, Korea harus menjadi bangsa yang terbelah menjadi dua negara, yang sampai 65 tahun kemudian belum juga dapat disatukan.

Banyak keluarga terpisah dan hampir mustahil dipersatukan kembali.

Pertemuan pemimpin dua Korea itu kiranya tak hanya membawa perdamaian di Semenanjung Korea, tetapi juga di Asia bahkan dunia.

Apa pesan yang bisa kita petik dari dua Korea itu?

Sebagai bangsa yang terdiri atas beragam suku, bahasa, budaya, agama, termasuk kepentingan politik, sudah semestinya kita bersyukur.

Meski kerap berbeda sikap dan kepentingan politik, bangsa kita tetap mampu menjaga keutuhan dan kerukunan dalam bingkai kebinekaan.

Ke depan, keutuhan ini harus terus kita pertahankan, rawat, dan intensifkan agar persatuan dan kesatuan kita semakin kukuh dan kuat berakar dalam keindonesiaan.

Pesan ini sangat relevan pula dengan mendekatnya tahun politik 2018 dan 2019, saat pemilihan kepala daerah, pemilihan anggota legislatif, dan pemilihan presiden berlangsung.

Bahwa meskipun berbeda kepentingan politik, kita tetaplah saudara yang tidak terpisahkan sebagai bangsa dan negara.



Berita Lainnya
  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik