Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Membumikan Pancasila

01/6/2017 05:02
Membumikan Pancasila
(Ilustrasi)

MEMPERINGATI kelahiran yang bukan untuk sekadar perayaan bertambah umur, sesungguhnya bukan perkara enteng. Sebab berarti kita harus mengetahui esensi kelahiran dan penciptaannya.

Ini juga yang terjadi ketika Presiden Joko Widodo menetapkan Hari Lahir Pancasila yang jatuh 1 Juni sebagai hari libur nasional. Melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dikatakan tujuan besarnya adalah untuk mengukuhkan lagi semangat Pancasila dalam jati diri bangsa.

Dengan berbagai persoalan kebangsaan sekarang ini, jiwa Pancasila memang dirindukan. Namun ini tidak menghentikan pertanyaan efektivitas perayaan baru terkait Pancasila. Terlebih sudah lama kita memiliki Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh 1 Oktober.

Namun puluhan tahun diperingati, berikut juga dengan program sosialisasi ala doktrinasi, Pancasila belum juga meresap sampai akar rumput. Tidak hanya upaya mistifikasi yang gagal, Pancasila kini semakin diuji dan dipersandingkan dengan ideologi lain.

Lalu bagaimanakah peringatan baru ini bisa lebih mengukuhkan semangat Pancasila? Jika melihat upaya pemerintah, selain upacara yang digelar dan dihadiri Presiden di Gedung Pancasila, Jakarta, ada pula pekan peringatan yang digelar di kementerian-kementerian. Bertajuk Pekan Pancasila, acara itu berlangsung sampai 4 Juni.

Namun tetap saja rangkaian ini bisa sekadar seremonial yang tidak berdampak. Untuk menghindarinya, pemerintah sepatutnya belajar dari kesalahan Orde Baru, khususnya dalam penyakralan Pancasila. Pengembalian Pancasila kepada nilai luhurnya hanya bisa terjadi jika Pancasila tidak diperlakukan eksklusif.

Sebab, sejatinya Pancasila adalah nilai-nilai yang sangat membumi. Ini bisa dimengerti jika kita menilik sejarah kelahiran Pancasila.
Soekarno merumuskan lima nilai luhur itu dari perjalanan perjuangan yang berliku, termasuk selama diasingkan ke tempat terpencil di Ende, Nusa Tenggara Timur. Namun di sana pula ia menemukan makna kesetaraan dan kemerdekaan dalam bingkai bangsa yang beragam.

Pancasila yang ia rumuskan ialah nilai yang menjadi payung untuk semua suku, agama dan ras di nusantara ini. Dalam Pancasila tidak ada kata minoritas. Sebab Pancasila adalah tangga yang dapat membuat kelompok menjadi setara. Pancasila juga menjadi jembatan, sebagai pemersatu, keragaman dan perbedaan. Tak mengherankan bila Gus Dur secara saklek mengatakan tanpa Pancasila Indonesia bubar.

Esensi Pancasila juga pernah diingatkan oleh Presiden BJ Habibie pada 2011. Habibie percaya bahwa demokratisasi dan reformasi di berbagai bidang yang sedang berlangsung akan lebih terarah manakala nilai-nilai Pancasila diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila adalah nilai ideal yang harus dibumikan dengan cara disesuaikan dengan berbagai kondisi masyarakat dan perubahan zaman. Bagi pemerintah, 'membumikan' Pancasila hanya bisa dilakukan lewat kebijakan yang menjunjung demokrasi dan kesetaraan dalam semua tataran.
Kesetaraan ini bukan semata dalam perekonomian hingga kesempatan kerja melainkan juga terkait dengan hak asasi yang lebih mendasar, termasuk dalam kehidupan beragama.

Tidak hanya itu nilai keempat sila yang lain juga harus benar-benar diperjuangkan pemerintah dalam setiap program, baik berupa pembangunan infrastruktur maupun pembangunan karakter bangsa.

Pada akhirnya, nilai luhur Pancasila juga baru bisa hidup jika tercermin dalam laku dan lisan para tokoh, dari pejabat negara, politisi, ulama sampai pendidik.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.