Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH terpisah oleh kecamuk perang, kedua pemimpin bangsa yang terbelah itu akhirnya berjabat erat dan bergandeng tangan.
Keduanya ialah pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.
Mereka melakukan histrorical step di atas garis demarkasi militer dalam wilayah zona demiliterisasi (DMZ) di Semenanjung Korea, Jumat (27/4).
Bukan hanya bertemu, kedua pemimpin melakukan pula aksi saling mengunjungi dan melintasi garis perbatasan dua Korea yang terpisah sejak perang saudara berkecamuk 65 tahun lalu.
Pertemuan kedua pemimpin itu menandai babak baru dalam perundingan perdamaian di Semenanjung Korea.
Harapan baru bagi terwujudnya reunifikasi dua Korea yang telah dirintis sejak Deklarasi Bersama Utara-Selatan pada 15 Juni 2000 pun menjadi semakin terbuka.
Dalam konteks yang sama, perdamaian permanen di Korea yang terus diupayakan tidak mustahil suatu saat bakal terwujud meskipun tidak dalam jangka pendek.
Dunia dan kita semua di dalam negeri tentu sangat mencermati perkembangan terbaru di Semenanjung Korea tersebut.
Dari pertemuan yang digelar dalam Konferensi Tingkat Tinggi Ketiga Antar-Korea di Panmunjom, Korsel, itu pesan kuat pun mengemuka bagi dunia dan bagi kita semua.
Pertama, adagium lama yang menyatakan bahwa tidak ada perseteruan abadi dalam politik tetap berlaku. Bahwa dalam politik yang langgeng hanyalah kepentingan.
Adagium ini terbukti, untuk kesekian kalinya, secara reliabel berlaku melintasi batas-batas wilayah negara, ideologi, dan batas-batas kepentingan lainnya.
Perang saudara yang terjadi di Korea 65 tahun lalu jelas karena kepentingan dua kekuatan besar yang berebut pengaruh, antara Blok Barat di bawah komando Amerika Serikat dengan Blok Komunis yang disokong Republik Rakyat Tiongkok yang seideologi dengan Uni Soviet di era Perang Dingin.
Selama kepentingan politik kedua blok berseberangan, selama itu pula perang di Semenanjung Korea akan terus berkecamuk.
Sebaliknya, tatkala tensi kedua blok itu menurun, kepentingan untuk saling mengakhiri ketegangan, seperti yang kita lihat di DMZ kemarin, pun akan semakin banyak terlihat.
Kedua, peristiwa di DMZ itu memberikan pelajaran mahal bagi kita betapa perang, apalagi perang saudara, merupakan sebuah jalan yang terlalu mahal untuk ditempuh di mana pun, kapan pun, dan siapa pun pelaku dan pemenangnya.
Lihat saja, Korea harus menjadi bangsa yang terbelah menjadi dua negara, yang sampai 65 tahun kemudian belum juga dapat disatukan.
Banyak keluarga terpisah dan hampir mustahil dipersatukan kembali.
Pertemuan pemimpin dua Korea itu kiranya tak hanya membawa perdamaian di Semenanjung Korea, tetapi juga di Asia bahkan dunia.
Apa pesan yang bisa kita petik dari dua Korea itu?
Sebagai bangsa yang terdiri atas beragam suku, bahasa, budaya, agama, termasuk kepentingan politik, sudah semestinya kita bersyukur.
Meski kerap berbeda sikap dan kepentingan politik, bangsa kita tetap mampu menjaga keutuhan dan kerukunan dalam bingkai kebinekaan.
Ke depan, keutuhan ini harus terus kita pertahankan, rawat, dan intensifkan agar persatuan dan kesatuan kita semakin kukuh dan kuat berakar dalam keindonesiaan.
Pesan ini sangat relevan pula dengan mendekatnya tahun politik 2018 dan 2019, saat pemilihan kepala daerah, pemilihan anggota legislatif, dan pemilihan presiden berlangsung.
Bahwa meskipun berbeda kepentingan politik, kita tetaplah saudara yang tidak terpisahkan sebagai bangsa dan negara.
PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.
PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.
PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun.
SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.
TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.
POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.
KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.
BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.
KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.
HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.
Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.
SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.
DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret
DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.
REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.
MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved